Hati Manusia

Sunday, December 1st, 2013 - Biologi, Materi Kuliah

Materi Kuliah: Hati Manusia – Hati manusia adalah sebuah kelenjar terbesar dan kompleks dalam tubuh, berwarna merah kecoklatan, yang mempunyai berbagai macam fungsi, termasuk perannya dalam membantu pencernaan makanan dan metabolisme zat gizi dalam sistem pencernaan.

Hati Manusia

Hati Manusia

Hati manusia

Hati manusia dewasa normal memiliki massa sekitar 1,4 Kg atau sekitar 2.5% dari massa tubuh. Letaknya berada di bagian teratas rongga abdominal, disebelah kanan, dibawah diagfragma dan menempati hampir seluruh bagian dari hypocondrium kanan dan sebagian epigastrium abdomen.

Hati manusia memiliki empat lobus yang berbeda, masing-masing bertanggung jawab untuk fungsi yang berbeda. Permukaan atas berbentuk cembung dan berada dibawah diafragma, permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan fisura transverses. Permukaannya dilapisi pembuluh darah yang keluar masuk hati.

Hati  manusia terdiri dari sebuah jaringan yang rumit dari pembuluh darah, kapiler dan sel metabolisme. Dua pembuluh darah utama terhubung ke hati, arteri hepatik dan vena portal, bertanggung jawab untuk membawa darah ke hati. Ini arteri hepatika membawa darah beroksigen dari jantung agar hati tetap sehat dan berfungsi.

Portal vena membawa darah dengan partikel makanan dicerna di dalamnya dari usus kecil, yang hati maka filter dan berubah menjadi karbohidrat, asam amino atau produk limbah. Sebenarnya produksi bahan kimia penting yang terjadi dalam sel metabolisme, yang dikelompokkan bersama dalam struktur yang disebut lobulus. Ada ribuan lobulus ini di hati manusia, yang semuanya bekerja untuk menghasilkan dan menyaring zat yang berbeda.

Fungsi Hati Manusia

Fungsi utama dari hati manusia, berikut penjelasannya:

  • Menghasilkan kolesterol tubuh

Hati manusia menghasilkan sekitar separuh kolesterol tubuh, sisanya berasal dari makanan. Sekitar 80% kolesterol yang dibuat di hati digunakan untuk membuat empedu. Kolesterol merupakan bagian penting dari setiap selaput sel dan diperlukan untuk membuat hormon-hormon tertentu (termasuk hormon estrogen, testosteron dan hormon adrenal).

Membantu proses Beta oksidasi, dimana hati manusia mampu menghasilkan asam lemak dari Asetil Koenzim A. Mengubah kelebihan Asetil Koenzim A menjadi badan keton (Ketogenesis). Mensintesa lipoprotein-lipoprotein saat transport asam-asam lemak dan kolesterol dari dan ke dalam sel, mensintesa kolesterol dan fosfolipid juga menghancurkan kolesterol menjadi garam empedu, serta menyimpan lemak.

Fungsi hati manusia dalam metabolisme protein adalah dalam deaminasi (mengubah gugus amino, NH2) asam-asam amino agar dapat digunakan sebagai energi atau diubah menjadi karbohidrat dan lemak. Mengubah amoniak (NH3) yang merupakan substansi beracun menjadi urea dan dikeluarkan melalui urin (ammonia dihasilkan saat deaminase dan oleh bakteri-bakteri dalam usus), sintesis dari hampir seluruh protein plasma, seperti alfa dan beta globulin, albumin, fibrinogen, dan protombin (bersama-sama dengan sel tiang, hati manusia juga membentuk heparin) dan transaminasi transfer kelompok amino dari asam amino ke substansi (alfa-keto acid) dan senyawa lain.

Fungsi hati manusia menjadi penting, karena hati mampu mengontrol kadar gula dalam darah. Misalnya, pada saat kadar gula dalam darah tinggi, maka hati dapat mengubah glukosa dalam darah menjadi glikogen yang kemudian disimpan dalam hati (Glikogenesis), lalu pada saat kadar gula darah menurun, maka cadangan glikogen  di hati atau asam amino dapat diubah menjadi glukosa dan dilepakan ke dalam darah (glukoneogenesis) hingga pada akhirnya kadar gula darah dipertahankan untuk tetap normal. Hati manusia juga dapat membantu pemecahan fruktosa dan galaktosa menjadi glukosa dan serta glukosa menjadi lemak.

  • Menetralisir obat-obatan dan hormon

Hati manusia dapat berfungsi sebagai penetralisir racun, yakni pada obat-obatan seperti penisilin, ampisilin, erythromisin, dan sulfonamide juga dapat mengubah sifat-sifat kimia atau mengeluarkan hormon steroid, seperti aldosteron dan estrogen serta tiroksin.

  • Sebagai fagosit

Sel-sel Kupffer’s dari hati manusia mampu memakan sel darah merah dan sel darah putih yang rusak serta bakteri.

  • Mensekresikan cairan empedu

Hati manusia merupakan salah satu organ ekskresi yang emnghasilkan cairan empedu. Empedu merupakan suatu cairan yang memiliki warna kuning kehijauan dengan komposisi garamgaram empedu, pigmen empedu, kolesterol, lesitin, lemak, dan garam organik.

Empedu berasal dari penghantar cairan dan penguraian hemoglobin eritrosit yang telah tua. Empedu yang diproduksi oleh hati akan disimpan dalam kantung empedu (vesica fellen) yang terletak di permukaan bawah hati. Empedu adalah salah satu zat yang membantu dalam proses pencernaan.

Empedu dialirkan ke usus (duodenum) melalui saluran empedu (ductus koleidokus). Empedu memiliki fungsi mengemulsi lemak garam. Empedu mampu meningkatkan kerja enzim lipase, meningkatkan penyerapan lemak, mengatur zat tidak larut dalam air menjadi zat yang larut dalam air, serta membentuk urea. Kemudian, diikat oleh nitrin dan CO2 yang kemudian membentuk sitrulin. Selanjutnya, sitrulin diubah menjadi arginin dan masuk aliran darah.

  • Mensintesis garam-garam empedu

Hati manusia dapat mensintesis garam-garam empedu digunakan oleh usus kecil untuk mengemulsi dan menyerap lemak, fosfolipid, kolesterol, dan lipoprotein.

  • Sebagai tempat penyimpanan

Selain glikogen, hati  manusia juga digunakan sebagai tempat menyimpan vitamin (A, B12, D, E, K) serta mineral (Fe dan Co). Sel-sel hati terdiri dari sebuah protein yang disebut apoferritin yang bergabung dengan Fe membentuk Ferritin sehingga Fe dapat disimpan di hati. Fe juga dapat dilepaskan jika kadarnya didarah turun.

  • Mengaktifkan vitamin D

Hati manusia dan ginjal dapat berpartisipasi dalam mengaktifkan vitamin D.

Gangguan Hati Manusia

Gangguan yang diperoleh oleh hati manusia dapat melibatkan parenkim hati. Ini termasuk hepatitis, kanker hati, dan sirosis, biasanya disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan. Mereka dapat menyebabkan kerusakan progresif sel-sel hati.

Organ ini mampu me-regenerasi untuk memperbaiki cedera parsial, tapi ini membutuhkan waktu. Jika pasien tidak menerima pengobatan atau tidak cukup komprehensif, hati manusia mungkin tidak dapat sembuh karena laju kerusakan melampaui pertumbuhan sel-sel baru.

Demikian penjelasan tentang hati manusia, semoga bermanfaat. Baca juga penjelasan tentang Transplantasi Organ, Hereditas pada Manusia, Jaringan Hewan, Materi Genetika dalam Biologi, dan Jaringan pada Tumbuhan.

Hati Manusia | Wawang Armansyah | 4.5