Cacing Kremi

Sunday, December 7th, 2014 - Biologi, Pendidikan

Cacing Kremi – Cacing kremi merupakan spesies dari genus Enterobius. Infeksi cacing kremi atau Oksiuriasis, enterobiasis berupa suatu infeksi parasit yang terutama menyerang tubuh anak-anak. Cacing ini dalam proses penginfeksiannya berkembangbiak dan tumbuh pada usus.

Cacing Enterobius vermicularis penyebab terjadinya infeksi cacing kremi yang disebut juga oksiuriasis  atau enterobiasis. Infeksi ini pada umumnya terjadi melalui 2 tahapan. Tahapannya berawal dari adanya telur cacing yang pindah dari daerah sekitar anus penderita ke pakaian, seprei atau mainan. Kemudian melalui jari-jari tangan, telur cacing pindah ke mulut anak yang lainnya dan akhirnya tertelan.

Cacing Kremi

Cacing Kremi

Cacing Kremi

Telur cacing kremi juga dapat terhirup dari udara kemudian tertelan. Setelah telur cacing tertelan, lalu larvanya menetas di dalam usus kecil dan tumbuh menjadi cacing dewasa di dalam usus besar (proses pematangan ini memakan waktu 2-6 minggu). Cacing dewasa betina bergerak ke daerah di sekitar anus (biasanya pada malam hari) untuk menyimpan telurnya di dalam lipatan kulit anus penderita.

Telur tersimpan dalam suatu bahan yang lengket. Bahan ini dan gerakan dari cacing betina inilah yang menyebabkan gatal-gatal. Telur dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia selama 3 minggu pada suhu ruangan yang normal. Tetapi telur bisa menetas lebih cepat dan cacing muda dapat masuk kembali ke dalam rektum dan usus bagian bawah.

Gejala Infeksi Cacing Kremi

Gejalanya berupa infeksi cacing kremi yaitu munculnya rasa gatal hebat di sekitar anus, anak-anak sering rewel akibat dari rasa gatal dan tidurnya pada malam hari sangat terganggu  akibat infeksi cacing ini. Seseorang kurang tidurkarena rasa gatal yang timbul pada malam hari ketika cacing betina dewasa bergerak ke daerah anus dan menyimpan telurnya di sana.

cacing-kremi-1

Gejala lain dari infeksi cacing kremi berupa berkurangnya nafsu makan, berat badan menurun walaupun pada penderita jarang terjadi, tetapi bisa saja terjadi pada infeksi yang berat. Rasa gatal atau iritasi orga reproduksi pada anak perempuan, jika cacing dewasa menginfeksi di sekitar organ reproduksi seseorang. Kulit di sekitar anus menjadi lecet, kasar, atau terjadi infeksi akibat penggarukan terus-menerus. Semua gejala ini dapat mengakibatkan timbulnya salpingitis yakni berupa peradangan saluran indung telur, penyakit vaginitis yakni peradangan organ vital, serta infeksi berlanjut.

Melihat Cacing Kremi

cacing-kremi-2

Cacing kremi dapat dilihat tanpa menggunakan alat khusus pada anus penderita infeksi, terutama dalam waktu 1-2 jam setelah anak tertidur pada malam hari. Cacing kremi berwarna putih dan setipis rambut, mereka selalu aktif bergerak. Telur maupun cacingnya bisa didapat dengan cara menempelkan selotip di lipatan kulit di sekitar anus, pada pagi hari sebelum anak terbangun. Kemudian selotip tersebut ditempelkan pada kaca objek dan diperiksa dengan mikroskop.

Pengobatan dan Cara Pencegahan

Infeksi cacing kremi dapat diobati melalui pemberian obat dosis tunggal anti-parasit mebendazole, pirantel pamoat , atau albendazole. Seluruh anggota keluarga dalam satu rumah harus meminum obat tersebut karena infeksi ulang bisa menular dari satu orang kepada yang lainnya.

Dalam rangka mengurangi rasa gatal, bisa dioleskan krim atau salep anti gatal ke daerah sekitar anus sebanyak 2-3 kali per harinya. Tujuannya mencegah peggarukan yang bisa menimbulkan iritasi. Meskipun telah diobati, sering terjadi infeksi ulang karena telur yang masih hidup terus dibuang ke dalam tinja selama seminggu setelah pengobatan. Pakaian, seprei dan mainan anak sebaiknya sering dicuci untuk memusnahkan telur cacing yang tersisa.

Sebenarnya ada beberapa alternatif cara yang bisa mencegah penularan infeksi cacing kremi ini. Berikut caranya:

  • Membersihkan tangan dengan mencucinya sebelum makan dan setelah buang air besar
  • Membersihkan daerah kuku dengan memendekkan kuku tangan
  • Melakukan pencucian seprei minimal 2 kali setiap minggunya.
  • Membersihkan jamban setiap harinya
  • Hindari penggarukan pada daerah anus karena bisa mencemari jari-jari tangan dan setiap benda yang dipegang atau disentuh.
  • Menjauhkan jari-jari tangan serta telapak tangan dari mulut dan hidung.

Benar kata pepatah bahwa lebih baik mencegah timbulnya penyakit dari pada mengobatinya. Penularan cacing kremi akan dapat dicegah dengan konsisten menjaga kebersihan. Demikian penjelasan ini, semoga bermanfaat.

Baca juga penjelasan mengenai macam macam jamur dan siklus air, serta budidaya cacing.

Kata Kunci:

alat ekskresi cacing kremi,cacingan selotip,telur cacing kremi dengan selotip
Cacing Kremi | Wawang Armansyah | 4.5