Daun Saga

Sunday, September 14th, 2014 - Biologi Kesehatan, Biologi Pertanian, Materi Kuliah

Daun saga juga mengandung abrin yang bersifat sangat toksik, padahal daun saga banyak dimanfaatkan secara tradisional untuk mengobati berbagai penyakit. Pada daun saga terdapat senyawa abrin, selain abrin, pada daun saga juga terdapat senyawa flavonoid dan glisirhizin yang telah diketahui mempunyai aktivitas sebagai antioksidan.

Daun Saga

Daun Saga

Daun Saga

Saga merupakan pohon yang memiliki biji kecil berwarna merah dengan batang pohon yang tinggi, dan daun saga yang lebih kecil. Pohon Saga merupakan pohon yang memiliki banyak fungsi jika dimanfaatkan bagian dari pohon tersebut misalnya kayunya digunakan untuk bahan kayu bakar oleh ibu rumah tangga, daunnya digunakan sebagai bahan pupuk dan bijinya dapat dibuat menjadi bahan kerajinan tangan.

Pohon saga dapat hidup dengan baik di tempat-tempat yang terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung baik di dataran rendah maupun dataran tinggi, yakni pada ketinggian 1 – 600 m di atas permukaan laut. Perawatan tanaman saga tidak terlalu sulit. Untuk mendapatkan tanaman yang tumbuh dengan baik dan sehat, media tanam atau lahan yang akan ditanami harus subur, gembur, dan drainase diatur dengan baik.

Reproduksi Tanaman Saga

Tanaman saga mulai berbuah pada umur lima tahun dan berproduksi tiga kali setahun sampai berumur 25-30 tahun. Dari saat berbunga sampai polong buahnya tua diperlukan waktu kira-kira 3.5-4 bulan. Produksi biji kering per pohon per tahun 1-150 kilogram. Daun saga (Abrus Precatorius L.) merupakan daun tanaman yang banyak digunakan secara tradisional sebagai obat di banyak negara, diantaranya untuk mengobati epilepsi, batuk dan sariawan.

Buah Tanaman Saga

Buah Tanaman Saga

Daun saga (Abrus cantoneinsis) juga dilaporkan banyak mengandung senyawa flavonoid, disamping itu Abrus pulchellus juga banyak dilaporkan karena dapat berfungsi sebagai immunoconjugates dan potensial sebagai therapeutic agent dan memberikan respon imun non spesifik secara in vitro.

Peranan antioksidan pada daun saga sangat penting dalam meredam efek radikal bebas yang berkaitan erat dengan terjadinya penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, jantung koroner, diabetes dan kanker yang didasari oleh proses biokimiawi dalam tubuh. Radikal bebas yang dihasilkan secara terus menerus selama proses metabolisme normal, dianggap sebagai penyebab terjadinya kerusakan fungsi sel-sel tubuh yang akhirnya menjadi pemicu timbulnya penyakit degeneratif.

Reaksi radikal bebas secara umum dapat dihambat oleh antioksidan tertentu baik alami seperti dengan menggunakan ekstrat daun saga maupun sintetis. Sebahagian besar antioksidan alami berasal dari tanaman, antara lain berupa senyawaan tokoferol, karatenoid, asam askorbat, fenol, dan flavonoid.

Biji Tanaman Saga

Biji Tanaman Saga

Ekstraksi daun saga dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol menghasilkan ekstrak dengan rendemen masing-masing 2,73%; 4,08% dan 18,10% terhadap berat kering. Berat sampel segar yang digunakan adalah 649 g. Sampel dikeringanginkan dan dihaluskan sehingga diperoleh bubuk sampel kering sebanyak 283 g.

Eekstrak n-heksan daun saga mengandung senyawa steroid, ekstrak etil asetat mengandung senyawa flavonoid dan steroid, sedangkan ekstrak metanol mengandung senyawa steroid. Senyawa fenolik dan saponin tidak ditemukan pada ketiga ekstrak daun saga (Abrus precatorius, L). Hal ini terbukti dari sebuah penelitian yang menunjukkan tidak terbentuknya busa pada uji saponin dan tidak terbentuknya warna hijau, biru atau ungu dalam pengujian senyawa fenolik.

Demikian materi yang menjelaskan mengenai daun saga, semoga bermanfaat. Lihat juga penjelasan daun sambiloto

Adapun sumber penjelasan materi ini:
Universitas Sumatera Utara.
Bagian Kimia, Fakultas Kedokteran, Universitas YARSI, Jakarta 10510, Indonesia.
Belajar Bagus.

Kata Kunci:

daun saga,daun saga hidup,Daun saga menurut kunci determinasi,keterangan pada daun saga,kunci determinasi abrus precatorius,tumbuhan saga hidup dimana
Daun Saga | Wawang Armansyah | 4.5