Batu Ginjal Penyebab dan Pencegahannya

Tuesday, January 14th, 2014 - Biologi

Batu Ginjal Penyebab dan Pencegahannya – Batu ginjal merupakan kelainan pada ginjal karena terbentuknya batu pada saluran kemih yang merupakan massa keras yang terbentuk dari pengendapan kristal yang ada di urine. Batu ini paling sering terbentuk di dalam ginjal atau ureter (saluran kemih yang menghubungkan antara ginjal dengan kandung kemih). Namun dapat juga terbentuk dalam kandung kemih ataupun uretra (saluran yang menghubungkan antara kandung kemih dan alat kelamin).

Batu Ginjal

Batu Ginjal

Batu ginjal dapat berukuran seperti sekecil ukuran pasir hingga sebesar buah anggur. Kebanyakan dari batu ginjal yang terbentuk keluar bersama dengan urine tanpa menimbulkan keluhan. Jika Batu Ginjal berukuran besar (lebih dari 2-3 mm), barulah dapat menimbulkan keluhan karena tersumbatnya saluran kemih.

Penyebab Timbulnya Batu Ginjal

Batu ginjal kebanyakan tidak diketahui penyebabnya. Namun ada beberapa macam penyakit yang dapat menyebabkan terjadinya batu ginjal, antara lain renal tubular acidosis dan medullary sponge kidney.

Jenis Batu Ginjal

Jenis batu ginjal yang paling sering (lebih dari 80 %) adalah yang terbentuk dari kristal kalsium oksalat. Pendapat konvensional mengatakan bahwa konsumsi kalsium dalam jumlah besar dapat memicu terjadinya batu ginjal. Namun, bukti-bukti terbaru malah menyatakan bahwa konsunsi kalsium dalam jumlah sedikitlah yang memicu terjadinya batu ginjal ini. Hal ini disebabkan karena dengan sedikitnya kalsium yang dikonsumsi, maka oksalat yang diserap tubuh semakin banyak. Oksalat ini kemudian melalui ginjal dan dibuang ke urine. Dalam urine, oksalat merupakan zat yang mudah membentuk endapan kalsium oksalat.

Jenis batu yang lain adalah yang terbentuk dari struvit (magnesium, ammonium, dan fosfat), asam urat, kalsium fosfat, dan sistin.

  • Batu struvit dihubungkan dengan adanya bakteri pemecah urea seperti Proteus mirabilis, spesies Klebsiela, Seratia, dan Providensia. Bakteri ini memecah urea menjadi ammonia yang pada akhirnya menurunkan keasaman urine.
  • Batu asam urat sering terjadi pada penderita gout, leukemia, dan gangguan metabolisme asambasa. Semua penyakit ini menyebabkan peningkatan asam urat dalam tubuh.
  • Batu kalsium fosfat sering berhubungan dengan hiperparatiroidisme dan renal tubular acidosis.
  • Batu sistin berhubungan dengan orang yang menderita sistinuria.

Gejala Klinis Penyakit batu Ginjal

Pada batu yang masih berukuran kecil dapat tidak memberikan gejala. Bahkan terkadang batu keluar sendiri saat buang air kecil yang sering terlihat sebagai kencing berpasir. Namun, pada batu yang berukuran lebih besar, maka dapat memberikan keluhan seperti dibawah ini:

  1. Nyeri kolik yaitu nyeri yang disebabkan karena usaha untuk mengeluarkan batu, namun tersangkut di saluran kemih. Nyeri ini dirasakan sangat hebat dan hilang timbul.
  2. Hematuria (ada darah di urine)
  3. Nyeri saat berkemih, terutama saat batu ginjal bergerak
  4. Buang air kecil sedikit, yang disebabkan tersumbatnya saluran kemih oleh batu
  5. Mual dan muntah Pemeriksaan Penunjang
  6. Foto roentgen (x-ray) abdomen yang dapat dilanjutkan dengan pemberian kontras (intravenous pielogram)
  7. Ultrasonografi, dapat dilakukan pada ibu hamil yang sebaiknya tidak dilakukan foto roentgen karena bahaya radiasinya
  8. CT-scan, merupakan baku emas pemeriksaan batu ginjal
  9. Pemeriksaan mikroskopik dari urinee, yang dapat menunjukkan adanya protein, sel darah merah, dan kristal-kristal lainnya
  10. Kultur dari urine untuk menyingkirkan adanya infeksi
  11. Pemeriksaan darah lengkap
  12. Pengumpulan urine 24 jam untuk melihat total dari urine yang keluar sehari, serta melihat kandungan magnesium, sodium, asam urat, kalsium, sitrat, oksalat, dan fosfat dalam urine secara kuantitatif.

Penatalaksanaan pada Penderita Batu ginjal

Sekitar 90 % dari Batu Ginjal yang berukuran 4 mm dapat keluar dengan sendirinya melalui urine. Namun, kebanyakan batu berukuran lebih dari 6 mm memerlukan intervensi. Pada beberapa kasus, batu yang berukuran kecil yang tidak menimbulkan gejala, dapat diobservasi selama 30 hari untuk melihat apakah dapat keluar dengan sendirinya sebelum diputuskan untuk dilakukan intervensi bedah.

Tindakan bedah yang cepat, perlu dilakukan pada pasien yang hanya mempunyai satu ginjal, nyeri yang sangat hebat, atau adanya ginjal yang terinfeksi yang pada akhirnya dapat menyebabkan kematian.

Penghilang Rasa Sakit bagi Penderita Penyakit Batu Ginjal

Obat penghilang rasa sakit yang paling cocok untuk nyeri karena batu ginjal adalah golongan narkotika seperti morfin, demerol, atau dilaudid. Namun standar saat ini untuk menghilangkan nyeri akut karena batu ginjal adalah penyuntikan ketorolak melalui pembuluh darah.

Intervensi Bedah Penderita batu Ginjal

  • Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL), tehnik ini menggunakan getaran gelombang untuk memecahkan batu dari luar sehingga batu menjadi serpihan kecil yang pada akhirnya dapat keluar dengan sendirinya.
  • Percutaneus nephrolithotomy atau pembedahan terbuka dapat dilakukan pada batu ginjal yang besar atau yang mengalami komplikasi atau untuk batu yang tidak berhasil dikeluarkan dengan cara ESWL.

Pencegahan Penyakit Batu Ginjal

  1. Minum banyak air putih sehingga produksi urine dapat mejadi 2-2,5 liter per hari
  2. Diet rendah protein, nitrogen, dan garam
  3. Hindari vitamin C berlebih, terutama yang berasal dari suplemen
  4. Hindari mengonsumsi kalsium secara berlebihan
  5. Konsumsi obat seperti thiazides, potasium sitrat, magnesium sitrat, dan allopurineol tergantung dari jenis batunya

Demikian penjelasan kami mengenai Batu Ginjal, semoga bermanfaat. Baca juga penjelasan megenai Diabetes Melitus dan Jaringan Meristem.

Batu Ginjal Penyebab dan Pencegahannya | Wawang Armansyah | 4.5