Organ Pernapasan Manusia

Sunday, November 24th, 2013 - Biologi, Pendidikan

Organ Pernapasan Manusia – Sebelum mengetahui organ pernapasan manusia, terlebih dahulu kita harus memahami makna dari pernapasan manusia. Pernapasan dapat memiliki beberapa makna. Pernapasan dapat berarti hanya bernapas, memasukkan dan mengeluarkan udara dari paru-paru.

Organ Pernapasan Manusia

Bagi ilmuwan biologi, pernapasan merupakan seluruh proses sel pada suatu organisme dalam menerima oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Oleh karena itu, menurut McLaren & Rotundo (1985: 579), pernapasan dapat dibedakan dalam tiga bentuk, yaitu pernapasan eksternal (external respiration), pernapasan internal (internal respiration), dan pernapasan seluler (cellular respiration).

Pernapasan eksternal merupakan pertukaran udara yang terjadi di dalam paru-paru. Dalam proses ini, oksigen masuk ke dalam darah dan karbon dioksida keluar menuju atmosfer. Pertukaran udara antara darah dan sel-sel dalam tubuh disebut pernapasan internal. Oksigen dan karbondioksida bergerak berlawanan. Oksigen berdifusi dari darah ke dalam sel. Sementara itu, karbondioksida berdifusi ke luar sel menuju darah.

Pernapasan seluler merupakan proses kimia yang terjadi dalam mitokondria di dalam sel. Dalam proses ini, oksigen bereaksi dengan molekul makanan (glukosa) sehingga energi dihasilkan. Energi ini tersimpan dalam ATP. Karbondioksida dan air dihasilkan sebagai hasil sampingan.

Pernapasan eksternal pada manusia dapat dibagi menjadi beberapa tahap, yaitu fase inspirasi dan ekspirasi, serta fase pertukaran udara di jaringan tubuh dan paru-paru (pernapasan internal).

Agar proses pernapasan dapat berlangsung, diperlukan organ pernapasan manusia. Organ pernapasan manusia secara berurutan dimulai dari hidung, faring, laring, trakea, dan paru-paru.

1) Hidung

Perjalanan udara memasuki paru-paru dimulai ketika udara melewati lubang hidung. Di lubang hidung, udara disaring oleh rambut-rambut di lubang hidung. Udara juga menjadi lebih hangat ketika melewati rongga hidung bagian dalam.

Hidung

Hidung

Di rongga hidung bagian dalam, terdapat juga ujung-ujung saraf yang dapat menangkap zat-zat kimia yang terkandung dalam udara sehingga kita mengenal berbagai macam bau. Ujung-ujung saraf penciuman tersebut kemudian akan mengirimkan impuls ke otak.

2) Faring (Epiglotis)

Setelah melalui rongga hidung, udara akan melewati faring atau epiglotis.

Epiglotis

Epiglotis

Faring adalah percabangan antara saluran pencernaan (esofagus) dan saluran pernapasan (laring dan trakea). Pada percabangan ini, terdapat klep epiglottis yang mencegah makanan memasuki trakea.

3) Trakea [Organ Pernapasan Manusia]

Dari faring, udara melewati laring, tempat pita suara berada. Dari laring, udara memasuki trakea. Trakea terdiri atas susunan cincin-cincin tulang rawan. Cincin-cincin ini memungkinkan trakea tetap mempertahankan bentuknya.

Trakea

Trakea

Dinding trakea dilapisi oleh epitel berlapis banyak palsu bersilia. Epitel ini menyekresikan lendir di dinding trakea. Lendir ini berfungsi menahan benda asing yang masuk, sebelum akhirnya dikeluarkan dengan gerakan silia yang terdapat pada membran sel epitel.

4) Bronkus dan Bronkiolus

Setelah melalui trakea, saluran bercabang dua. Kedua cabang tersebut dinamakan bronkus. Setiap bronkus terhubung dengan paru-paru sebelah kanan dan kiri.

Bronkus dan Bronkiolus

Bronkus dan Bronkiolus

Bronkus bercabang-cabang lagi, cabang yang lebih kecil disebut bronkiolus. Dinding bronkus juga dilapisi lapisan sel epitel selapis silindris bersilia.

5) Alveolus

Bronkiolus bermuara pada alveoli (tunggal: alveolus), struktur berbentuk bola-bola mungil yang diliputi oleh pembuluh-pembuluh darah. Epitel pipih yang melapisi alveoli memudahkan darah di dalam kapiler-kapiler darah mengikat oksigen dari udara dalam rongga alveolus.

Alveolus

Alveolus

Di daerah dataran tinggi, seperti pegunungan dan bukit, tekanan udaranya lebih rendah daripada tekanan udara di dataran rendah. Beberapa orang yang telah lama hidup di dataran tinggi memiliki paru-paru yang relatif lebih besar. Hal ini sebagai adaptasi rendahnya konsentrasi oksigen lingkungan sekitarnya.

Demikian penjelasan tentang organ pernapasan manusia, semoga bermanfaat. Baca juga penjelasan tentang Organ Pencernaan dan Jaringan Tumbuhan.

Organ Pernapasan Manusia | Wawang Armansyah | 4.5