Sistem Hormon Manusia

Tuesday, February 10th, 2015 - Biologi

Sistem Hormon Manusia – Sistem hormon merupakan suatu sistem yang melibatkan kelenjar-kelenjar yang berperan dalam mensekresikan hormon. Hormon merupakan zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin atau kelenjar buntu. Kelenjar endokrin disebut kelenjar buntu karena tidak mempunyai saluran, hormon yang dihasilkan langsung dibawa oleh darah untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Sistem Hormon

Sistem Hormon

Sistem Hormon Manusia

Sistem hormon berfungsi untuk mengatur pertumbuhan, metabolisme tubuh, reproduksi dan tingkah laku. Sebagai subsistem dalam sistem koordinasi maka hormon mempunyai hubungan yang sangat erat dengan sistem saraf. Tetapi pada umumnya pengaruh hormone berbeda dengan saraf. Perubahan oleh hormon biasanya merupakan perubahan yang memerlukan waktu yang lama. Contohnya pertumbuhan dan pemasakan seksual.

Berdasarkan aktivitasnya, kelenjar endokrin dibedakan menjadi tiga macam, yaitu:

  • Kelenjar yang bekerja sepanjang hayat.
  • Kelenjar yang bekerjanya mulai saat tertentu.
  • Kelenjar yang bekerja hanya sampai saat tertentu saja.

1. Kelenjar Hipofisis – Sistem Hormon

Kelenjar hipofisis merupakan salah satu kelenjar dalam sistem hormon yang terletak di otak besar disebut juga master of gland, karena menghasilkan bermacam-macam hormon yang mengatur kegiatan kelenjar lainnya. Kelenjar hipofisis dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian anterior, bagian tengah, dan bagian posterior. Kelenjar hipofisis bekerja sama dengan hipotalamus mengendalikan organ-organ tubuh.

  • Hipofisis bagian anterior

Hipofisis bagian anterior menghasilkan hormon somatotrof (hormon pertumbuhan). Hormon ini berpengaruh pada pertumbuhan tulang manusia. Kelebihan hormon ini pada waktu anak-anak mengakibatkan pertumbuhan raksasa yang disebut gigantisme. Apabila kelebihan ini terjadi pada orang dewasa menyebabkan pertumbuhan memanjang pada ujung-ujung tulang tertentu seperti ujung-ujung tulang muka, yang disebut akromegali. Kekurangan hormon pertumbuhan akan mengakibatkan pertumbuhan kecil disebut kretinisme. – sistem hormon.

Kerjasama Hipotalamus dengan Kelenjar Hipofisis untuk Mengendalikan Aktivitas Organ

Kerjasama Hipotalamus dengan Kelenjar Hipofisis
untuk Mengendalikan Aktivitas Organ

Hormon tirotrof adalah hormon yang mengatur pertumbuhan dan fungsi kelenjar gondok atau kelenjar tiroid. Hormon ini mempengaruhi pengambilan unsur iodium dan sintesis hormon tiroksin. Hormon Adrenokortikotrof (ACTH) merupakan hormon yang merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresi glukokortikoid. Hormon Laktogenik atau hormone Prolaktin merupakan hormon yang merangsang kelenjar susu untuk menghasilkan kelenjar air susu.

Hormon gonadotrof pada sistem hormon wanita, terdiri atas Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang berfungsi merangsang pertumbuhan folikel ovarium, menghasilkan estrogen, dan Luteinezing Hormone (LH) yang berfungsi mempengaruhi pertumbuhan folikel ovarium menjadi korpus luteum, korpus luteum akan menghasilkan progesteron.

Hormon gonadotrof pada sistem hormon pria terdiri atas Follicle Stimulating Hormone (FSH) yang berfungsi merangsang terjadinya spermatogenesis dan hormon perangsang sel-sel intertisiil (ICTH) atau hormon luteinisasi yang berfungsi merangsang sel-sel intertisiil untuk menghasilkan testoteron.

  • Hipofisis bagian tengah

Hipofisis bagian tengah menghasilkan hormon perangsang melanosit atau Melanosit Stimulating Hormon (MSH). Apabila hormon ini terlalu banyak dihasilkan, maka akan menyebabkan kulit menjadi hitam.

  • Hipofisis bagian posterior

Sistem hormon – Hipofisis bagian posterior menghasilkan oksitosin yang berfungsi mempengaruhi otot uterus berkontraksi sehingga memper-mudah proses persalinan, dan hormon vasopresin, yang berfungsi sebagai anti diuretik, mencegah pengeluaran urin yag terlalu banyak. Hal ini berhubungan dengan fungsinya yang menyebabkan kontraksi otot-otot usus halus, kantung air seni, dan kantung empedu serta menyebabkan penyempitan pembuluh darah.

2. Kelenjar Tiroid (Kelenjar Gondok)

Hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid adalah tiroksin dan tridotironin yang berperan mempengaruhi proses metabolisme, memproduksi energi dan oksidasi sel, pertumbuhan fisik, kematangan seksual, distribusi garam dan pengubahan glukosa menjadi glikogen. Selain itu, menghasilkan hormon kalsitonin yang berfungsi menjaga keseimbangan kalsium darah.

Kelebihan hormon ini pada sistem hormon menyebabkan penyakit yang disebut Morbus Basedow. Sedangkan, kekurangan hormon ini pada masa pertumbuhan akan mengakibatkan penyakit yang disebut kretinisme. Apabila terjadi pada masa dewasa disebut mixoedem (kegemukan) dan kebodohan.

3. Kelenjar Paratiroid (Kelenjar Anak Gondok)

Kelenjar ini menghasilkan hormon parathormon yang berperan menjaga keseimbangan kalsium dalam darah. Kelebihan hormon ini pada sistem hormon menyebabkan kalsium dalam tulang terambil sehingga terjadi pengendapan kalsium dan menyebabkan batu ginjal. Pada beberapa orang dapat menyebabkan tulang mudah sekali patah. Kekurangan hormone ini akan menyebabkan gejala kadar kapur dalam darah menurun, kejang tangan dan kaki, jari-jari tangan membengkok ke arah pangkal, kesemutan dan sukar tidur.

4. Kelenjar Adrenal (Anak Ginjal)

Kelenjar ini menempel pada bagian atas ginjal. Pada satu ginjal terdapat satu kelenjar adrenal yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian luar (korteks) dan bagian tengah (medula). Hormon yang dihasilkan kortikoid mineral yang berfungsi menyerap natrium dari darah dan reabsorpsi air pada ginjal. Hormon glukosa kortikoid berfungsi menaikkan kadar glukosa darah, dan berperan dalam pengubahan protein menjadi glikogen dan selanjutnya menjadi glukosa.

Kerusakan pada bagian korteks kelenjar adrenal mengakibatkan penyakit Addison dengan gejala kelelahan, nafsu makan berkurang, mual, muntah-muntah, dan terasa sakit di dalam tubuh. Kelenjar ini juga menghasilkan hormon androgen yang berpengaruh menentukan sifat kelamin sekunder pria. Kelebihan hormon ini pada sistem hormon menyebabkan penyakit yang disebut virilisme, yaitu ciri seksual pria yang ada pada wanita.

5. Kelenjar Pankreas

Sel pada pankreas dikenal sebagai pulau langerhans. Pulau langerhans ini menghasilkan hormon insulin. Insulin berfungsi mengatur konsentrasi glukosa dalam darah. Kelebihan glukosa akan disimpan dalam sel hati dan selanjutnya akan dirombak menjadi glikogen untuk disimpan. Kekurangan insulin dapat menyebabkan diabetes melitus dan gangguan jantung serta ginjal.

6. Kelenjar Gonad – Sistem Hormon

Ovarium merupakan alat reproduksi wanita, hormon yang dihasilkan oleh ovarium adalah hormon estrogen dan hormone progesteron. Hormon estrogen dihasilkan oleh Folikel Graaf. Pembentukan hormon ini dirangsang oleh FSH. Fungsi estrogen adalah menimbulkan dan mempertahankan tanda-tanda kelamin sekunder pada wanita. Tanda-tanda kelamin sekunder adalah tanda yang membedakan antara wanita dengan pria tanpa melihat kelaminnya. Misalnya, perkembangan payudara wanita. – sistem hormon.

Hormon progesteron dihasilkan oleh korpus luteum. Pembentukan progesteron dirangsang oleh LH dan berfungsi menyiapkan dinding uterus agar dapat menerima telur yang sudah dibuahi, atau menyebabkan penebalan dinding uterus. Selama kehamilan, estrogen dan progesteron terus dihasilkan oleh plasenta sehingga kehamilan dapat terus dipertahankan. Testis merupakan organ reproduksi khusus pria. Testis menghasilkan hormon androgen, yaitu testosteron. Testosteron berfungsi menimbulkan ciri-ciri seksual pad pria. Misalnya, dada menjadi bidang, tumbuh kumis, dan suara menjadi lebih berat.

Demikian penjelasan mengenai sistem hormon, semoga bermanfaat.

(Baca: Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan, Piramida Ekologi, Pengertian Jamur, dan Tingkat Organisasi Kehidupan).

Kata Kunci:

sistem hormon,sistem hormon adalah,belajar hormon,sistem hormonadalah,sistem hormon terdiri atas,Sistem hormon pd manusia,sistem hormon pada manusia,sistem hormon manusia,organ yang berfungsi sebagai sistem hormon,organ manusia yang menghasil kan hormon
Sistem Hormon Manusia | Wawang Armansyah | 4.5