Fungsi Nukleus

Friday, September 12th, 2014 - Biologi, Pendidikan

Fungsi Nukleus – Fungsi nukleus sangat penting bagi sebuah sel. Nukleus atau biasa disebut dengan inti sel ditemukan oleh seorang ilmuan yang bernama Robert Brown sekitar tahun 1833. Ilmuwan Skotlandia ini yang pertma kali menemukan nukleus atau inti sel pada sayatan sel anggrek, Inti sel disebutnya sebagai nukleus. Nukleus ini merupakan struktur sel yang sangat penting bagi kehidupan organisme.

Penemu Nukleus

Penemu Nukleus [Robert Brown]

Nukleus biasanya berbentuk oval atau bulat yang terletak pada bagian tengah dari sebuah sel. Di dalam nucleus atau inti sel terdapat bagian yang ukurannya lebih kecil yang disebut nukleolus dan benang kromosom. Cairan ini tersusun atas air, protein , dan mineral.

Kromosom di dalam nukleus merupakan pembawa sifat menurun atau genetik yang di dalamnya terdapat DNA (deoxyribo nucleic acid) atau RNA (ribo nucleic acid). Inti sel (nukleus) diselubungi membrane luar dan dalam yang terdiri atas nukleoplasma dan kromosom. Fungsi nukleus sebagai pusat pengatur setiap kegiatan sel.

Berikut spesifikasi dari fungsi nukleus yang terdapat di tengah sebuah sel:

Fungsi Nukleus atau Inti Sel

Sebuah nukleus mampu untuk melakukan transkripsi gen yang dipisahkan dari tempat transkripsi di sitoplasma. Fungsi utama nukleus adalah untuk mengontrol ekspresi gen dan mereplikasi DNA di dalam sel. Fungsi nukleus hewan dan nukleus tanaman hampir sama. Hal ini karena fungsi dikategorikan berdasarkan sifat sel prokariotik dan eukariotik. Jenis sel tumbuhan dan sel hewan keduanya eukariotik.

Struktur Nukleus

Struktur Nukleus

1. Pengelompokan dalam Sel

Nukleus mampu mengatur apa yang ada di dalamnya, dan menyalinnya ke sitoplasma yang biasa diperlukan. Kompartementalisasi sel adalah fungsi dari selubung nuklir. Ini diperlukan untuk mengontrol kinerja membran inti. Hal ini menuntut pemisahan isi inti dari sitoplasma dalam rangka mempertahankan identitas inti.

Fungsi nukleus untuk mengendalikan gen yang ditranskripsi, sel memisahkan beberapa protein faktor transkripsi yang bertanggung jawab mengatur ekspresi gen dari akses ke DNA sampai diaktifkan. Lapisan nukleus atau inti juga memisahkan proses sitoplasma dari proses inti dan mencegah terjemahan mRNA unspliced (tak tersambung), yang merupakan produk dari proses penyambungan mRNA.

2. Pengolahan Pra-mRNA

Fungsi nukleus lainnya yaitu terjadi sintesis molekul mRNA, juga dikenal sebagai transkrip primer mengalami modifikasi pasca transkripsi sebelum diekspor ke sitoplasma. Modifikasi transkripsi pasca terjadi di nukleus dan melibatkan berbagai proses biologis seperti 3 ‘poli adenylation, 5’ kap dan penyambungan RNA. Ini proses penting yang diperlukan sebelum memulai penerjemahan. Sementara di inti, pra-mRNA dikaitkan dengan berbagai protein pada kompleks yang dikenal sebagai partikel heterogen ribonucleoprotein. Fungsi nukleus juga sebagai tempat terjadinya sintesis ribosom.

3. Ekspresi Gen

Nukleus merupakan tempat untuk melakukan transkripsi, nukleus mengandung berbagai macam protein yang mengatur proses transkripsi. Salah satu fungsi nukleus yang paling penting adalah ekspresi gen melalui transkripsi DNA. Dengan demikian, inti merupakan tempat transkripsi. Ini melibatkan aktivitas dari berbagai jenis protein yang membantu dalam pembalikan dari DNA, sintesis molekul RNA tumbuh, super melingkar DNA dan akhirnya memasuki proses transkripsi yang sebenarnya. Protein dan faktor lain yang membantu dan mengatur transkripsi helikase, RNA pol, topoisomerase, dan faktor transkripsi.

Fungsi dari sebuah nukleus sangatlah signifikan bagi sel. Karena nukleus merupakan pusat dari segala fungsi yang dilakukan oleh sel organisme.

Baca juga fungsi-fungsi lain seperti fungsi empedu.

Sumber: Penulis Belajar Bagus.

Kata Kunci:

fungsi nukleus,ekspresi gen nukleus
Fungsi Nukleus | Wawang Armansyah | 4.5