Anatomi Hidung

Sunday, August 3rd, 2014 - Anatomi, Materi Kuliah

Anatomi Hidung pada Bagian Muka Manusia – Anatomi hidung merupakan potongan atau pembagian dari hidung yang menunjukkan dengan jelas bagian-bagian dari hidung itu sendiri. Salah satunya bagian rongga hidung atau kavum nasi berbentuk terowongan dari depan ke belakang dipisahkan oleh septum nasi dibagian tengahnya sehingga menjadi kavum nasi kanan dan kiri. Berdasarkan anatomi hidung, setiap kavum nasi mempunyai 4 buah dinding yaitu dinding medial, lateral, inferior dan superior.

Anatomi Hidung

Anatomi Hidung

Lihat juga:

Bagian dari kavum nasi yang letaknya sesuai ala nasi, tepat dibelakang nares anterior, disebut sebagai vestibulum. Vestibulum ini dilapisi oleh kulit yang memiliki banyak kelenjar sebasea dan rambut-rambut yang disebut dengan vibrise.

Septum Nasi [Anatomi Hidung]

Dinding medial rongga hidung adalah septum nasi. Septum dibentuk oleh tulang rawan, dilapisi oleh perikondrium pada bagian tulang rawan dan periostium pada bagian tulang sedangkan diluarnya dilapisi juga oleh mukosa hidung.

Bagian tulang dari anatomi hidung terdiri dari:

  1. Lamina perpendikularis os etmoid yag terletak pada bagian supero-posterior dari septum nasi dan berlanjut ke atas membentuk lamina kribriformis dan Krista gali.
  2. Os Vomer terletak pada bagian postero-inferior. Tepi belakang os vomer merupakan ujung bebas dari septum nasi.
  3. Krista nasiis os maksila, pada tepi bawah os vomer melekat pada krista nasiis os maksila dan os palatina.
  4. Krista nasiis os palatine.

Bagian tulang rawan dari anatomi hidung terdiri dari:

  • Kartilago septum (kartilago kuadrangularis)

Kartilago septum melekat dengan erat pada os nasi, lamina perpendikularis os etmoid, os vomer dan krista nasiis os maksila oleh serat kolagen.

  • Kolumela

Kedua lubang berbentuk elips disebut nares, dipisahkan satu sama lain oleh sekat tulang rawan dan kulit yang disebut kolumela.

Dinding lateral rongga dari anatomi hidung dibentuk oleh permukaan dalam prosesus frontsalis os maksila, os lakrimalis, konka inferior dan konka media yang merupakan bagian dari os etmoid, konka inferior, lamina perpendikularius os palatum, dan lamina pterigoides medial. Pada dinding lateral terdapat empat buah konka. Yang terbesar dan letaknya paling bawah ialah konka inferior, kemudian yang lebih kecil adalah konka media, yang lebih kecil lagi konka superior, sedangkan yang terkecil ialah konka suprema dan konka suprema biasanya rudimenter.

Konka inferior merupakan tulang tersendiri yang melekat pada os maksila dan labirin etmoid, sedangkan konka media, superior, dan suprema merupakan bagian dari labirin etmoid. Diantara konka-konka dan dinding lateral hidung terdapat rongga sempit yang dinamakan dengan meatus. Tergantung dari letak meatus, ada tiga meatus yaitu meatus inferior, medius dan superior. Dinding inferior merupakan dasar dari anatomi hidung yang dibentuk oleh prosesus palatina os maksila dan prosesus horizontal os palatum.

Dinding superior atau atap pada anatomi hidung terdiri dari kartilago lateralis superior dan inferior, os nasi, prosesus frontalis os maksila, korpus os etmoid dan korpus os sphenoid. Sebagian besar atap hidung dibentuk oleh lamina kribrosa yang dilalui filament-filamen n.olfaktorius yang berasal dari permukaan bawah bulbus olfaktorius berjalan menuju bagian teratas septum nasi dan permukaan kranial konka superior.

Perdarahan atau Sirkulasi Darah pada Anatomi Hidung

Bagian postero-inferior septum nasi diperdarahi oleh arteri sfenopalatina yang merupakan cabang dari arteri maksilaris (dari arteri karotis eksterna). Septum bagian antero-inferior diperdarahi oleh arteri palatina mayor (juga cabang dari arteri maksilaris) yang masuk melalui kanalis insisivus.

Arteri labialis superior (cabang dari arteri fasialis) memperdarahi septum bagian anterior mengadakan anastomose membentuk pleksus Kiesselbach yang terletak lebih superfisial pada bagian anterior septum. Daerah anatomi hidung ini disebut juga Little’s area yang merupakan sumber perdarahan pada epistaksis.

Arteri karotis interna memperdarahi septum nasi bagian superior melalui arteri etmoidalis anterior dan superior.

Bagian bawah rongga hidung mendapat perdarahan dari cabang arteri maksilaris interna, diantaranya ialah ujung arteri palatina mayor dan arteri sfenopalatina yang keluar dari foramen sfenopalatina bersama nervus sfenopalatina dan memasuki rongga hidung di belakang ujung posterior konka media. Bagian depan pada anatomi hidung mendapat perdarahan dari cabang-cabang arteri fasialis.

Vena sfenopalatina mengalirkan darah balik dari bagian posterior septum ke pleksus pterigoideus dan dari bagian anterior septum ke vena fasialis. Pada bagian superior vena etmoidalis mengalirkan darah melalui vena oftalmika yang berhubungan dengan sinus sagitalis superior.

Persarafan dari Anatomi Hidung

Bagian antero-superior septum nasi mendapat persarafan sensori dari nervus etmoidalis anterior yang merupakan cabang dari nervus nasosiliaris yang berasal dari nervus oftalmikus (n.V1). Sebagian kecil septum nasi pada antero-inferior mendapatkan persarafan sensori dari nervus alveolaris cabang antero-superior. Sebagian besar septum nasi lainnya mendapatkan persarafan sensori dari cabang maksilaris nervus trigeminus (n.V2).

Nervus nasopalatina mempersarafi septum bagian tulang, memasuki rongga hidung melalui foramen sfenopalatina berjalan berjalan ke septum bagian superior, selanjutnya kebagian antero-inferior dan mencapai palatum durum melalui kanalis insisivus yang terlihat sesuai bagian dari anatomi hidung.

Sistem Limfatik Hidung

Aliran limfatik hidung berjalan secara paralel dengan aliran vena. Aliran limfatik yang berjalan di sepanjang vena fasialis anterior berakhir pada limfe submaksilaris.Anatomi hidung sangatlah bermanfaat untuk mengetahui bagian-bagian dari sebuah organ yang sangat berfungsi dalam proses pernapasan manusia demi melangsungkan kehidupannya.

Sumber:
(Corbrigde,1998).
(Belajar Bagus, 2014)
(Ballenger 1997;Hilger 1989).
(Hollinshead 1996; Corbridge 1998).
(Lund 1997; Corbridge 1998)
(Netter F)
(Universitas Sumatera Utara)

Kata Kunci:

anatomi hidung dan palatum,bagian hidung OS lakrimal,Definisi anterosuperior,letak tulang konka inferior,Materi foramen di hidung,os dan kartilago septum adalah,os maxillaris dibentuk oleh prosesus,pembagian hidung secara anatomi
Anatomi Hidung | Wawang Armansyah | 4.5