Tanaman Obat

Monday, January 13th, 2014 - Biologi Kesehatan, Biologi Pertanian, Materi Kuliah

Tanaman Obat – Tanaman obat yang mempunyai aktivitas sebagai imunomodulator antara lain echinacea, mengkudu, jahe, meniran dan sambiloto. Fungsi imunomodulator adalah memperbaiki sistem imun yaitu dengan cara stimulasi (imunostimulan) atau menekan/menormalkan reaksi imun yang abnormal (imunosupresan).

Tanaman Obat

Tanaman Obat

Tanaman Obat Echinacea purpurea

Tanaman Obat Echinacea purpurea dapat tumbuh beradaptasi dengan baik di lingkungan tropis meskipun tanaman ini berasal dari daerah sub tropis, dapat tumbuh baik pada ketinggian 450-1100 m di atas permukaan laut. Untuk pertumbuhannya diperlu-kan penyinaran matahari penuh.Industri obat tradisional Indonesia telah menggunakan dan mengimpor ekstrak echinacea, sebagai contoh pabrik jamu dan fitofarmaka telah menghasilkan beberapa produk jamu yang bahan bakunya menggunakan tanaman obat echinacea.

Echinacea purpurea

Echinacea purpurea

E. purpurea telah lama diguna-kan di Eropa dan Amerika untuk pencegahan dan pengobatan penyakit infeksi pernapasan dan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri maupun virus lainnya (herpes, konjungtivitis, stomatis, dan lain-lain). Manfaat echinacea dalam pengobatan penyakit infeksi disebabkan kemampuannya untuk berperan sebagai anti inflamasi dan imunostimulan. Tanaman obat Echinacea dapat memacu aktivitas limfosit, meningkatkan fagositosis dan menginduksi produksi interferon. Echinacea sangat berguna dalam menurunkan simtom batuk-pilek, flu dan sakit tenggorokan.

E. purpurea yang dimaksud dan direkomendasikan oleh badan-badan dunia yang mengatur tentang pengobatan seperti ditetapkan dalam Commission E Monograph, adalah preparat fresh juice (diolah secara proses dingin dari bunga segar E. purpurea yang diambil hanya bagian atasnya, dipanen pada saat bunga tanaman obat ini sedang mekar).

Tanaman obat Echinacea mengandung 7 grup komponen kimia yaitu polisaka-rida, flavonoid, asam kafeat, minyak atsiri, poliasetilen, alkilamida dan mise-laneus.Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan ekstrak tanaman obat E. purpurea yang tepat dan baik adalah:

  1. Jenis ekstrak harus sesuai dengan apa yang sudah digariskan menurut ke-tentuan secara international
  2. Proses ekstraksi tanaman obat ini harus secara proses dingin
  3. Parameter komponen terapetiknya adalah fructofuranosida dan alkilamida.
  4. Data klinis lengkap, tidak hanya dilakukan pada hewan uji.
  5. Validasi dan kualitas ekstrak harus terstandari-sasi secara internasional sehingga dapat dipertanggungjawabkan data kestabilan dan farmakologinya.

Tanaman Obat Mengkudu (Morinda citrifolia L.)

Tanaman obat mengkudu telah lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit, penggunaan yang paling umum adalah mencegah dan mengobati kanker. Beberapa penelitian ilmiah membuktikan bahwa jus mengkudu dapat meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan membantu memperbaiki kerusakan sel.

Telah diketahui bahwa salah satu komponen spesifik antrakuinon yaitu damnakantal yang secara in vitro memperlihatkan efek melawan proliferasi sel kanker pada tingkat gen. Penelitian telah menunjukkan bahwa satu komponen yang diisolasi dari buah tanaman obat mengkudu dapat mematikan sinyal dari sel tumor untuk berproliferasi. Ekstrak buah mengkudu pada berbagai konsentrasi dapat menghambat produksi tumor necrosis factor-alpha (TNF-α), yang merupakan promotor endogen tumor.

Mengkudu

Mengkudu

Jus mengkudu dapat menekan pertumbuhan kanker Lewis Lung Carcinoma (LLC), yaitu nama sejenis kanker yang diinokulasikan ke dalam tikus percobaan melalui aktivitas sistem kekebalan tubuh inang. Jus buah tanamana mengkudu juga berfungsi sebagai imunomodulator yang mempunyai efek antikanker. Hal itu disebabkan jus mengkudu mengandung substansi kaya polisakarida yang menghambat pertumbuhan tumor.

Jus mengkudu dapat menekan pertumbuhan tumor melalui aktivasi sistem kekebalan pada inang. Ekstrak buah mengkudu juga mengandung xeronin dan proxeronin yang berfungsi sebagai obat penormalan fungsi sel yang rusak, sehingga daya tahan tubuh meningkat. Xeronin juga berperan mengaktifkan kelenjar tiroid dan timus yang berfungsi dalam kekebalan tubuh.

Tanaman Obat Jahe (Zingiber officinale Rosc.)

Tanaman obat jahe biasa digunakan masyarakat sebagai obat masuk angin, gangguan pencernaan, sebagai analgesik, antipiretik, dan anti inflamasi. Berbagai penelitian ilmi-ah membuktikan bahwa jahe mempu-nyai sifat antioksidan. Beberapa komponen utama dalam jahe seperti ginge-rol, shogaol, dan gingeron dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan di atas vitamin E. Selain itu jahe juga mempunyai aktivitas antiemetik dan digunakan untuk mencegah mabuk perjalanan. Mengkonsumsi ekstrak jahe dalam minuman fungsional dan obat tradisional dapat meningkatkan ketahanan tubuh dan mengobati diare.

Jahe

Jahe

Ekstrak dari tanaman obat jahe dapat meningkatkan daya tahan tubuh yang direfleksikan dalam sistem kekebalan yaitu memberikan respon kekebalan inang terhadap mikroba pangan yang masuk ke dalam tubuh. Hal itu disebabkan ekstrak jahe dapat memacu proliferasi limfosit dan menekan lim-fosit yang mati, serta meningkatkan aktifitas fagositas makrofag.

Selain itu sebagai tanaman obat, jahe mampu menaikkan aktivitas salah satu sel darah putih, yaitu sel ”natural killer” (NK) dalam melisis sel targetnya, yaitu sel tumor dan sel yang terinveksi virus. Jahe mempunyai kapasitas sebagai anti masuk angin, suatu gejala menurunnya daya tahan tubuh sehingga mudah ter-serang oleh virus (influenza). Pening-katan aktivitas NK membuat tubuh tahan terhadap serangan virus karena sel ini secara khusus mampu menghancur-kan sel yang terinveksi oleh virus. Mengkonsumsi jahe setiap hari dapat meningkatkan aktifitas sel T dan daya tahan limfosit terhadap stress oksidatif. Komponen dalam jahe yaitu gingerol dan shogaol mempunyai aktivitas antirematik.

Tanaman Obat Meniran (Phyllanthus niruri L.)

Meniran secara empiris digunakan sebagai tanaman obat gonorrhea, infeksi saluran kencing, sakit perut, sakit gigi, demam, batu ginjal, diuretik, diabetes dan desentri. Terdapat beberapa dua jenis meniran yang banyak dijumpai dan digunakan sebagai obat, adalah P. niruri dan P. urinaria. Komponen aktif metabolit sekunder dalam meniran adalah flavonoid, lignan, iso-lignan, dan alkaloid.

Meniran

Meniran

Komponen yang bersifat imunomodulator adalah dari golongan flavonoid, golongan flanoid mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh hingga mampu menangkal serangan virus, bakteri atau mikroba lainnya. Ekstrak P. niruri bekerja sebagai imunomodulator yang dapat digunakan sebagai terapi adjuvan (penunjang) untuk beberapa penyakit infeksi.

Tanaman Obat Sambiloto (Androgaphis paniculata)

Produksi dan mutu simplisia sambiloto sangat dipengaruhi oleh kon-disi agroekologi. Dari hasil analisis mu-tu, tanaman obat sambiloto di tanam di dataran tinggi menujukkan kadar sari yang larut dalam air mempunyai kadar yang lebih tinggi dibandingkan dataran rendah. Kadar sari yang larut dalam air menunjukkan indikasi adanya kandungan zat berkhasiat da-lam suatu tanaman yang terlarut.

Sambiloto

Sambiloto

Komponen aktif dari sambiloto yaitu andrographolide, 14-deoxyandro-grapholide dan 14-deoxy-11,12-dide-hydroandrographolide yang diisolasi dari ekstrak metanol mempunyai efek imunomodulator dan dapat menghambat induksi sel penyebab HIV. Komponen–komponen tersebut meningkatkan proliferasi dan induksi IL-2 limfosit perifer darah manusia.

Dengan penambahan dosis tanaman obat sambiloto akan menaikkan heterofil, kenaikkan tersebut diduga berkaitan erat dengan fungsi ganda dari sambiloto sebagai imunosupresan dan imunostimulan. Heterofil merupakan salah satu komponen sistem imun yaitu sebagai penghancur bahan asing yang masuk ke dalam tubuh.

Tanaman Obat Sambiloto dapat merangsang sistem imun tubuh baik berupa respon antigen spesifik maupun respon imun non spesifik untuk kemudian menghasilkan sel fagositosis. Respon antigen spesifik yang dihasilkan akan menyebabkan diproduksinya limfosit dalam jumlah besar terutama limfosit B. Limfosit B akan menghasilkan antibodi yang merupakan plasma glikoprotein yang akan mengikat antigen dan merangsang proses fagositosis.

Demikian penjelasan tentang Tanaman Obat, semoga bermanfaat. Baca juga penjelasan mengenai Penyakit Ginjal dan Jaringan Meristem.

Oleh: Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatik

Kata Kunci:

cara membaca zingiber officinale,tanaman yang bisa menghancur kan sel kanker,komponen yang berperan sebagai imunomodulator dan mekanisme dari astragalus,komponen yang berperan sebagai imunomodulator,komponen yang berperan dalam imunomodulator supresan Astrogalus mekanisme,komponen yang berperan dalam astragalus,komponen tanaman astragalus yang berperan sebagai imunomodulator,komponen imunomodulator dan mekanismenya pada astrogalus,komponen astragalus yang berfungsi sebagai imunomodulator,fungsi immunostimulan pada tanaman obat
Tanaman Obat | Wawang Armansyah | 4.5