Daun Afrika

Sunday, September 14th, 2014 - Biologi Kesehatan, Biologi Pertanian, Materi Kuliah

Daun Afrika – Daun Afrika (Vernonia amygdalina Delile.) suku Asteraceae banyak tumbuh di benua Afrika bagian barat terutama di Nigeria. Di Cina daun Afrika telah dikenal sejak dahulu oleh masyarakat sebagai tanaman obat yang sangat mujarab. Mereka menyebutnya Nan Fei Shu, di sebagian daratan Cina ada yang menyebut Nan Hui Ye, tanaman ini dahulu digunakan oleh kalangan petinggi di lingkungan kekaisaran sebagai obat untuk berbagai penyakit.

Daun Afrika

Daun Afrika

Daun Afrika

Pada tahun 2008 di Asia Tenggara, terutama di Malaysia dan Singapura daun Afrika sudah banyak digunakan. Sebagian masyarakat di Malaysia menyebutnya dengan daun kupu-kupu, kegunaan yang paling utama adalah untuk pengobatan diabetes, hipertensi, gout, dan kanker.

Di Jawa tanaman ini dikenal dengan daun pahit dan di Padang dikenal dengan nama daun insulin. Pada tahun 2009 di Bogor, telah dilakukan pembudidayaan tanaman daun Afrika. Tanaman ini mudah tumbuh pada daerah yang mempunyai curah hujan cukup tinggi.

daun-afrika-1

Penyakit yang dapat Diobati oleh Daun Afrika

Vernonia amygdalina Delile, mengandung senyawa golongan saponin, flavonoid, sesquiterpen lakton dan glikosida steroid. Daun ini berguna sebagai bahan baku obat  Penyakit kardiovaskular termasuk di dalamnya penyakit jantung adalah salah satu penyakit degeneratif yang paling berbahaya. Gagal Jantung Kongestif (GJK) (Congestive Heart Failure, CHF) adalah salah satu di antara penyakit jantung penyebab gagalnya sirkulasi darah sehingga menyebabkan retensi cairan tubuh dan edema (dropsy). GJK juga merupakan keadaan di mana jantung gagal memenuhi kebutuhan tubuh akan oksigen untuk melangsungkan metabolik tubuh karena jantung gagal memompa darah ke sistem sirkulasi sistemik secara adekuat.

Masih banyak masyarakat bahkan kalangan terdidik menafsirkan GJK sama dengan serangan jantung (heart attack) atau infarksi miokardium, meskipun kerusakan otot miokardium yang mendadak dan komplikasi infarksi miokardium bisa saja merupakan salah satu penyebab GJK. GJK lebih bersifat perlahan dan biasanya kambuhan (paroksismal), sangat tergantung pada kondisi fisik penderita. GJK mempengaruhi 1-2% populasi dan lebih umum terjadi pada orang lanjut usia dengan prevalensi yang lebih tinggi.

Secara biokimia, keluaran jantung dapat ditingkatkan dengan memperkuat kontraksi otot jantung (tindakan inotropik positif). Strategi ini melibatkan obat-obatan yang mengontrol retensi garam dan air, mengurangi beban kerja jantung, dan meningkatkan kekuatan daya kontraksi jantung.

Salah satu bahan alam yang kemungkinan memiliki efek inotropik dan kronotropik karena memiliki kandungan glikosida steroid adalah daun Afrika. Di Nigeria, diperoleh hasil penelitian berupa suatu senyawa vernonioside dari daun afrika yang memiliki kemiripan struktur dengan digoksin. Karena kemiripan struktur antara digoksin dan vernonioside, sehingga vernonioside diduga memiliki khasiat inotropik dan kronotropik. Pada vernonioside terdapat komponen gula dan steroid serta cincin lakton yang diduga berkhasiat inotropik dan kronotropik.

daun-afrika-2

Struktur glikosida jantung terdiri dari komponen karbohidrat (gula) yang mengandung tiga atau empat monosakarida dan steroid (genin atau aglikon) dengan cincin lakton yang terikat pada atom C-17. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk menguji efek inotropik dan kronotropik ekstrak etanol daun Afrika.

Demikian penjelasan mengenai daun afrika yang memiliki manfaat dalam membantu mengobati berbagai macam penyakit. Ada beberapa daun yang manfaatnya hampir sama dengan daun afrika, misalnya daun insulin.

Sumber:
(Belajar Bagus)
(Anonim, 2010).
(Ijeh dan Ejike, 2010)
(Ibrahim, et al., 2004).
(Harahap dan Hadisahputra, 1995).

Kata Kunci:

kandungan senyawa kimia daun afrika beserta mekanisme kerjanya
Daun Afrika | Wawang Armansyah | 4.5