Teori Belajar Menurut Para Ahli

Friday, February 27th, 2015 - Teori

Teori Belajar Menurut Para AhliTeori belajar menurut para ahli begitu beragam tergantung siapa ahli memberikan pendapatnya mengenai teori belajar. Berikut ini beberapa teori-teori belajar yang diungkapkan oleh beberapa ahli.

Teori Belajar Menurut Para Ahli

Teori Belajar Menurut Para Ahli

1. Teori Belajar menurut Thorndike

Berdasarkan teori stimulus-respon, Thorndike menyatakan bahwa cara belajar manusia dan binatang pada dasarnya sama, karena belajar pada dasarnya terjadi melalui pembentukan asosiasi antara stimulus dan respon, Menurut Thorndike, terjadinya asosiasi stimulus dan respon berdasarkan tiga hukum, yaitu:

a. Hukum kesiapan, yang mempunyai tiga ciri:

  • Jika seseorang berkeinginan untuk bertindak dan keinginan tersebut dilaksanakan, maka dia akan puas dan tidak melakukan tindakan yang lain.
  • Jika seseorang berkeinginan untuk bertindak dan keinginan itu tidak dilaksanakan, maka dia tidak puas dan akan melakukan tindakan yang lain.
  • Jika seseorang tidak mempunyai keinginan untuk bertindak, tetapi dia  melakukan tindakan itu, maka dia merasa tidak puas dan akan melakukan tindakan lain. 

b. Hukum latihan, yang berprinsip utama pada latihan (pengulangan). Oleh karena itu, jika guru sering memberi latihan (S) dan siswa menjawabnya (R), maka prestasi belajar siswa pada pelajaran tersebut akan meningkat. Thorndike menyatakan bahwa pengulangan tanpa ganjaran tidak efektif, karena asosiasi S dan R hanya diperkuat oleh ganjaran. Jadi hukum latihan ini mengarah pada banyaknya pengulangan, yang biasa disebut drill.

c. Hukum akibat, yang menunjukkan bahwa jika suatu hubungan dapat dimodifikasi seperti halnya hubungan antara stimulus dan respon, dan hubungan tersebut diikuti oleh peristiwa yang diharapkan, maka kekuatan hubungan yang terjadi semakin meningkat. Sebaliknya, jika kondisi peristiwa yang tidak diharapkan mengikuti hubungan tersebut, maka kekuatan hubungan yang terjadi semakin berkurang.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa seseorang akan melakukan pekerjaan jika hasil pekerjaan itu akan memberikan rasa menyenangkan atau memuaskan,. Sebaliknya,  jika hasil tersebut tidak membawa dampak menyenangkan, maka seseorang tidak melaksakan pekerjaan tersebut.

2. Teori Belajar menurut Skinner

Menurut pandangan B. F. Skinner (1958), belajar merupakan  suatu proses atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif. Pengertian belajar ialah suatu perubahan dalam kemungkinan atau peluang terjadinya respons. Skinner berpendapat bahwa ganjaran merupakan salah satu unsur yang penting dalam proses belajar, tetapi istilahnya perlu diganti dengan penguatan. Ganjaran adalah sesuatu yang menggembirakan, sedangkan penguatan adalah sesuatu yang mengakibatkan meningkatkatnya suatu respon tertentu. Penguatan tidak selalu berupa hal yang menggembirakan, tetapi dapat terjadi sebaliknya.

3. Teori Belajar menurut Robert M. Gagne  

Sejalan dengan Thorndike dan Skinner, Gagne juga salah satu tokoh penganut aliran psikologi Stimulus-Respon (S-R). Gagne berpendapat bahwa terjadinya belajar seseorang karena dipengaruhi faktor dari luar dan faktor dari dalam diri orang tersebut dimana keduanya saling berinteraksi (Nasution, 2000:136). Faktor dari luar (eksternal) yaitu stimulus dan lingkungan dalam acara belajar, dan faktor dari dalam (internal) yaitu faktor yang menggambarkan keadaan dan proses kognitif siswa.

Keadaan internal menunjukkan pengetahuan dasar (yang berkaitan dengan hahan ajar), sedangkan proses kognitif menunjukkan bagaimana kemampuan siswa mengolah/mencerna bahan ajar. Kondisi internal belajar ini berinteraksi dengan kondisi eksternal belajar, dan dari interaksi tersebut tampaklah hasil belajar. Untuk lebih memperjelas interaksi tersebut, disusun suatu bagan yang mengilustrasikan interaksi antara komponen esensial belajar dan pembelajaran.

Menurut Gagne, ada tiga tahap dalam belajar yaitu:

  • Persiapan untuk belajar dengan melakukan tindakan mengarahkan perhatian, pengharapan, dan mendapatkan kembali informasi.
  • Pemerolehan dan unjuk perbuatan (performansi), yang digunakan untuk persepsi selektif, sandi semantik, pembangkitan kembali, respon, dan penguatan.
  • Alih belajar yaitu pengisyaratan untuk membangkitkan dan memberlakukan secara umum

Dengan demikian menurut Gagne hasil belajar merupakan hasil interaksi stimulus dari luar dengan pengetahuan internal siswa.

4. Teori Belajar menurut Piaget 

Jean Piaget, psikolog-kognitif dari Swiss ini, berpendapat bahwa proses berpikir manusia merupakan suatu perkembangan bertahap dari berpikir intelektual kongkrit ke abstrak secara berurutan melalui empat tahap. Urutan tahapan itu tetap bagi setiap orang, tetapi usia kronologis bagi setiap orang yang memasuki tiap tahap berpikir berbeda-beda tergantung kondisi masing-masing individu. Keempat tahap tersebut adalah:

  • Tahap sensori motor pada usia 0-2 tahun.
  • Tahap praoperasional pada usia 2-7 tahun.
  • Tahap periode operasi kongkrit pada usia 7-12 tahun.
  • Yang terakhir adalah tahap operasi formal pada usia 12 tahun ke atas. Istilah operasi di sini dimaksudkan suatu proses berfikir logis yang merupakan aktivitas mental (bukan aktivitas sensori motor).

5. Teori Belajar menurut Bruner  

Dalam teori belajar, Jerome Bruner berpendapat bahwa kegiatan belajar akan berjalan baik dan kreatif jika siswa dapat menemukan sendiri suatu aturan atau kesimpulan tertentu. Dalam hal ini Bruner membedakan teori belajar menjadi tiga tahap. Ketiga tahap itu adalah:

  • Tahap informasi, yaitu tahap awal untuk memperoleh pengetahuan atau pengalaman baru.
  • Tahap transformasi, yaitu tahap memahami, mencerna dan menganalisis pengetahuan baru serta ditransformasikan dalam bentuk baru yang mungkin bermanfaat untuk hal-hal yang lain.
  • Evaluasi, yaitu untuk mengetahui apakah hasil tranformasi pada tahap kedua tadi benar atau tidak.

Bruner mempermasalahkan seberapa banyak informasi itu diperlukan agar dapat ditransformasikan. Hal ini tergantung pada hasil yang diharapkan, di samping motivasi siswa, minat, keinginan dan dorongan untuk menemukan sendiri. Selain itu, Bruner juga mengangkat empat tema pendidikan yaitu:

  • Mengemukakan pentingnya arti struktur pengetahuan.
  • Kesiapan (readiness) siswa untuk belajar.
  • Nilai intuisi dalam proses pendidikan dengan intuisi.
  • Motivasi atau keinginan siswa untuk belajar, dan kemampuan guru untuk memotivasinya.

Demikian penjelasan mengenai teori belajar menurut para ahli, semoga bermanfaat.

Kata Kunci:

teori belajar menurut para ahli,teori pembelajaran menurut para ahli,pengertian teori belajar,teori belajar menurut beberapa ahli,teori belajar menurut para ahli psikologi,pengertian teori belajar menurut para ahli,teori belajar dan ahlinya,Teori belajar dan pendapat para ahli,teori belajar yang menurut para ahli paling bagus,teori belajar meurut pendapat tokoh dan para ahli
Teori Belajar Menurut Para Ahli | Wawang Armansyah | 4.5