Anatomi Ginjal

Friday, July 18th, 2014 - Anatomi, Materi Kuliah

Anatomi Ginjal pada Manusia – Anatomi ginjal terselubungi oleh suatu lapis jaringan fibrosa yang disebut hilum yang tampak halus akan tetapi kuat. Lapisan ini menyelubungi ginjal dengan sangat ketat, tetapi dapat terbuka dengan mudah. Di bawah lapisan tersebut maka dapat terlihat ginjal dengan permukaannya yang halus dan berwarna merah tua.

Anatomi Ginjal

Anatomi Ginjal

Lihat juga:

Anatomi Ginjal

Di Tengah-tengah ginjal terdapat rongga yang disebut sinus, rongga tersebut juga terlapisi oleh hilum. Segala benda seperti pembuluh darah dan duktus ekskretorik akan memasuki ginjal melalui fisura tersebut. Duktus ekskretorik ginjal, ureter setelah masuk ke dalam ginjal akan melebar seperti sebuah kerucut, struktur ini dinamakan pelvis. Pelvis akan bercabang menjadi dua atau tiga percabangan yang akan memisah lagi yang disebut dengan calices atau infundibula; semua struktur tersebut berada di dalam rongga ginjal yang terlihat seperti pada gambar anatomi ginjal.

Bagian korteks dari anatomi ginjal berwarna merah muda, lunak, granular, dan mudah terlaserasi. Bagian yang memisah sisi-sisi dari dua piramid dimana arteri dan nervus masuk, dan dimana vena dan kelenjar limfe keluar dari ginjal disebut cortical coloumn atau columna Bertini; sementara porsi yang menghubungkan antara satu cortical coloumn dengan yang lainnya disebut cortical arch dengan kedalaman yang bervariasi dari 0,8-1,3 cm.

Bagian medulla dari ginjal, seperti yang telah ditulis sebelumnya, berwarna merah, striated, dan memiliki massa berbentuk kerucut, pyramids of Malpighi yang jumlahnya bervariasi dari 8-18 bergantung pada pembentukan lobus organ pada masa embrional.

Berdasarkan anatomi ginjal yang dimiliki manusia, tubuli uriniferi yang membentuk sebagian besar dari ginjal mulai dari korteks ginjal, lalu membentuk suatu sirkuit melalui korteks dan medulla, dan akhirnya berakhir di apeks Malpighian pyramids dimana cairan yang berada di dalam tubulus tersebut mengalir ke kaliks yang berada di dalam sinus ginjal.

Capsule of Bowman Ginjal

anatomi-ginjal

Bila permukaan dari salah satu papila diamati, maka dapat terlihat bahwa permukaan papila tersebut bertaburkan dengan depresi-depresi yang berjumlah 16-20, dan bila sediaan ginjal yang segar diberi tekanan maka dapat terlihat cairan yang terpancarkan dari depresi-depresi tersebut. Depresi-depresi tersebut bermula di korteks sebagai Malphigian bodies, Badan-badan tersebut hanya terdapat pada bagian korteks ginjal. Setiap badan tersebut terbagi atas dua bagian yaitu suatu gumpalan pembuluh darah, Malphigian tuf dan suatu membran pembungkus, Malphigian capsule, atau capsule of Bowman.

Tubuli uriniferi yang bermula pada Malphigian bodies dalam perjalanannya melewati korteks dan medulla dari anatomi ginjal. Setelah melewati Malphigian capsule akan ada suatu penyempitan yang disebut neck atau leher dari tubulus tersebut. Setelah itu maka tubulus akan berbelit pada bagian korteks membentuk proximal convoluted tubule. Dalam perjalanannya ke daerah medulla tubulus membentuk suatu spiral yang disebut spiral tube of Schachowa.

Pada daerah medulla, tubulus tiba-tiba mengecil dan melandai ke dalam piramid dengan kedalaman yang bervariasi membentuk descending limb of Henle’s loop; lalu tubulus akan melengkung naik (loop of Henle), membesar membentuk ascending limb of Henle’s loop dan kembali memasuki ke korteks. Ascending limb of Henle lalu membentuk distal convoluted tubule yang menyerupai proximal convoluted tubule; ini akan berakhir dengan suatu lengkungan yang memasuki collecting tube.

Demikian penjelasan singkat mengenai anatomi ginjal pada manusia. Penjelasan ini saya peroleh dari sumber yang saya cantumkan di bawah ini dimanan menjelaskan tentang anatomi pada ginjal yang dimiliki oleh manusia. Semoga bermanfaat.

Sumber:
(Universitas Sumatera Utara)
(Gray, 1995)
(Netter, 2003)
(Belajar Bagus)

Anatomi Ginjal | Wawang Armansyah | 4.5