Alat-alat Pencernaan pada Manusia

Saturday, November 23rd, 2013 - Biologi

Alat Pencernaan ManusiaBelajar Bagus kali ini akan update materi tentang alat pencernaan manusia yang terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus halus, usus besar, rektum, dan anus.

Alat Pencernaan Manusia

Alat Pencernaan Manusia

Alat Pencernaan Manusia

Untuk lebih jelasnya mengenai alat-alat pencernaan yang terdapat pada manusia, berikut ulasannya:

a. Mulut

Mulut merupakan alat pencernaan manusia  pertama yang dilalui makanan. Di dalam mulut, makanan mengalami pencernaaan secara mekanik dan kimiawi. Secara mekanik, makanan dihancurkan oleh gigi yang dibantu oleh lidah. Sedangkan, secara kimiawi, makanan dicerna oleh enzim yang terkandung di dalam air ludah. Di dalam mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah yang membantu pencernaan di dalam mulut.

Mulut

Mulut

1) Gigi

Gigi adalah alat pencernaan manusia  di dalam rongga mulut yang berfungsi mengunyah makanan. Makanan ini dipecah menjadi partikel yang lebih kecil sehingga dapat ditelan. Proses pemecahan makanan di mulut oleh gigi disebut pencernaan mekanik yang pertama.

Berdasarkan fungsinya, gigi dibagi menjadi tiga macam, yaitu:

  • Gigi seri (insisivus), berfungsi untuk memotong makanan. Memiliki bentuk seperti pahat.
  • Gigi taring (kaninus), berfungsi untuk mengoyak makanan. Mempunyai bentuk agak panjang.
  • Gigi geraham (molar dan premolar), berfungsi untuk mengunyah, menggiling, dan menghaluskan makanan.

2) Lidah

Lidah merupakan alat pencernaan manusia  yang tersusun atas otot lurik yang kasar dan dilapisi selaput mukosa. Lidah berfungsi untuk membolak-balik dan mencampur makanan, serta membantu proses penelanan makanan. Selain itu, lidah berperan untuk menentukan rasa makanan, karena di permukaan lidah terdapat papila-papila pengecap. Bagian ujung lidah dapat merasakan rasa manis, tepi depan rasa asin, tepi samping rasa asam, dan pangkal lidah rasa pahit.

Pada pangkal lidah bagian belakang terdapat epiglotis yang mempunyai fungsi menutup jalan pernapasan saat menelan makanan. Sehingga, makanan tidak akan masuk ke saluran pernapasan.

3) Kelenjar ludah

Kelenjar ludah merupakan kelenjar pencernaan manusia yang ada di rongga mulut. Mempunyai fungsi untuk memproduksi larutan mucus ke dalam mulut yang disebut ludah atau air liur atau saliva.
Kelenjar ludah di dalam mulut ada tiga, yaitu:

  • Kelenjar submandibularis, terdapat di bawah rahang bagian tengah.
  • Kelenjar sublingualis, terdapat di bawah dasar rongga mulut.
  • Kelenjar parotis, terletak di bawah bagian depan telinga.

b. Kerongkongan

Kerongkongan disebut juga esofagus merupakan alat pencernaan manusia  berupa saluran pencernaan setelah mulut, memiliki panjang kurang lebih 25 cm. Posisi esofagus vertikal dari bagian tengah leher bawah faring sampai pada ujung bawah rongga dada belakang trakea.

Epiglotis / Kerongkongan

Kerongkongan

Faring adalah alat pencernaan manusia  sebagai penghubung antara esofagus dan rongga mulut. Pada saat menelan makanan (diglusio), faring akan melakukan suatu gerakan untuk mencegah makanan masuk ke dalam saluran pernapasan dengan menutupnya beberapa detik dan mendorong makanan masuk ke esofagus. Esofagus tersusun atas otot melingkar dan otot memanjang.

Dengan adanya alat pencernaan manusia  berupa otot ini terjadi gerakan peristaltik sehingga bolus (makanan yang telah dicerna di dalam mulut) masuk ke lambung. Gerakan peristaltic terjadi, karena otot-otot esofagus berkontraksi dan berelaksasi secara bergantian. Jadi, fungsi esofagus hanya menyalurkan makanan dari rongga mulut ke lambung.

Lapisan dalam esofagus merupakan selaput lendir (mukosa) yang mensekresikan mukoid. Mukoid berfungsi melumasi bolus sehingga dapat melewati esofagus. Selain itu, berfungsi melumasi dinding esofagus sehingga terlindungi dari getah lambung. Pada bagian paling bawah esofagus yang berbatasan dengan lambung terdapat sfinkter esofagus. Sfinkter berfungsi mencegah isi lambung masuk ke esofagus.

c. Lambung – Alat Pencernaan Manusia

Lambung merupakan suatu alat pencernaan manusia  yang berupa kantong berotot yang terletak di sebelah kiri atas rongga perut di bawah diafragma. Bagian-bagian dari lambung adalah kardiak, fundus, dan pilorus. Kardiak adalah bagian yang berbatasan dengan sfinkter esofagus. Fundus adalah bagian atas lambung. Pilorus adalah bagian paling bawah lambung yang berbatasan dengan usus halus (duodenum).

Lambung

Lambung

Pada perbatasan ini terdapat klep yang disebut dengan sfinkter pilorus. Di dalam lambung makanan dapat tersimpan selama 2 – 5 jam. Kecepatan pengosongan lambung tergantung pada jenis makanan. Pencernaan makanan di dalam lambung terjadi secara mekanis dan kimiawi.

1) Secara mekanis

Bolus yang masuk lambung akan dihancurkan dan dihaluskan oleh gerakan peristaltik. Makanan yang telah menjadi bentuk lebih halus disebut chime (kim).

2) Secara kimiawi

Selain dengan gerakan peristaltik, makanan dicerna dengan getah lambung yang terdiri atas:

  • Pepsin, enzim yang memecah protein menjadi asam amino (albumin dan peptin).
  • Renin, enzim yang mengubah kaseinogen menjadi kasein.
  • Lipase, enzim yang menghidrolisa lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
  • HCL (asam lambung) mempunyai fungsi mengaktifkan pepsin, mengubah pepsinogen menjadi pepsin, dan bakteri yang masuk lambung bersama makanan.

d. Usus halus (intestinum)

Usus halus merupakan alat pencernaan manusia  dimana makanan yang telah menjadi bubur (kim) karena mengalami pencernaan di lambung masuk ke usus halus. Usus halus memiliki panjang kurang lebih 6 meter. Di dalam usus halus makanan mengalami proses pencernaan dan absorpsi. Permukaan dalam usus halus susunannya berupa lipatan-lipatan yang memiliki vili (jonjot) sehingga memperluas penyerapan. Vili banyak mengandung pembuluh darah dan limfa.

Usus Halus

Usus Halus

Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu duodenum (usus dua belas jari), jejunum (usus kosong), dan ileum (usus penyerapan).

1) Usus dua belas jari (duodenum)

Di dalam duodenum bermuara dua saluran, yaitu saluran empedu (duktus koledukus) dan saluran pankreas (duktus pankreatikus). Empedu (biliribum) dihasilkan oleh hati. Empedu mempunyai peranan dalam membantu pencernaan lemak dan mengemulsi lemak serta memberi warna kuning pada feses.

Pankreas menghasilkan enzim yang membantu pencernaan, yaitu lipase dan enterokinase yang berperan dalam menghidrolisis protein, lemak, dan karbohidrat. Duodenum memiliki panjang kurang lebih 1/3 meter. Dinding duodenum lebih tebal dibanding yang lain. Dinding bagian dalam memiliki lapisan mukosa yang banyak mengandung kelenjar-kelenjar bunner yang mensekresikan getah intestinum.

2) Jejunum

Jejunum memiliki panjang sekitar 2 – 3 meter. Permukaannya lebih lebar, dindingnya lebih tebal, serta lebih banyak mengandung pembuluh darah. Di dalam jejunum makanan mengalami proses pencernaan secara kimiawi yang dibantu oleh enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan usus ini. Enzim-enzim tersebut adalah:

  • Laktase, enzim yang mengubah laktosa menjadi glukosa
  • Dipeptidase, mengubah pepton menjadi asam amino
  • Enterokinase, mengaktifkan tripsinogen
  • Maltase, mengubah maltosa menjadi glukosa
  • Disakanase, mengubah disakarida menjadi monosakarida
  • Sukrase, mencerna sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa
  • Lipase, mengubah trigliserida menjadi gliserol dan asam lemak
  • Peptidase, mengubah polipeptida menjadi asam amino

3) Ileum

Ileum memiliki panjang kurang lebih 4 – 5 meter. Di dalam usus ini terjadi proses penyerapan (absorpsi) zat-zat makanan. Permukaan dinding dalam ileum terdapat vili sehingga proses penyerapan zat makanan lebih luas dan sempurna. Absorpsi zat-zat makanan di dalam usus halus dilakukan oleh pembuluh darah kapiler dan saluran limfa yang terdapat dalam permukaan vili. Glukosa, asam amino, vitanium, air, dan mineral, diabsorpsi pembuluh darah kapier, dibawa menuju hati melalui vena porta.

Di dalam hati, sebagian mengalami perubahan bentuk lain dan sebagian diedarkan ke seluruh tubuh melalui vena hepatika. Sedangkan, asam lemak dan gliserol diserap oleh pembuluh limfe (pembuluh kil). Asam amino diabsorpsi secara cepat di duodenum dan jejunum. Di dalam usus halus selain pencernaan secara kimia juga pencernaan secara mekanik, yaitu gerakan peristaltik. Dengan gerakan peristaltik inilah kim dapat bergerak dan meningkatkan absorpsi zat-zat makanan.

e. Usus Besar / Kolon 

Setelah usus halus, dilanjutkan usus besar atau kolon yang juga merupakan alat pencernaan manusia. Kolon mempunyai panjang kurang lebih 1,5 – 1,7 meter. Kolon terdiri atas sekum, yaitu suatu bentukan seperti kantong lebar batas antara kolon dan usus halus. Pada bagian bawah sekum terdapat bentukan tambahan usus yang disebut dengan umbai cacing atau apendiks. Apendiks memiliki panjang ± 6 cm, dan belum diketahui dengan pasti fungsinya. Apendiks ini dapat mengalami peradangan yang sering disebut dengan apendiksitis atau dikenal dengan radang usus buntu.

Usus Besar

Usus Besar

Bagian kolon yang lain, yaitu kolon asenden (kolon naik), kolon transversal (kolon melintang), dan kolon desenden (kolon menurun). Lapisan dalam kolon tidak terdapat vili, tetapi memiliki kripta-kripta yang mrnghasilkan mukus pelumas. Sebagai salah satu bagian dari alat pencernaan manusia, di dalam kolon hanya terjadi penyerapan air dan elektrolit dan terjadi pembusukan sisa-sisa makanan yang dibantu bakteri E. coli. Di dalam kolon terjadi pergerakan yang lemah. Feses ditampung sementara. Apabila feses terkumpul cukup banyak, maka akan terjadi gerakan mendorong feses ke arah rektum sehingga timbul keinginan defekasi (buang air besar).

f. Anus

Anus merupakan muara akhir dari alat pencernaan manusia n. Anus mempunyai dua otot, yaitu otot sadar dan otot tak sadar. Otot sadar terdapat di bagian eksternal, sedangkan otot tak sadar terdapat di bagian internal.

Anus

Anus

Jika feses menyentuh dinding rektum akan merangsang otot tak sadar relaksasi sehingga ada keinginan untuk buang air besar. Pada saat bersamaan otot sadar berkontraksi sehingga kamu bisa menahan keinginan untuk buang air besar. Hal ini, menyebabkan kamu bisa menahan keinginan buang air besar jika keadaan tidak memungkinkan.

Demikian penjelasan tentang alat pencernaan manusia, semoga bermanfaat. Baca juga penjelasan tentang Organ Reproduksi ManusiaAlgoritma Genetikadan Jaringan Hewan.

Kata Kunci:

alat pencernaan makanan secara kimiawi di sebut,bagian mulut yang berfungsi untuk membolak balik makanan dan membantu menelan makanan adalah,Nama bagian lambung yang berbatasan dengan duodenum,organ yg berfungsi membantu membolak balik makanan dalam mulut waktu d cerna
Alat-alat Pencernaan pada Manusia | Wawang Armansyah | 4.5