Jaringan Meristem

Wednesday, October 16th, 2013 - Biologi, Biologi SMA Kelas 11

Biologi Kelas XI : Jaringan Meristem

By Wawang Armansyah

Jaringan meristem adalah jaringan yang terus-menerus mengalami pembelahan atau masih bersifat embrionik. Sel-sel meristem membelah terus untuk menghasilkan sel-sel baru, beberapa hasil pembelahan akan tetap berada dalam jaringan meristem yang disebut sel inisial atau sel permulaan. Sedangkan sel-sel baru yang digantikan kedudukannya oleh sel meristem disebut derivatif atau turunan. Proses pertumbuhan dan spesialisasi secara morfo-fisiologi sel yang dihasilkan oleh meristem disebut diferensiasi. Jaringan yang mengalami diferensiasi akan kehilangan karakteristik embrioniknya dan menjadi dewasa/permanen.

Jaringan Meristem

Jaringan Meristem

Jaringan Meristem

Ciri-ciri jaringan meristem:

  1. Sel-selnya muda, aktif melakukan pembelahan dan pertumbuhan.
  2. Ukuran selnya kecil dan seragam.
  3. Letak sel-sel rapat, tidak ada ruang antar sel.
  4. Bentuk sel bervariasi: bulat, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel tipis.
  5. Banyak mengandung sitoplasma sebagai tempat terjadinya berbagai reaksi.
  6. Memiliki inti sel satu atau lebih, inti sel relatif besar.
  7. Vakuola kecil atau hampir tidak ada.

Jaringan meristem diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yaitu:

Berdasarkan asal pembentukannya, Jaringan meristem dibedakan menjadi promeristem, meristem primer dan meristem sekunder.

1) Promeristem, jaringan yang ada pada saat tumbuhan masih dalam tingkat embrio.

2) Meristem Primer

Meristem yang sel-selnya secara langsung berkembang dari sel-sel embrionik, atau lanjutan dari kegiatan embrio/lembaga. Meristem primer, misalnya pada ujung akar dan ujung batang, mengakibatkan pertumbuhan primer berupa pertambahan tinggi. Daerah meristematik yang dibentuk promeristem berupa: protoderma, prokambium dan meristem dasar (ground meristem). Ketiganya inilah yang disebut sebagai meristem primer.

Protoderma akan membentuk jaringan epidermis. Prokambium akan membentuk kambium fasikuler/intrafasikuler yang nantinya membentuk jaringan pembuluh primer (xilem primer dan floem primer). Meristem dasar akan membentuk jaringan dasar tumbuhan yang mengisi empulur maupun korteks, misalnya parenkim, kolenkim dan sklerenkim.

3) Meristem Sekunder

Meristem yang berkembang dari jaringan dewasa yang sudah mengalami diferensiasi dan menjadi bersifat embrional kembali. Contohnya adalah kambium intervasis. Kambium interfasikuler berkembang dari parenkim akar/batang yang terletak diantara xilem dan floem. Kambium intervasis ke arah dalam akan menghasilkan xilem sekunder sedangkan ke arah luar akan menghasilkan floem sekunder. Aktivitas ini menyebabkan pertumbuhan pertumbuhan sekunder sehingga batang tumbuhan dapat membesar (pada Dicotyledonae dan Gymnospermae). Selain itu terdapat kambium gabus (felogen) yang mengembangkan periderm (jaringan gabus).

Berdasarkan letaknya, meristem dibedakan menjadi meristem apikal, meristem interkalar dan meristem lateral.

1) Meristem apikal (ujung)

Meristem apikal terdapat pada ujung-ujung pokok batang dan cabang serta ujung akar dan selalu menghasilkan sel-sel untuk tumbuh memanjang. Pertumbuhan memanjang akibat aktifitas meristem apikal disebut pertumbuhan primer dan jaringan yang terbentuk disebut jaringan primer.

2) Meristem interkalar (antara)

Meristem interkalar terdapat diantara jaringan dewasa. Contohnya terletak pada pangkal tiap ruas pada batang tumbuhan yang berbuku-buku. Aktivitas jaringan ini menyebabkan pertambahan panjang dan diameter ruas batang. Contoh tumbuhan yang memiliki meristem interkalar adalah rumput-rumputan (Gramineae).

3) Meristem lateral (samping)

Meristem lateral atau meristem samping adalah meristem yang menyebabkan pertumbuhan ke arah samping (membesar), terletak sejajar dengan permukaan organ. Contohnya adalah kambium dan kambium gabus. Kambium ini terbentuk dari dalam jaringan meristem yang telah ada pada akar dan batang.

Demikian penjelasan tentang jaringan meristem, semoga bermanfaat. Baca juga materi biologi tentang Jaringan Otot dan Organel Sel.

Jaringan Meristem | Wawang Armansyah | 4.5