Keanekaragaman Makhluk Hidup

Friday, January 23rd, 2015 - Biologi

Keanekaragaman Makhluk HidupKeanekaragaman makhluk hidup menunjukkan sejumlah variasi yang ada pada makhluk hidup baik variasi gen, jenis dan ekosistem yang yang di suatu lingkungan tertentu. Keanekaragaman makhluk hidup yang ada di bumi kita ini merupakan hasil proses evolusi yang sangat lama, sehingga melahirkan bermacam-macam makhluk hidup. Keanekaragaman makhluk hidup dapat dikelompokkan atas keanekaraman gen, jenis dan ekosistem.

a. Keanekaragaman makhluk hidup tingkat gen

Keanekaragaman Makhluk Hidup Tingkat Gen pada Jengger Ayam Kampung

Keanekaragaman Makhluk Hidup Tingkat Gen pada Jengger Ayam Kampung

Makhluk hidup tersusun atas unit satuan terkecil yang kita kenal sebagi sel. Dalam inti sel terdapat materi pembawa sifat yang disebut gen. Setiap individu memiliki jumlah dan variasi susunan gen yang berbeda-beda. Pada prinsipnya bahan penyusun Gen setiap makhluk hidup  adalah sama, namun jumlah dan susunanya yang berbeda-beda sehingga menampilkan sifat-sifat yang berbeda-beda pula.

b. Keanekaragaman tingkat jenis

Keanekaragaman Tingkat Jenis pada Spesies Ikan

Keanekaragaman Tingkat Jenis pada Spesies Ikan

Variasi  warna pada ikan dan warna bunga menunjukkan adanya variasi dalam tingkatan jenis makhluk hidup. Variasi ini disebabkan karena adanya rekombinasi (pencampuran) gen-gen dalam jenis tersebut sehingga melahirkan variasi yang lebih beragam.

c. Keanekaragaman makhluk hidup tingkat ekosistem

Keanekaragaman Makhluk Hidup Tingkat Ekosistem

Keanekaragaman Makhluk Hidup Tingkat Ekosistem

Suatu ekosistem  terdiri dari komunitas hewan, tumbuhan dan mikroorganisme beserta lingkungan abiotik dimana semua makhluk hidup tersebut berada. Kedua komponen ini saling berinteraksi satu dengan lainnya dengan berbagai cara yang berperan dalam siklus materi  dan energi. Keanekaragaman ekosistem dapat dilihat dari variasi ekosistem berdasarkan batas geografi.

Sistem klasifikasi pada keanekaragaman makhluk hidup     

Suatu kajian tentang pengelompokkan makhluk hidup ke dalam tingkatan atau takson tertentu disebut taksonomi. Seorang tokoh yang sangat berepran dalam klasifikasi makhluk hidup dan dikenal  sebagai Bapak taksonomi adalah Carolus Linnaeus (17-07-1778).

Keanekaragaman Makhluk Hidup

Keanekaragaman Makhluk Hidup

Seiring dengan perkembangan ilmu klasifikasi makhluk hidup, system klasifikasi dapat dibedakan berdasarkan cara dan tujuannya, yaitu: 

1. Sistem klasifikasi buatan (artificial) 

Didasarkan pada pertimbangan secara sekehendak hati para ahli taksonomi  dengan melihat habitat (tempat hidup) dan nilai guna  dari  makhluk hidup tersebut.

2. Sistem klasifikasi alamiah (natural) 

Sistem ini didasarkan pada kesamaan morfologi secara fenotip yang ada hubungannya dengan makhluk hidup yang sesungguhnya.

3. Sistem klasifikasi evolusi (filogenetik) 

Sistem klasifikasi ini lebih menekankan aspek hubungan kekerabatan dan sejarah perkembangan evolusi makhluk hidup yang ada sekarang. 

4. Sistem Binomial nomenclatur 

Pada pertengahan abad ke-18 (1707-1778) Carolus Linnaeus mengajukkan system penamaan makhluk hidup dalam tulisannya “Systema nature” dengan istilah “:Binomial nomenclatur” (bi= dua, nomen=nama)yang artinya tata nama seluruh organisme ditandai dengan nama ilmiah yang dterdiri dari dua kata latin atau yang dilatinkan.  

Kata pertama menunujukkan genus, yang penulisannya dimulai dengan hurup besar, sedangkan kata kedua merupakan “epitethon spesificum“ artinya penunjukkan jenis (spesies) yang penulisannya dimulai dengan hurup kecil. Misalnya untuk nama ilmiah singkong Felis domesticus. Felis menunjukkan genus, sedangkan domesticus merupakan cirri khsuusnya, yang berarti  sejenis hewan yang dipelihara di dalam rumah (domestik).

Aturan Pemberian Nama Ilmiah  dalam Keanekaragaman Makhluk Hidup

 Peraturan nama ilmiah memuat aturan sebagai berikut: 

  • Setiap oarganisme mempunyai nama ilmiah tertentu.
  • Untuk nama ilmiah digunakan bahsa latin atau yang dilatinkan.
  • Tidak ada dua organisme atau lebih yang mempunyai nama spesies yang sama (tautonim) atau hampir sama.
  • Nama genus harus terdiri dari satu kata dan penulisannya selalu dimulai dengan hurup besar
  • Nama spesies terdiri dari dua kata. Kata pertama merupakan nama genus dan kata kedua merupakan petunjuk spesies.

Contoh nama ilmiah padi:  Oryza sativa

Oryza = nama genus

sativa = nama petunjuk spesies 

Oryza +  sativa  = Oryza sativa  =  nama spesies

  • Penulisan nama spesies harus ditulis meiring atau digaris bawahi. Garis bawah kata pertama dan kedua secara terpisah. 
  • Nama  penemu boleh dicantumkan dibelakang nama spesies, seperti: Oryza sativa L., Rosa hybrida Hort, dsb. 
  • Untuk pemberian nama suku (famili) terdiri dari satu kata majemuk dibentuk dari salah satu nama genus yang dibawahinya ditambah akhiran aceae untuk tumbuhan dan akhiran idea untuk hewan.

Contoh: Solanum  +  aceae  = Solanaaceae 

                    Felis +  idae   = Felidae 

Demikian penjelsan dari keanekaragaman makhluk hidup, semoga bermanfaat dalam menambah pengetahuan dan bermanfaat di kehidupan sehari-hari.

(Baca: Pengertian Klasifikasi, Pengertian Vitamin, dan Pengertian Hutan)

Kata Kunci:

keanekaragaman makhluk hidup,rangkuman keanekaragaman makhluk hidup,pengertian keanekaragaman makhluk hidup,keanekaragaman dan klasifikasi makhluk hidup,materi keanekaragaman makhluk hidup,materi keanekaragaman makhluk hidup lengkap,pengertian keanekaragaman mh,pengertian materi energi,rangkuman keanelaragaman makhluk hidup,rangkuman materi keanekaragaman makhluk hidup
Keanekaragaman Makhluk Hidup | Wawang Armansyah | 4.5