Jaringan Tumbuhan

Tuesday, September 17th, 2013 - Biologi, Biologi SMA Kelas 11

Biologi Kelas XI : Jaringan Tumbuhan

by Wawang Armansyah

Jaringan tumbuhan Berdasar sifatnya dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan merestematik dan jaringan permanen. Jaringan merestematik (jaringan embrional) terdiri dari kumpulan sel muda yang terus membelah menghasilkan jaringan yang lain. Contoh jaringan meristematik adalah jaringan meristem pada pucuk batang dan akar serta jaringan kambium.

Jaringan Tumbuhan

Jaringan Tumbuhan

Jaringan meristem pada jaringan tumbuhan terdapat pada ujung batang dan akar mengakibatkan tumbuhan bertambah tinggi. Jaringan kambium pada jaringan tumbuhan menghasilkan jaringan pembuluh kayu dan pembuluh tapis yang menyebabkan tumbuhan bertambah besar. Hasil pembelahan jaringan meristematik disebut jaringan permanen, karena tidak mengalami diferensiasi lagi.

Jaringan Tumbuhan

Berdasarkan struktur dan fungsinya, jaringan permanen pada jaringan tumbuhan dibedakan menjadi berikut ini:

  1. Jaringan penutup atau pelindung, yaitu epidermis dan jaringan gabus.
  2. Jaringan pengisi, yaitu parenkima.
  3. Jaringan penguat, yaitu kolenkima dan sklerenkima.
  4. Jaringan pengangkut, yaitu xylem dan floem.
  5. Jaringan kambium

a. Jaringan Pelindung

Jaringan pelindung pada jaringan tumbuhan terdiri dari epidermis dan jaringan gabus.

1. Epidermis

Jaringan epidermis pada jaringan tumbuhan merupakan jaringan tubuh tumbuhan yang terletak paling luar. Jaringan epidermis menutupi seluruh tubuh tumbuhan mulai dari akar, batang, hingga daun. Biasanya epidermis hanya terdiri dari selapis sel yang berbentuk pipih dan rapat. Fungsi jaringan epidermis adalah sebagai pelindung jaringan di dalamnya serta sebagai tempat pertukaran zat.

Jaringan epidermis daun terdapat di permukaan atas dan permukaan bawah daun. Jaringan epidermis pada jaringan tumbuhan di daun tidak mempunyai kloroplas kecuali pada bagian sel penutup stomata. Pada permukaan atas daun, dinding luar epidermis ada yang membentuk lapisan tebal yang disebut lapisan kutikula misalnya daun keladi dan daun pisang; ada yang berbulu halus misalnya daun durian.

Stomata atau mulut daun merupakan modifikasi epidermis yang berfungsi untuk pertukaran gas. Jaringan epidermis pada jaringan tumbuhan di batang ada yang membentuk lapisan tebal (lapisan kutikula) atau membentuk rambut (trikoma) sebagai alat perlindungan. Jaringan epidermis akar ada yang menjadi rambut akar. Rambut akar berfungsi menyerap air dan garam mineral.

2. Jaringan gabus

Jaringan gabus (periderma) pada jaringan tumbuhan dibentuk oleh kambium gabus. Jaringan gabus yang terbentuk akan menggantikan epidermis. Jaringan gabus tersusun atas sel-sel yang telah mati. Gabus yang terbentuk pada pohon gabus dimanfaatkan sebagi sumbat botol.

b. Jaringan Pengisi (parenkima)

Di antara jaringan epidermis pada jaringan tumbuhan dan empulur terdapat jaringan parenkima. Jaringan parenkima disebut pula jaringan dasar karena menjadi tempat bagi jaringan lain. Jaringan parenkima tersusun atas sel bersegi banyak. Antara sel yang satu dengan sel yang lain terdapat ruang antar sel. Pada umumnya sel parenkima seragam, mempunyai dinding sel tipis, dan merupakan sel hidup. Di dalam jaringan parenkima pada jaringan tumbuhan ini terdapat jaringan penguat, xylem, floem, dan kambium.

Pada daun, jaringan parenkima membentuk mesofil daun. Mesofil daun tersusun atas jaringan pagar dan jaringan bunga karang. Jaringan pagar (palisade) pada jaringan tumbuhan tersusun berjajar seperti pagar. Jaringan bunga karang berbentuk tidak teratur sehingga menimbulkan rongga antarsel. Jaringan pagar dan bunga karangbe rfungsi sebagai tempat fotosintetis. Beberapa parenkima batang dan akar ada yang berfungsi untuk menyimpan tepung sebagai cadangan makanan.

c. Jaringan Penguat

Pada jaringan tumbuhan mempunyai jaringan penguat atau penunjang. Ada dua macam jaringan penguat pada jaringan tumbuhan yang menyusun tubuh tumbuhan, yaitu kolenkima dan sklerenkima.

1. Kolenkima

Sel kolenkima merupakan sel hidup, dinding selnya mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa. Kolenkima pada umumnya terletak dibawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga dan ibu tulang daun. Kolenkima jarang terdapat pada akar.

Kolenkima berbeda dengan parenkim karena dinding sel kolenkim menebal. Penebalan dinding kolenkima tidak merata diseluruh sel, misalnya hanya pada sudut-sudut sel sehingga disebut kolenkima sudut. Pada jaringan kolenkima pada jaringan tumbuhan tidak terdapat ruang antarsel. Jaringan kolenkima pada jaringan tumbuhan berfungsi sebagai penyokong pada bagian tumbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuhan basah (herba).

2. Sklerenkima

Jaringan sklerenkima pada jaringan tumbuhan terdiri dari sel-sel mati yang dindingnya sangat tebal, kuat dan mengandung lignin. Jaringan sklerenkima pada jaringan tumbuhan berfungsi sebagai penguat. Menurut bentuknya, sklerenkima dibagi menjadi dua, yaitu serat dan sel batu. Serat atau serabut sklerenkima berbentuk seperti benang panjang. Sel batu atau sklereid bermacam-macam bentuknya. Disebut sel batu karena dinding selnya keras, misalnya pada tempurung kelapa.

d. Jaringan Pengangkut

Jaringan pengangkut pada jaringan tumbuhan hanya terdapat pada tumbuhan tingkat tinggi. Jaringan ini berfungsi untuk mengangkut air, garam mineral, dan hasil fotosintesis. Sel-sel jaringan pengangkut berupa pembuluh atau seperti pipa, sehingga jaringan ini disebut jaringan pembuluh. Xilem dan floem berdampingan membentuk ikatan berkas pembuluh.

Struktur Batang Tumbuhan

Struktur Batang Tumbuhan

Jaringan pengangkut pada jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan pembuluh kayu (xylem) dan jaringan pembuluh tapis (floem). Pada tumbuhan dikotil, xylem berada di sebelah dalam dan floem berada di sebelah luar. Xilem tersusun dari sel-sel memanjang yang telah mati. Dinding selnya mengeras dan tersusun dari selulosa. Xilem merupakan bagian dari kayu. Sel-sel tersebut bersambung membentuk pembuluh inilah yang berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun.

Jaringan pengangkut pada jaringan tumbuhan yang lain adalah pembuluh tapis (floem). Floem terdiri dari sel-sel hidup dan berdinding tipis. Floem merupakan bagian dari kulit kayu. Fungsinya adalah untuk mengangkut zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan. Pada tumbuhan tertentu terdapat serabut floem atau serat yang mengandung lignin. Serabut-serabut ini dapat digunakan sebagai tali dan tekstil, misalnya rami (Boehmeria nivea), linen (Linum usitatissimum), dan jute (Corchorus capsularis).

e. Jaringan Kambium

Pada tumbuhan dikotil, kambium terletak di antara jaringan xylem dan floem pada jaringan tumbuhan. Kambium terdiri dari sederetan sel-sel yang hidup dan selalu membelah. Pembelahan sel kambium kearah dalam menghasilkan xylem dan ke arah floem menghasilkan floem. Kegiatan kambium pada jaringan tumbuhan menyebabkan tumbuh tumbuhan bertambah besar. Pada musim penghujan kegiatan kambium tinggi, sedangkan pada musim kemarau rendah. Karena itu terbentuk lingkaran tahun pada batang tumbuhan dikotil, missal pada batang jati, nangka, mahoni.

Baca juga materi biologi tentang sel manusiamembran sel, dan kultur jaringan.

Jaringan Tumbuhan | Wawang Armansyah | 4.5