Pertumbuhan Tanaman

Wednesday, October 30th, 2013 - Biologi, Biologi SMA Kelas 12

Biologi Kelas XII : Pertumbuhan Tanaman

By Wawang Armansyah

Pertumbuhan tanaman dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder. Sebagai salah satu ciri dari makhluk hidup yaitu tumbuh dan berkembang, tentunya tanaman sebagai makhluk hidup akan mengalami hal tersebut.

Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan Tanaman

Pertumbuhan Tanaman

Untuk lebih jelasnya mengenai bagaimana pertumbuhan yang dialami oleh tanaman, berikut ulasannya:

1) Pertumbuhan Primer

Terbentuknya bunga, dimulai dari alat kelamin betina atau putik yang mengandung sel telur (ovarium) lalu dibuahi oleh alat kelamin jantan atau benang sari yang mengandung sel sperma dan akhirnya membentuk lembaga atau zigot. Sel induk lembaga atau zigot ini mengalami proses perkembangan yang ditandai dengan adanya periode perlambatan pertumbuhan atau tidak ada sama sekali pertumbuhan, sehingga bentuk zigot tidak mengalami perubahan atau tidak mengalami pertambahan ukuran panjang.

Pertumbuhan Primer

Contoh Pertumbuhan Primer

Proses perkembangan zigot dimulai dari sel induk yang membelah secara meiosis menghasilkan empat sel haploid, artinya satu sel besar dan tiga sel kecil yang melebur/melarut ke dalam sel besar. Selanjutnya sel haploid itu menyusun atau mengumpulkan energi dari zat-zat makanan untuk melakukan pembelahan berikutnya secara mitosis.

Pembelahan mitosis sebenarnya adalah awal dimulainya proses pertumbuhan embrionik yang ditandai dengan adanya periode percepatan pertumbuhan akibat terjadinya pembelahan sel bertahap secara cepat dan terus menerus menghasilkan dua sel, empat sel, delapan sel, enam belas sel, dan seterusnya, sehingga terjadi penambahan/pemanjangan ukuran selnya.

Selanjutnya membentuk kumpulan/kelompok yang tumbuh menjadi embrio atau jaringan meristem atau jaringan embrional, kemudian jaringan meristem ini tumbuh dan berkembang menjadi embrio yang tersimpan dan terlindungi di dalam biji, kemudian tumbuh menjadi kecambah hingga mencapai dewasa.

Pertumbuhan pada embrio atau jaringan meristem dari hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer ini disebut dengan pertumbuhan primer. Pertumbuhan tanaman primer ini terjadi pada embrio, ujung akar, dan ujung batang.

2) Pertumbuhan Sekunder

Setelah mengalami pertumbuhan tanaman primer, tumbuhan akan mengalami pertumbuhan  tanaman sekunder. Pertumbuhan sekunder hanya terjadi pada tumbuhan dikotil dan Gymnospermae. Pada tumbuhan dikotil, selain terdapat jaringan meristem primer juga terdapat jaringan meristem sekunder.
Contoh Pertumbuhan Sekunder

Contoh Pertumbuhan Sekunder

Pertumbuhan tanaman sekunder terjadi pada jaringan meristem sekunder berupa kambium gabus atau gabus. Fungsi kambium gabus adalah sebagai perlindungan pada pertumbuhan sekunder yaitu pertumbuhan organ tumbuhan menjadi bertambah besar ukurannya. Contoh tumbuhan yang melakukan pertumbuhan sekunder adalah pohon jati yang banyak terdapat di daerah Blora, Cepu, dan Jawa Tengah.

Pada awal pertumbuhan, kambium hanya terdapat pada jaringan ikat pembuluh (vasis) yang disebut kambium intravaskuler atau kambium vasis, kambium ini dapat tumbuh dengan arah yang berlawanan, yaitu yang tumbuh ke arah luar akan menjadi xilem dan yang tumbuh kearah dalam akan membentuk floem. Selanjutnya pada pertumbuhan sel jaringan parenkim yang berada di antara kambium intravaskuler akan tumbuh dan berubah menjadi cambium baru yang disebut cambium intervaskuler.

Di dalam perkembangannya, kambium intervaskuler akan tersambung dengan kambium intravaskuler yang membentuk suatu lingkaran konsentris, bentuk lingkaran konsentris pada tumbuhan dikotil sering disebut dengan lingkaran tahun. Contoh batang tumbuhan dikotil yang mempunyai lingkaran tahun adalah pohon jati.

Lingkaran tahun pada pohon jati terjadi sebagai akibat dari pertumbuhan  tanaman sekunder (kambium gabus) yang berlangsung/berjalan tidak sepanjang tahun. Pertumbuhan sekunder berlangsung hanya pada musim penghujan karena pada musim penghujan kebutuhan air dan unsurehara cukup banyak tersedia untuk pertumbuhan tanaman tersebut, dengan proses pertumbuhan seperti ini akan terbentuk suatu lingkaran yang disebut lingkaran tahun.

Pada umumnya tumbuhan dikotil seperti pohon jati memiliki kulit batang pecah-pecah atau rusak. Kulit batang jati mengalami pecah-pecah, karena adanya aktivitas kambium yang membentuk jaringan xylem dan floem lebih cepat dari pertumbuhan kulit, sehingga akan mengakibatkan jaringan kulit paling luar seperti epidermis dan korteks menjadi rusak atau pecah-pecah. Untuk mencegah terjadinya kerusakan kulit terluarnya lebih lanjut, maka jaringan yang berada di sebelah dalam kulit membentuk jaringan pelindung dari kerusakan berupa kambium gabus atau felogen.

Felogen membentuk jaringan yang tumbuh ke arah dalam disebut feloderm yang sel-selnya hidup sedangkan jaringan yang tumbuh ke arah luar disebut felem yang sel-selnya mati. Felogen berfungsi sebagai pelindung dari kerusakan sel-sel jaringan bagian dalam yang berada di bawah kulit. Kerusakan dapat terjadi karena banyaknya ruang terbuka yang menyebabkan air dan oksigen keluar masuk secara bebas. Lapisan felogen tidak semuanya tertutup rapat, tetapi ada beberapa tempat sel cambium gabus di epidermis kulit yang membentuk suatu lubang/celah menyerupai lensa yang disebut dengan lentisel.

Demikian penjelasan tentang pertumbuhan tanaman, semoga bermanfaat. Baca juga penjelasan tentang metabolisme lemak, serta metabolisme karbohidrat.

Pertumbuhan Tanaman | Wawang Armansyah | 4.5