Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Biodiversitas

Sunday, January 25th, 2015 - Biologi

Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Biodiversitas – Manusia merupakan salah satu komponen yang dapat memengaruhi ekosistem. Manusia dapat melakukan kegiatan yang dapat meningkatkan produksi komponen biotik ekosistem, tetapi sebaliknya ulah manusia juga dapat mengganggu keseimbangan ekosistem. Berikut ini adalah kegiatan-kegiatan manusia yang dapat menurunkan keanekaragaman hayati.

Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Biodiversitas

Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Biodiversitas

1. Pembukaan hutan [Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Biodiversitas]

Pembukaan hutan, seperti untuk lahan pertanian, perumahan, pertambangan dan industri yang disebabkan pertambahan populasi manusia akan berakibat terhadap keseimbangan ekosistem hutan. Terjadinya penggundulan hutan akan mengakibatkan banjir. Kegiatan pembukaan hutan akan menghilangkan beribu-ribu spesies asli yang ada di hutan karena habitatnya telah rusak. Contohnya, semakin langkanya jalak putih bali karena habitatnya tergusur, dan menurunnya populasi harimau jawa akibat habitatnya menyempit.

Pembukaan hutan

Pembukaan hutan

2. Eksploitasi sumber daya alam hayati yang berlebihan

Pertambahan populasi manusia yang sangat cepat mengakibatkan pengambilan sumber daya alam hayati oleh manusia dapat melebihi batas regenerasi dan reproduksi dari organism tersebut. Kenyataan semacam itu menyebabkan kepunahan pada berbagai jenis makhluk hidup, sehingga menurunkan keanekaragaman hayati. Contohnya perburuan orangutan untuk membuat obat, gading gajah untuk dikoleksi, perburuan beruang dan ular atau buaya untuk pembuatan tas maupun jaket kulit.

3. Pencemaran lingkungan dari pengaruh kegiatan manusia terhadap biodiversitas

Peningkatan jumlah pemukiman dan industri akan membawa konsekuensi terciptanya limbah yang akan mencemari lingkungan baik air, tanah atau udara. Pencemaran merupakan perubahan lingkungan akibat ulah manusia. Perubahan lingkungan ini akan memberikan tekanan terhadap makhluk hidup yang akan sangat membahayakan kelangsungan biodiversitas atau keanekaragaman hayati di permukaan bumi. Contohnya semakin langkanya jenis-jenis ikan air tawar yang ada di sungai Ciliwung akibat pencemaran limbah industri, matinya ribuan ikan laut di Pantai Teluk Jakarta akibat pencemaran limbah industri. – Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Biodiversitas.

4. Budidaya monokultur dan dampak negative rekayasa genetik

Sistem pertanian monokultur yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pangan, berpengaruh negatif terhadap jenis-jenis tumbuhan yang kurang bersifat unggul karena menjadi kurang dibudidayakan sehingga hilang dari lingkungan dan pada akhirnya menjadi punah. Selain itu, pemanfaatan bibit unggul yang tahan hama dan penyakit hasil rekayasa genetika juga dapat menyebabkan erosi plasma nuftah bagi tanaman yang tidak tahan terhadap hama dan penyakit.

Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Biodiversitas – Adanya eksploitasi hutan tropis menjadi lahan pertanian dan penggundulan hutan, berdampak besar pada proses hilangnya sumber daya alam hayati. Indonesia memiliki daftar terpanjang jenis tumbuhan dan hewan yang terancam kepunahan. Sudah tercatat paling tidak, ada 126 jenis burung, 63 jenis hewan mamalia, dan 21 jenis hewan melata yang dinyatakan terancam punah. Populasi kayu ramin menipis, kayu gaharu, dan kayu cendana terancam punah.

Contoh Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Contoh Pelestarian Keanekaragaman Hayati di Indonesia

Dengan menurunnya keanekaragaman hayati, manusia perlu melakukan upaya dan aktivitas yang dapat melestarikan dan mengembangkan keanekaragaman hayati. Ada dua cara pelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia, yaitu pelestarian Insitu dan Eksitu.

Pelestarian Insitu, yaitu suatu upaya pelestarian sumber daya alam hayati di habitat atau tempat aslinya. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan karakteristik tumbuhan atau hewan tertentu sangat membahayakan kelestariannya apabila dipindahkan ke tempat lainnya. Contohnya sebagai berikut.

  • Suaka margasatwa untuk komodo di Taman Nasional Komodo, Pulau Komodo.
  • Suaka margasatwa untuk badak bercula satu di Taman Nasional Ujung Kulon, Jawa Barat.
  • Pelestarian bunga Rafflesia di Taman Nasional Bengkulu.
  • Pelestarian terumbu karang di Bunaken.

Pelestarian eksitu, yaitu suatu upaya pelestarian yang dilakukan dengan memindahkan ke tempat lain yang lebih cocok bagi perkembangan kehidupannya. Contohnya sebagai berikut.

  • Kebun Raya dan Kebun Koleksi untuk menyeleksi berbagai tumbuhan langka dalam rangka melestarikan plasma nuftah.
  • Penangkaran jalak bali di kebun binatang Wonokromo.

(Baca: Nilai-nilai Keanekaragaman Hayati Khas Indonesia, Keanekaragaman Hayati Indonesia Berdasarkan Ekosistem Perairannya, dan Asal Usul Mahluk Hidup)

Kata Kunci:

Kegiatan manusia seperti ________ memberikan dampak negatif bagi biodiversitas Tandai semua jawaban yang benar,jelaskan kegiatan manusia yang merusak keberlangsungan biodiversitas,pengaruh kegiatan manusia terhadap biodiversitas,pengaruh kegiatan manusia thp keanekaragaman MH,pengaruh manusia terhadap biodiversitas,Pengaruh manusia terhadap perubahan ekosistem kepunahan dan diversitas biologi
Pengaruh Kegiatan Manusia terhadap Biodiversitas | Wawang Armansyah | 4.5