Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Friday, January 23rd, 2015 - Biologi

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup – Tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Membandingkan berarti mencari persamaan dan perbedaan sifat atau ciri pada makhluk hidup.

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Berikut adalah tujuan klasifikasi makhluk hidup yang telah dilakukan oleh para ilmuan biologi:

  • Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan  persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
  • Mengetahui ciri-ciri suatu makhluk hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup jenis lain.
  • Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki nama.
  • Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup.
  • Mengetahui evolusi makhluk hidup atas dasar kekerabatannya.
Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupu hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris.

Namun ide itu disempurnakan oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang kini dikenal dengan nama Carolus Linnaeus. Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang sederhana dan fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat dimasukkan dalam sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi. 

Tujuan klasifikasi makhluk hidup menggunakan dasar atau kriteria tertentu, yaitu persamaan ciri atau sifat morfologi, fisiologi, dan anatomi yang terdapat pada makhluk hidup. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus berkembang sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya taksonomi.

Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Woese tahun 1977) – Tujuan klasifikasi makhluk hidup

tujuan-klasifikasi-makhluk-hidup-1

Sistem Klasifikasi Enam Kingdom (Woese tahun 1977)

Semula para ahli hanya mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan, yaitu kerajaan tumbuhan dan kerajaan hewan. Dasar para ahli mengelompokkan makhluk hidup menjadi 2 kerajaan :

  1. Kenyataan bahwa sel kelompok tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun dari selulosa.
  2. Tumbuhan memiliki klorofil sehingga dapat membuat makanannya sendiri melalui proses fotosintesis dan tidak dapat berpindah tempat dan hewan tidak memiliki dinding sel sementara hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri, dan umumnya dapat berpindah tempat.

Namun ada tumbuhan yang tidak dapat membuat makanannya sendiri, yaitu jamur (fungi). Berarti, tumbuhan berbeda dengan jamur maka para ahli taksonomi kemudian mengelompokkan makhluk hidup menjadi tiga kelompok, yaitu Plantae (tumbuhan), Fungi (jamur), dan Animalia (hewan). 

Setelah para ahli mengetahui struktur sel (susunan sel) secara pasti, makhluk hidup dikelompokkan menjadi empat kerajaan, yaitu Prokariot, Fungi, Plantae, dan Animalia, Pengelompokan ini berdasarkan ada tidaknya membran inti sel. Sel yang memiliki membran inti disebut sel eukariotik, sel yang tidak memiliki membran inti disebut sel prokariotik.

Pada tahun 1969 Robert Whittaker mengelompokkan makhluk hidup menjadi lima kingdom, yaitu Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Pengelompokan ini berdasarkan pada susunan sel, cara makhluk hidup memenuhi makanannya, dan tingkatan makhluk hidup. Namun sistem ini kemudian diubah dengan dipecahnya kingdom monera menjadi kingdom Eubacteria dan Archaebacteria.

Berikut penjelasan Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Enam Kingdom:

1. Kingdom Eubacteria

Para makhluk hidup di Kingdom Eubacteria berupa makhluk hidup sel tunggal (uniseluler). Makhluk hidup yang dimasukkan dalam kerajaan Eubacteria memiliki sel prokariotik (sel sederhana yang tidak mempunyai kapsul sebagai lapisan terluarnya dan dinding sel didalamnya). Eubacteria juga dikenal dengan istilah bakteria.

2. Kingdom Archaebacteria

Makhluk hidup di Kingdom Archaebacteria tidak jauh berbeda dengan yang ada di Kingdom Eubacteria karena mereka dulunya satu Kingdom. Namun Archaebacteria umumnya tahan di lingkungan yang lebih ekstrim.

3. Kingdom Protista

Makhluk hidup dalam kerajaan Protista memiliki sel eukariotik. Protista memiliki tubuh yang tersusun atas satu sel atau banyak sel tetapi tidak berdiferensiasi. Protista umumnya memiliki sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok ini terdiri dari Protista menyerupai ganggang, jamur, dan hewan.

4. Kingdom Plantae (Tumbuhan)

Kongdom plantae atau kerajaan tumbuhan memiliki beberapa klasifikasi diantaranya bryophyta, pteridophyta, gymnospermae, dan angiospermae. – Tujuan klasifikasi makhluk hidup.

5. Kingdom Animalia (Hewan)

Hewan memiliki sel eukariotik. Tubuhnya tersusun atas banyak sel yang telah berdiferensiasi membentuk jaringan. Hewan tidak dapat membuat makanannya sendiri sehingga bersifat heterotrof.

6. Kingdom Fungi (Jamur)

Fungi memiliki sel eukariotik. Fungi tak dapat  membuat makanannya sendiri. Cara makannya bersifat heterotrof, yaitu menyerap zat organik dari lingkungannya sehingga hidupnya bersifat parasit dan saprofit.

Demikian penjelasan mengenai Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup, semoga bermanfaat.

(Baca: Keanekaragaman Makhluk Hidup, Pengertian Klasifikasi, dan Pengertian Hutan).

Kata Kunci:

tujuan klasifikasi makhluk hidup,tujuan klasifikasi makhluk hidup adalah untuk,tujuan klasifikasi,Jelaskan tujuan klasifikasi makhluk hidup,tujuan klasifikasi mahluk hidup,tujuan pengklasifikasian makhluk hidup,tujuan pengelompokan makhluk hidup,jelaskan tujuan klasifikasi,tujuan klasifikasi adalah,tujuan mengklasifikasi makhluk hidup
Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup | Wawang Armansyah | 4.5