Hormon Pertumbuhan

Wednesday, October 30th, 2013 - Biologi, Pendidikan

Hormon Pertumbuhan Tanaman

By Wawang Armansyah

Hormon pertumbuhan merupakan senyawa organik yang disintesis di salah satu bagian tumbuhan dan dipindahkan ke bagian lain dan pada konsentrasi yang sangat rendah mampu menimbulkan suatu respon fisiologis (Salisbury and Ros 1992).

hormon pertumbuhan

hormon pertumbuhan

Hormon Pertumbuhan Tanaman

Terdapat 5 hormon perumbuhan tanaman utama:

  1. hormon auksin
  2. hormone gibberellin (asam giberelic)
  3. hormon sitokinin
  4. hormon etilen
  5. hormon asam absisik (ABA) atau hormon stress

Ada 2 senyawa baru dianggap hormon brassiolida dan hormon sistemi.

Berikut penjelasan tentang beberapa hormon pertumbuhan:

1) Hormon Auksin

Hormon auksin merupakan hormon pertumbuhan bergerak menurun tetapi bukan karena gravitasi. Auksin dihasilkan apikal pucuk meristem. Auksin mendorong pertumbuhan dengan merangsang pemanjangan sel. Auksin memicu aktivitas enzim yang melonggarkan serat dinding sel.

Auksin juga merangsang pembelahan sel, mengaktifkan kambium vaskuler dan mendorong pembentukan akar lateral oleh perisikel. Auksin menghambat pertumbuhan pucuk lateral. Jumlah kecil mendorong perumbuhan akar, sedikit peningkatan justru menghambat perakaran. Auksin diproduksi biji untuk merangsang pertumbuhan buah. jika sel telur tidak dibuahi, ovula tidak menjadi biji dan buah serta auksin tidak dapat dihasilkan.

Kekurangan auksin menyebabkan absisi pada bunga. Auksin juga mencegah buah dan daun gugur prematur, dapat disemprotkan untuk mecegah pengguguran.

Proses biokimia hormon auksin yaitu IAA adalah auksin alami. IAA disintesis terutama pada apical meristem meristem ujung batang, daun muda, buah yang sedang berkembang. Biosintesisnya diasosiasikan dengan sintesis triptofan. Senyawa dengan aktivitas biologi auksin dapat disintesis (auksin sintesis), misalnya alpha alpha-naphtalene acetic acid (a-NAA); 2-4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D). Auksin yang disintesis, disimpan atau ditransportasikan dalam bentuk in in-aktif. IAA dapat erkonyugasi (ikatan kovalen) dengan senyawa lainnya. Konyugat yang sering adalah gula (IAA-glukosa) atau asam amino (IAA-spartat). Tidak mempunyai aktivitas biologi sampai konjugasi lepas.

Transpor hormon auksin dimulai dari IAA bergerak melalui floem dari daun dewasa, tetapi jalur utamanya adalah melalui sel berkas pembuluh yang sesuai (sel parenkim). Arah pergerakan transportasinya polar, dari ujung batang ke dasar batang menuju ujung akar.

Transpor polar memerlukan energi (ATP), namun tidak langsung:

  • Dalam dinding sel (pH 5) IAA diberi muatan proton menjadi IAAH.
  • IAA berdifusi menyebrangi membran menuju ke dalam sel, terjadi penurunan konsentrasi.
  • Ketika di dalam (pH 7), IAAH di di-deprotonasi menjadi IAA-.
  • IAA tidak dapat melalui lipid membran, ia harus melalui protein karier.
  • Protein karier efluk berada dalam membran pada sisi dasar sel.
  • IAA- berdifusi ke dalam ruang dinding sel menurunkan konsentrasi.
  • Ketika di dalam dinding sel, IAA- diprotonasi menjadi IAAH lagi, berdifusi menuju sel berikutnya.

2) Hormon Sitokinin

Hormon sitokinin merupakan hormon pertumbuhan yang merangsang pembelahan sel, bersumber di akar. Berlawanan dengan auksin: bergerak ke atas, mendorong pertumbuhan pucuk lateral. Begitu tumbuhan tumbuh, pucuk bagian bawah lebih dipengaruhi sitokinin dan mencegah senesen.

3) Hormon Gibberlin

Hormon gibberlin merupakan hormon pertumbuhan yang mendorong pertumbuhan. Bergerak ke atas dan ke bawah di dalam system pembuluh. Mengatur tinggi, bila jumlahnya kecil menjadi kerdil; bila trerlalui banyak menjadi spindly. Penting untuk bolting (pemanjangan batang tiba tiba- tiba). Menginduksi biji untuk berkecambah (memecah dormansi), dapat memecah dormansi pucuk dan dapat merangsang pembungaan tumbuhan dewasa.

4) Hormon Etilen

Hormon etilen merupakan hormon pertumbuhan yang digolongkan sebagai hormon penghambat pertumbuhan. Berbentuk gas; terdispersi di udara. Dihasilkan buah yang matang, percepatan pematangan buah. Merangsang senesen dan absisi daun dan buah. Absisi diawali oleh penurunan relatif auksin dan gibberelin. Hormon etilen dilepaskan dalam lapisan absisi yang menyebabkan pelepasan selulase. Selulase mencerna selulosa sehingga menjadi kendur. Tekanan normal yang dijumpai dalam sel yang cukup untuk menyebabkan sel membesar ketika dinding sel kendur.

5) Hormon Asam Absisi / Hormon Stress

Hormon asam absisi / hormon stress merupakan hormon pertumbuhan sebagai pelindung tumbuhan. Penutupan stomata – disebabkan pelepasan K+ ke sel jaga stomata daun Penghambat pertumbuhan pertumbuhan-berlawanan dengan hormon pertumbuhan. Mempercepat absisi dan bergerak hanya pada jarak yang pendek dari situs produksinya. Menginduksi dan menjaga dormansi dalam biji dan pucuk, juga beberapa biji tidak akan berkecambah sampai ABA tercuci.

Demikian penjelasan tentang hormon pertumbuhan tanaman, semoga bermanfaat. Baca juga penjelasan tentang pertumbuhan tanaman dan sel manusia.

Hormon Pertumbuhan | Wawang Armansyah | 4.5