Struktur Sel

Sunday, September 15th, 2013 - Biologi, Biologi SMA Kelas 11

Biologi Kelas XI : Struktur Sel

By Wawang Armansyah

Struktur Sel – Penelitian terhadap struktur sel berawal dari tahun 1665, ketika Robert Hooke mengamati sel, hingga pertengahan abad 20, ilmuwan biologi hanya memiliki mikroskop cahaya untuk mengamati sel. Meskipun demikian, mereka banyak menemukan hal-hal penting pada struktur sel, seperti makhluk hidup satu sel, sel-sel penyusun hewan dan tumbuhan, serta struktur sel lain.

Hasil yang mereka dapat dari struktur sel, pada akhirnya menghasilkan suatu teori yang disebut teori sel, yaitu sebagai berikut:

  • Sel merupakan dasar penyusun makhluk hidup. Oleh karena itu, semua makhluk hidup tersusun atas sel.
  • Sel merupakan dasar penyusun fungsional dari makhluk hidup.
  • Semua sel berasal dari sel melalui proses pembelahan sel.

Struktur Sel

Berikut struktur dari sel tumbuhan dan sel hewan yang dilengkapi bagian-bagiannya masing-masing:

1) Sel Tumbuhan

Struktur Sel Tumbuhan

Struktur Sel Tumbuhan

[Baca penjelasan mengenai Sel Tumbuhan]

2) Sel Hewan

Struktur Sel Hewan

Struktur Sel Hewan

[Baca penjelasan mengenai Sel Hewan]

Pengetahuan mengenai struktur sel Pengetahuan mengenai struktur sel mengalami kemajuan yang pesat ketika para ilmuwan mulai menggunakan mikroskop elektron. Semua pengamatan sel menggunakan mikroskop elektron semakin memperkuat teori sel.

Berdasarkan ada tidaknya membran inti sel, struktur sel dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik hanya ditemukan pada kingdom Monera, yaitu bakteri. Sementara itu, empat kingdom lainnya (Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia) memiliki sel eukariotik.

Istilah prokariotik berasal dari bahasa Yunani. Pro artinya sebelum dan karyon artinya biji atau inti, dalam hal ini mengacu pada membran inti. Struktur sel prokariotik memiliki materi genetik (DNA) yang terkonsentrasi di daerah yang disebut nukleoid. Namun, daerah tersebut tidak memiliki membran pemisah dengan bagian dalam sel lainnya. Istilah eukariotik berasal dari bahasa Yunani, eu artinya nyata dan karyon artinya inti. struktur sel eukariotik memiliki inti sel (nukleus) nyata yang dibatasi oleh membran inti. Secara umum,  struktur sel eukariotik lebih kompleks dan lebih besar dibandingkan struktur sel prokariotik.

Struktur sel secara umum disebut protoplasma. Protoplasma pada dasarnya merupakan larutan yang mengandung banyak materi organik dan anorganik. Jika melihat sebuah sel di bawah mikroskop, akan terlihat bahwa struktur sel dari protoplasma sel terdiri atas dua bagian, yaitu nukleus dan sitoplasma. Sitoplasma merupakan bagian terbesar dari struktur sel. Pada sitoplasma terjadi berbagai reaksi penting, seperti sintesis (pembentukan) protein, respirasi, dan ekskresi.

Di dalam sitoplasma terdapat organel-organel dan matriks semi cairan yang disebut sitosol. Organel (organ kecil) merupakan komponen sel yang memiliki struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Fungsi organel ini sangat spesifik dan menunjang aktivitas sel. Contoh organel, antara lain mitokondria, badan Golgi, retikulum endoplasma, dan ribosom. Sel eukariotik memiliki organel sel yang lebih kompleks dibandingkan sel prokariotik.

Di luar inti dan sitoplasma dari struktur sel, terdapat membran sel. Membran sel menjadi sangat penting karena membranlah yang membatasi sel dengan lingkungan luar, menjaga aktivitas sel tetap berlangsung, dan menyeleksi benda atau zat yang dapat masuk ke dalam sel.

Membran sel atau plasma membran adalah struktur sel yang membatasi sitoplasma. Membran sel tidak dapat dilihat menggunakan mikroskop biasa. Membran sel sangat tipis dan hanya terdiri atas dua lapis fosfolipid. Bagian kepala (fosfat) yang bersifat hidrofilik (senang air) berada di bagian luar membran sel. Adapun bagian ekor (lipid) berada di bagian dalam membrane sel dan bersifat hidrofobik (tidak senang air). Jadi, satu sisi menghadap ke bagian luar sel, sedangkan sisi lainnya menghadap ke bagian dalam sel. Hal tersebut mencegah sitoplasma larut dengan lingkungan sekitarnya dan mencegah zat-zat asing di sekitar sel masuk ke dalam sel.

Dari struktur sel, di antara molekul-molekul fosfolipid terdapat molekul-molekul protein yang berperan dalam pengenalan dan pemindahan zat-zat yang dibutuhkan dari lingkungan ke dalam sel. Lapisan membran sel tidak hanya menutupi bagian luar sel, tetapi juga berlekuk-lekuk dan melipat ke dalam sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah sistem membran di dalam sitoplasma.

Fungsi sel sangat berhubungan dengan  fungsi dasar sel struktur sel sebagai makhluk hidup. Sel menjadi individu yang melakukan semua kegiatan sebagai makhluk hidup utuh pada makhluk hidup satu sel (uniseluler). Selain itu, sel juga dapat menjadi bagian dari organisasi sel yang terspesialisasi dan saling melengkapi dalam makhluk hidup banyak sel (multiseluler). Sel yang terspesialisasi pada makhluk hidup banyak sel, memiliki jenis dan banyak organel yang bergantung pada fungsi dan struktur sel. mengalami kemajuan yang pesat ketika para ilmuwan mulai menggunakan mikroskop elektron. Semua pengamatan sel menggunakan mikroskop elektron semakin memperkuat teori sel.

Baca juga materi biologi tentang Teori Sel, dan Pengertian Sel.

Struktur Sel | Wawang Armansyah | 4.5