Jamur Tiram Putih

Sunday, October 5th, 2014 - Biologi, Pendidikan

Jamur Tiram Putih – Jamur tiram putih merupakan salah satu produk yang sekarang sedang diminati masyarakat baik sebagai makanan maupun obat. Budidaya jamur tiram putih selama ini masih sering dilakukan di dataran tinggi karena ekologi yang dikehendaki adalah suhu rendah dengan tingkat kelembaban yang tinggi. Jamur tiram putih sudah banyak dikenal oleh konsumen sehingga telah memiliki pasar yang baik.

Jamur Tiram Putih

Jamur Tiram Putih

Jamur Tiram Putih

Jamur tiram putih ini memiliki sifat menetralkan racun dan zat radioaktif dalam tanah. Khasiat kesehatan adalah menghentikan pendarahan dan mempercepat pengeringan luka pada permukaan tubuh, mencegah penyakit diabetes militus, dan memperlancar buang air besar. Oleh karena itu, banyak masyarakat yang mengkonsumsi jamur tiram putih ini. Potensi jamur tiram sangat baik, sehingga banyak dari penduduk yang kemudian mulai membudidayakan jamur tiram putih ini.

Budidaya Jamur Tiram Putih

Jamur tiram putih merupakan salah satu jamur kayu yang sekarang telah banyak dibudidayakan orang. Media tanam atau substratnya yang sudah umum digunakan adalah gergajian kayu alba (sengon), tetapi sembarang gergajian kayu sebetulnya dapat digunakan, tentunya kayu yang tidak beracun, kemudian di campur dengan bahan-bahan yang lain dengan berbandingan tertentu.Adapun proses budidaya jamur tiram putih adalah sebagai berikut:

A. Bahan dan Alat

1. Bahan

Bahan media tanam untuk jamur tiram putih adalah gergajian kayu (serbuk)dicampur dengan bahan-bahan dibawah ini dengan perbandingan sebagai berikut:

  • Serbuk Gergaji100 kg
  • Bekatul atau dedak halus10-15kg
  • Kalsium carbonat/ kapur (CaCO3)0,5kg
  • Gips (CaSO4)0,5kg
  • Pupuk TSP0,5 kg
  • Bibit 25kantong
  • Air secukupnya

Disamping itu perlu disiapkan bahan-bahan yaitu kantong plastok tahan panas (ukuran 03 atau 04, 15 x 25 cm atau 17 x 30 cm), karet pengikat, potongan kertas koran, potongan pipa pralon (diameter 1” dan lebar 1 cm).

2. Alat

  • Alat-Alat pencampur seperti sekop dan cangkul
  • Alat sterilisasi berupa drum perebus dengan tutup dan sarangan, sumber  panas (kompor minyak/ briket batu bara)

B. Proses Pengomposan Media Jamur Tiram Putih

Sebelum ditanam bibit, bahab-bahan media tanam tersebut di komposkan terlebih dahulu selama 15 hari dengan tahapan sebagai berikut:

  1. Serbuk gergaji yang telah benar-benar kering direndam dengan air bersih didalam suatu wadah selama 1 malam.
  2. Tiriskan (sampai dikepal tidak pecah), selanjutnya tambahkan tambahkan kapur beserta bekaltul dan diaduk sampai rata. Biarkan dalam tumpukanselama 5 hari.
  3. Tumpukan diaduk kembali dengan ditambahkan pupuk TSP dan biarkanselama 5 hari.
  4. Bahan diaduk kembali dan tambahkan gips. Biarkan lagi tumpukan itu sampai 5 hari, maka proses pengomposan telah selesai.

C. Proses Pembungkusan

Bahan-bahan media tanam yang telah dikomposkan dimasukkan ke dalam kantong plastik. Kantong plastik pada kedua ujung pangkalnya ditekuk kedalam, sehingga setelah diisi dan dipadatkan kantong plastik dapat berdiri seperti botol. Kantong plastik diisi kurang lebih ¾ bagian, kemudian yang ¼ bagiannya ditekuk ke dalam. Untuk meletakkan kantong plastik yang telah diisi (polibek) pada posisi terbalik yaitu bagian yang ditekuk/ dilipat kedalam ditempatkandibawah.

D. Proses Sterilisari

Siapkan alat drum perebus beserta perlengkapannya. Sarangan diletakkan kira-kiran 1/3 bagian drum dari bawah. Isilah drum dengan air bersih kira-kira ¼ bagian drum. Sumber panas dinyalakan, sambil media tanam dimasukkan kedalam platik besar tahan panas yang menjulur ke atas drum. Proses sterilisasi dengan uap ini dilakukan selama 6 – 8 jam pada suhu 90 – 95 C.

E. Teknik Penanaman Bibit (Inokulasi)

Setelah proses sterilisasi selesai, polibek dari drum diambil keluar dan dibiarkan dingin. Bila telah dingin, proses inokulasi dapat dilakukan yaitu dengan cara memasukkan bibit dibagian atas, usahakan merata dibagian atas permukaan media dalam polibek. Untuk mengikatkan plastik agar kuat, ujung polibek dimasukan potongan pralon (cincin), kemudian ditutup dengan potongankertas koran dan diikat dengan karet gelang. Saat inokulasi sebaiknya jangan sampai melebihi dari 24 jam setelah proses sterlisasi.

F. Pemeliharaan dan Inkubasi

jamur-tiram-putih-1

Polibek yang telah di inokulasi ditempatkan pada rak-rak yang telah disediakan. Rak-rak ini sebaiknya ditempatkan dalam suatu ruangan agar suhudan kelembabannya tidak terpengaruh oleh udara luar. Suhu dan kelembabannya diusahakan stabil sesuai dengan kondisi yang diinginkan bagi pertumbuhan jamur yaitu 24 – 28 C dan kelembaban udara 80 – 90 %. Polibek tersebut dibiarkan selama 6 – 8 minggu sampai miselium tumbuh memenuhi kantong palstik sehingga warnanya putih padat.

G. Pembukaan Polibek 

Setelah polibek berwarna putik kompak (umur 6 – 8 minggu), maka polibek dapat dibuka dengan melepas karet dan cincin pralon. Kemudian plastik yang terbuka disibakkan keluar agar permukaan media tumbuh jamur mendapatkan udara sebanyak-banyaknya.

H. Pemanenan Jamur Tiram Putih

jamur-tiram-putih-2

Setelah 1 minggu dari pembukaan, jamur biasanya akan terbentuk tubuh /rumpun jamur dan sudah ada yang siap dipanen. Umur jamur dari ”singit”/ bakal jamur sampai panen sekitar 3 hari.

I. Perawatan Media Polibek Jamur Tiram Putih

Setiap polibek yang telah ditumbuhi miselium dapat tumbuh jamur berkali-kali, sampai 4 – 6 kali panen. Pemanenan ini dapat berlangsung selama 2 – 3 bulan dengan hasil total 75% dari berat serbuk gergaji kering untuk substratnya. Agar media tumbuh jamur berkali-kali maka perlu pemeliharaan. Adapun pemeliharaannya adalah sebagai berikut:

  1. Media polibek yang telah tumbuh jamur sekali, permukaan bekas tumbuh jamur dikeruk atau dipotong 0,5 – 1 cm. Kemudian disuntikkan kedalamnyalarutan vitamin B kompleks sekitar 30 cc (2 butir Vit. B komplek dilarutkandalam 1,5 liter air bersih).
  2. Setiap pagi dan sore permukaan media polibek disemprot dengan air bersih,Jangan sampai terlihat kering permukaannya.
  3. Untuk media polibek yang telah tumbuh jamur kedua, ketiga dan seterusnyadiperlakukan sama dengan point 1 dan 2, hanya saja jumlah vitamin Bkompleks yang disuntikkan semakin berkurang sebanding dengan berkurangnya media yang dipotong / dibuang.

J. Pemberatasan Penyakit

Apabila proses sterilisasi berjalan dengan sempurna dan peralatan yangdipakai bersih dan steril, maka tidak ada kontaminasipada subsratnya. Apabilaada polibek terkontaminasi/ terkena penyakit, sebaiknya polibek tersebut dibuangsaja agar tidak menular dan menyebabkan turunnya produksi.

Catatan :

  1. Peralatan yang dipakai pada saat penanaman bibit (inokulasi) harus bersih dan steril. Peralatan agar steril, dipanaskan / dicelup denganair mendidih kemudian diolesi dengan alkohol 70 %. Sterilisasi peralatan harus dijaga selama inokulasi agar media polibek tidak terkontaminasi.
  2. Penamanan bibit jamur diusahakan ditempat tertutup dan steril.
  3. Pada saat mencampur bahan-bahan media tanam sebaiknyamemakai masker agar uap hasil reaksi bahan-bahan tersebut tidak terhirup masuk ke dalam paru-paru.

Budidaya jamur tiram putih tidaklah sulit dan tidak diperlukan keahliankhusus. Modal usahanya puntidaklah besar. Agrobisnis di masa sekarang dan akandatang sangatlah prospektus.

Sebelum tahu lebih jauh mengenai jamur tiram putih, sebaiknya harus mengerti betul mengenai pengertian jamur dan klasifikasi jamur.

Thank’s from Belajar Bagus.

Kata Kunci:

pengomposan media jamur
Jamur Tiram Putih | Wawang Armansyah | 4.5