Pertumbuhan Janin

Saturday, October 19th, 2013 - Materi Kuliah

Materi Kuliah : Pertumbuhan Janin dalam Kandungan

By Wawang Armansyah

Pertumbuhan janin diawali oleh terbentuk sejak sebuah spermatozoa yang berasal dari laki-Iaki menembus dan menyatu dengan sel telur atau ovum wanita. Penyatuan itu dinamakan proses pembuahan atau fertilisasi dan menghasilkan zygote. Pada keadaan normal proses itu berlangsung di ujung saluran rahim (falloPian tube) dekat indung telur (ovarium, the ovary). Segera setelah proses fertilisasi terjadi,  zygote mengalami pembelahan sel yang agresif sehingga berlangsung perubahan bentuk menjadi morula dan blastula yang bergerak menuju badan rahim (uterus).

Pertumbuhan Janin

Pertumbuhan Janin

Pertumbuhan Janin dalam Kandungan

Pada hari ke-6 blastula melekat dan tertanam di salah satu bagian rahim, umumnya di bagian atas atau fundus. Mulai saat itu bakal manusia, yang pada saat itu dinamakan embryo, tumbuh di dalam dinding rahim. Selanjutnya, embrio yang membesar tumbuh di dalam rongga rahim (uterinecavity), sedangkan bagian yang tertanam di dinding rahim membentuk placenta yang berhubungan dengan embrio melalui tali ari (umbilicalcord).

Usia 8-10 minggu pertama kehamilan pada pertumbuhan janin terjadi pembentukan organ dan bagian-bagian tubuh. Pada fase itu terjadi pembentukan jantung, usus, ginjal, mata, mulut, lengan, tungkai, dan sebagainya. Fase kehidupan ini dinamakan fase embryonal yang merupakan saat yang paling riskan bagi bayi itu untuk menderita kelainan pertumbuhan atau cacat bawaan. Oleh karena itu, ibu hamil dianjurkan tidak makan sembarang obat selama trimester pertama kehamilan (sampai 12 minggu pertama kehamilan).Fase itu dilanjutkan dengan fase fetal, yaitu sampai bayi dilahirkan pada usia kehamilan 37- 40 minggu. Selama fase ini terjadi pertumbuhan semua organ dan bagian tubuh yang sudah terbentuk. Bila bayi dilahirkan pada umur kehamilan lebih dari 37 minggu disebut kelahiran aterm, bila dilahirkan setelah kehamilan antara 28-36 minggu dinamakan bayi lahir premature, dan bila antara 20-28 minggu dinamakan immature. Bayi immature sangat sulit dapat bertahan hidup.

Bayi di Dalam Rahim Memerlukan Makanan

Selama di dalam rahim, bayi memerlukan makanan berupa karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Mineral yang dibutuhkan termasuk Fe atau zat besi yang diperlukan untuk mengisi hemoglobin darah. Oleh karena itu, seorang wanita hamil perlu menambah makanannya untuk dapat memenuhi kebutuhan janin yang dikandungnya. Di pihak lain, jika seorang ibu tidak dapat mencukupi kebutuhan gizinya, anak yang di dalam kandungan akan tetap mengambil segala sesuatu yang dibutuhkannya tanpa menghiraukan keadaan pihak ibu. Gangguan pertumbuhan janin yang serius baru akan dijumpai jika ibu hamil benar-benar tidak mempunyai lagi bahan makanan yang dapat diambil anak. Seorang anak dalam kandungan bagaikan parasit terhadap ibunya.

Selama dalam kandungan paru-paru belum berfungsi dan dilapisi oleh semacam selaput. Selaput itu hilang sesaat menjelang kelahiran sehingga memungkinkan terjadinya pertukaran gas sesudah lahir, yang ditandai dengan tangisan kelahiran. Di samping itu, karena selama dalam kandungan janin terendam dalam cairan ketuban, paru-paru juga mengandung cairan.

Cairan itu harus segera dibersihkan setelah bayi lahir. Anak biasanya baru menangis keras setelah cairan itu diisap dan dibersihkan. Ginjal sudah berfungsi selama bayi belum dilahirkan. Cairan urine yang dihasilkan dialirkan menjadi bagian dari cairan ketuban. Pada fase awal kehamilan usus atau saluran pencernaan tumbuh di luar tubuh janin karena rongga perut belum bisa menampung. Otak tumbuh relatif cepat selama pertumbuhan intra-uterine.

Bayi premature dikenal juga sebagai bayi yang dilahirkan dengan berat badan kurang dari 2500 gram, tanpa memperhatikan penyebabnya. Istilah ‘small for date’ digunakan untuk menunjukkan bahwa bayi yang ukuran beratnya tidak sesuai dengan umur kehamilannya. Dengan demikian, istilah ini dapat digunakan bagi bayi usia 37 minggu tetapi berat badannya kurang dari 2500 gram.Segera setelah lahir terjadi perubahan dalam darah. Dalam waktu 3-5 hari darah janin akan diganti dengan darah dewasa.

Darah janin mengandung Hb-fetal dan darah dewasa mengandung darah dengan HbA. Proses penggantian ini disertai penghancuran darah janin untuk selanjutnya diisi darah dewasa. Sebagai akibatnya, terjadi peninggian kadar bilirubin darah dan bayi akan terlihat kuning. Jika kadar bilirubin terlalu tinggi, bayi perlu diobati dengan penyinaran. Jika kadarnya terlalu tinggi dapat terjadi kern-icterus yang berbahaya. Selain itu, biasanya terjadi juga penurunan berat badan bayi yang akan menjadi normal kembali setelah beberapa hari.

Demikian penjelasan materi kuliah pertumbuhan janin dalam kandungan, semoga bermanfaat. Baca juga materi biologi tentang jaringan pada hewan dan struktur sel.

Pertumbuhan Janin | Wawang Armansyah | 4.5