Daun Pegagan

Monday, September 22nd, 2014 - Biologi Kesehatan, Biologi Pertanian

Daun Pegagan (Centella asiatica) – Daun pegagan merupakan salah satu tanaman yang banyak digunakan sebagai obat tradisional yang berasal dari tumbuhan yang bernama pegagan (Centella asiatica (L) urban). Nama lokal pegagan yaitu daun kaki kuda atau antanan (Indonesia), pegaga (Aceh), pengaga, daun pengaga, kaki kuda, rumput kaki kuda (Melayu), pegago, pugago (Minangkabau), antanan bener, antanan gede, antanan rambat, ki antanan, cowet gompeng (Sunda), gagan-gagan, ganggagan, kerok batok, panegowang, panigowang, pacul gowang, rendeng, calingan rambat (Jawa), gan-ganan, kos-tekosan (Madura), pengaga, piduk, tapak kuda, tapal kuda (Bali), pegaga, wisu-wisu (Makassar), cipubalawo, daun tungke-tungke (Bugis), kuku kuda (Medano), sarowati, kori-kori (Halmahera), kolitidi menora (Ternate), dogauke, gogauke, dan sandanan (Papua).

Daun Pegagan

Daun Pegagan

Baca juga:

Daun Pegagan

Obat tradisional yang banyak digunakan dapat berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti daun pegagan maupun yang berasal dari hewan. Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang kita sejak berabad-abad yang lalu. Obat tradisional yang terbuat dari suatu tanaman seperti daun pegagan merupakan sumber utama yang digunakan sebagai obat-obat baru, termasuk obat kontrasepsi. Berbagai jenis tumbuhan liar di Indonesia dapat dimanfaatkan sebagai bahan alam untuk membuat obat kontrasepsi. Obat-obat tersebut diharapkan aman jika dikonsumsi oleh masyarakat tanpa menimbulkan efek samping yang membahayakan.

Salah satu manfaat dari daun pegagan sebagai alternatif obat kontrasepsi. Kontrasepsi yang ideal harus memenuhi beberapa syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Dapat dipercaya
  2. Tidak menimbulkan efek yang mengganggu kesehatan
  3. Daya kerjanya dapat diatur menurut kebutuhan (reversibel)
  4. Tidak dapat menimbulkan gangguan sewaktu coitus
  5. Tidak memerlukan motivasi terus menerus
  6. Mudah pelaksanaannya
  7. Murah harganya sehingga dapat dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat.

Untuk saat sekarang masyarakat lebih memilih alternatif menggunakan obat tradisional dari daun pegagan karena dianggap relatif lebih murah (dapat terjangkau oleh semua lapisan masyarakat), efisien dan lebih aman dari efek samping dibandingkan dengan obat sintetik.

daun-pegagan-1

Daun pegagan (Centella asiatica (Linn) urban) atau Hydrocotyle asiatica, Linn atau Pasequinus, Rumph, telah lama dimanfaatkan sebagai obat tradisional baik dalam bentuk bahan segar, kering maupun dalam bentuk ramuan. Tanaman ini telah terbukti memiliki efek farmakologi yang telah terbukti dari beberapa penelitian, di Australia daun pegagan telah banyak dimanfaatkan sebagai obat untuk penyembuhan luka, radang, reumatik, asma, wasir, tuberculosis, lepra, disentri, demam, dan penambah selera makan. Selain itu, pegagan juga mudah didapat yang banyak ditemukan didaerah perkebunan, ladang, tepi jalan, pematangan sawah ataupun di ladang yang agak basah.

Pada penelitian yang telah di lakukan, bahwa ekstrak daun pegagan pada dosis rendah 75 mg/kg BB dapat meningkatkan jumlah folikel pada ovarium betina, sedangkan pada dosis tinggi 100 mg/kg BB dan 125 mg/kg BB pegagan dapat menyebabkan folikel-folikel atresia pada ovarium mencit betina.

Sedangkan pada penelitian lain, ekstrak daun pegagan pada dosis 125 mg/kg BB, 200 mg/kg BB, dan 275 mg/kg BB dapat menurunkan perkembangan folikel ovarium mencit, sehingga dapat dijadikan sebagai bahan antifertilitas atau kontrasepsi alamiah.

Sekian penjelasan mengenai daun pegagan yang dapat dimanfaatkan sebagai obat kontrasespsi alternatif yang berasal dari alam, semoga bermanfaat.

Sumber:
(Achmad, S.A, 2008).
(Agustina, 2008).
(Besung, 2009).
(Fitriyah, 2009).
(Kristanti. A.N, 2010).
(Biologi Sel.)

Kata Kunci:

efek samping daun pegagan,persamaan centela asiatika,tegese pacul gowang pinggir
Daun Pegagan | Wawang Armansyah | 4.5