Evolusi Manusia

Tuesday, December 10th, 2013 - Biologi

Teori Darwin Tentang Evolusi Manusia – Evolusi manusia yang intinya menjelaskan perkembangan bentuk dari manusia ditinjau dari segi ilmu pengetahuan. Sebenarnya manusia bukan berasal dari kera, melainkan antara kera dan manusia memiliki cikal bakal yang sama. Jika Anda melihat fenomena tersebut, maka Anda dapat membayangkan proses evolusi manusia berjalan secara bertahap dalam waktu yang sangat lama.

Evolusi Manusia

Evolusi Manusia

Sejarah Evolusi Manusia dimulai dari primata cikal bakal kemudian dalam perkembangannya akan mengalami perubahan dari generasi ke generasi sampai perkembangan yang lebih baik seperti manusia zaman sekarang.

Primata – Evolusi Manusia

Sejarah evolusi manusia pertama pada tahun 1871, Charles Darwin menerbitkan bukunya yang berjudul The Descent Of Man yang berisi tentang asal usul manusia. Pendapat Darwin mengenai sejarah evolusi manusia didasarkan atas adanya hubungan kekerabatan antara manusia dengan primata. Hubungan kekerabatan tersebut juga dapat dilihat antara manusia (Hominidae) dan orang utan (Pongidae). Di antara bentuk persamaan tersebut dapat Anda lihat struktur tubuhnya, antara lain:

  • mata menghadap ke depan;
  • memilki kelenjar susu yang terletak di dada;
  • memiliki struktur, jumlah, dan macam kerangka yang sama;
  • organ darah mempunyai susunan kimia yang sama;
  • bentuk rahim dengan tipe simpleks.

Manusia Purba

Sejarah evolusi manusia berikutnya dengan ditemukannya fosil manusia purba ditemukan di berbagai tempat. Penemuan tersebut dapat menunjukkan suatu perbandingan dan mengetahui perkembangan evolusi manusia yang terjadi.

1. Manusia Kera afrika selatan

Beberapa fosil evolusi manusia kera dari Afrika Selatan ditemukan oleh Raymond Dart (1829 – 1924). Beberapa penemuan tersebut antara lain Australopithecus africanus, Paranthropus robustus, Plesianthropus transvelensis. Menurut Raymond Dart, manusia kera Afrika Selatan memiliki karakteristik antara lain:

  • dapat berdiri tegak dan berjalan dengan dua kaki;
  • memiliki tinggi badan kurang lebih 1,5 meter;
  • memiliki volume otak hanya sekitar 450 – 600 cm3;
  • habitat hidup di tempat terbuka.

2. Manusia Kera Afrika Timur

Fosil evolusi manusia ini ditemukan oleh Leakey dan diberi nama Australopithecus boisai yang memiliki ciri-ciri antara lain berbadan lebih kekar, gigi, dan tulang rahang lebih kuat. Penemuan lain adalah jenis Australopithecus habilis yang memiliki ciri-ciri antara lain:

  • memiliki volume otak yang lebih besar dibandingkan evolusi manusia kera Afrika yang lain yaitu ± 650 cm3, sehingga intelegensinya lebih tinggi;
  • sudah menggunakan alat bantu untuk memotong dari batu.

3. Manusia Jawa

Fosil manusia Jawa ditemukan oleh Eugene Dubois, yang merupakan ahli anatomi dan geologi dari Belanda. E. Dubois menemukan fosil evolusi manusia tersebut di daerah Trinil, Jawa Timur pada tahun 1894. Pada tempat yang berbeda ditemukan pula fosil Evolusi Manusia Jawa jenis lain. Penemuan ini dilakukan oleh C.R. Von Koenigswald di daerah Mojokerto dan Sangiran.Hasil penemuan Koenigswald tersebut diberi nama Pithecanthropus erectus. Fosil evolusi manusia Jawa yang ditemukan tersebut memiliki ciri-ciri antara lain:

  • dapat berdiri dan berjalan dengan dua kaki;
  • memiliki volume otak kurang lebih 770 – 1000 cm3;
  • dapat berkomunikasi dengan berbicara;
  • dapat membuat alat berburu dan menggunakan api;
  • hidup kurang lebih 500.000 s.d. 300.000 tahun yang lalu.

4. Manusia peking

Penemuan fosil evolusi manusia purba berikutnya dilakukan oleh Davidson Black (Canada) dan Franz Weiden Reich (Amerika) pada tahun 1920. Penemuan manusia purba tersebut berada di Gua Kapur, Peking. Hasil penemuan tersebut diberi nama Sinanthropus pekinensis. Ciri-ciri fosil evolusi manusia Peking tersebut antara lain:

  • memiliki volume otak yang agak besar yaitu kurang lebih 900–1200 cm3;
  • diperkirakan hidup sekitar 500.000 tahun yang lalu;
  • mampu menggunakan senjata dan perkakas dari tulang dan batu;
  • sudah menggunakan api;
  • mempunyai kebudayaan yang lebih maju.

5. Homo Sapiens

Penemuan Homo sapiens oleh Eugene Dubois yaitu Homo wajakensis yang ditemukan di desa Wajak, Jawa Timur pada tahun 1889. Spesies evolusi manusia ini diperkirakan hidup kurang lebih 40.000 tahun.

Manusia Modern – Evolusi Manusia

Manusia modern memiliki ciri-ciri antara lain:

  • memiliki volume otak ± 1400 – 1500 cm3;
  • memiliki tinggi badan ± 1,6 m;
  • memiliki peradaban yang maju;
  • mempunyai peralatan yang lebih baik;
  • suka berburu;
  • sudah terdapat hubungan sosial dan upacara ritual;
  • diperkirakan hidup sekitar 100.000 – 40.000 tahun yang lalu.

Dari ciri-ciri tersebut, dapat dilihat suatu perkembangan terjadi menuju bentuk evolusi manusia yang lebih baik.

Demikian penjelasan tentang Evolusi Manusia, semoga bermanfaat. Baca juga penjelasan tentang Teori Evolusi Darwin, Proses Glikolisis, dan Jaringan Saraf, terima kasih dan semoga bermanfaat.

Kata Kunci:

hubungan sejarah manusia dengan evolusi manusia hewan tumbuhan,manusia kera dari afrika selatan evulusi,menjelaskan evolusi perkwmbangan manusia,sejarah revolusi manusia
Evolusi Manusia | Wawang Armansyah | 4.5