Arti serta Ciri Belajar dan Pembelajaran

Tuesday, March 10th, 2015 - Belajar

Arti serta Ciri Belajar dan PembelajaranBelajar dan pembelajaran adalah dua kata yang sangat erat kaitannya dalam mendidik peserta didik agar nantinya dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Berikut ini penjelasan megenai belajar dan pembelajaran beserta dengan ciri-cirinya masing-masing:

Belajar dan Pembelajaran

Belajar dan Pembelajaran

1. Belajar [Belajar dan Pembelajaran]

Pengertian belajar menurut kamus bahasa Indonesia adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, berlatih, berubah tingkah laku atau tanggapan yang disebabkan oleh pengalaman.

Ciri ciri Belajar

Ciri-ciri belajar adalah sebagai berikut :

  1. Adanya kemampuan baru atau perubahan. Perubahan tingkah laku bersifat pengetahuan (kognitif), keterampilan (psikomotorik), maupun nilai dan sikap (afektif).
  2. Perubahan itu tidak berlangsung sesaat saja melainkan menetap atau dapat disimpan.
  3. Perubahan itu tidak terjadi begitu saja melainkan harus dengan usaha. Perubahan terjadi akibat interaksi dengan lingkungan. – belajar dan pembelajaran.
  4. Perubahan tidak semata-mata disebabkan oleh pertumbuhan fisik/ kedewasaan, tidak karena kelelahan, penyakit atau pengaruh obat-obatan.

Jenis jenis  Belajar

Manusia memilki beragam potensi, karakter, dan kebutuhan dalam belajar. Karena itu banyak tipre-tipe belajar yang dilakukan manusia. Gagne mencatat ada delapan tipe belajar:

  1. Belajar isyarat (signal learning). Menurut Gagne, ternyata tidak semua reaksi sepontan manusia terhadap stimulus sebenarnya tidak menimbulkan respon.dalam konteks inilah signal learning terjadi. Contohnya yaitu seorang guru yang memberikan isyarat kepada muridnya yang gaduh dengan bahasa tubuh tangan diangkat kemudian diturunkan.
  2. Belajar stimulus respon. Belajar tipe ini memberikan respon yang tepat terhadap stimulus yang diberikan. Reaksi yang tepat diberikan penguatan (reinforcement) sehingga terbentuk perilaku tertentu (shaping). Contohnya yaitu seorang guru memberikan suatu bentuk pertanyaan atau gambaran tentang sesuatu yang kemudian ditanggapi oleh muridnya. Guru member pertanyaan kemudian murid menjawab.
  3. Belajar merantaikan (chaining). Tipe ini merupakan belajar dengan membuat gerakangerakan motorik sehingga akhirnya membentuk rangkaian gerak dalam urutan tertentu. Contohnya yaitu pengajaran tari atau senam yang dari awal membutuhkan proses-proses dan tahapan untuk mencapai tujuannya.
  4. Belajar asosiasi verbal (verbal Association). Tipe ini merupakan belajar menghubungkan suatu kata dengan suatu obyek yang berupa benda, orang atau kejadian dan merangkaikan sejumlah kata dalam urutan yang tepat. Contohnya yaitu Membuat langkah kerja dari suatu praktek dengan bntuan alat atau objek tertentu. Membuat prosedur dari praktek kayu. – belajar dan pembelajaran.
  5. Belajar membedakan (discrimination). Tipe belajar ini memberikan reaksi yang berbeda–beda pada stimulus yang mempunyai kesamaan. Contohnya yaitu seorang guru memberikan sebuah bentuk pertanyaan dalam berupa kata-kata atau benda yang mempunyai jawaban yang mempunyai banyak versi tetapi masih dalam satu bagian dalam jawaban yang benar. Guru memberikan sebuah bentuk (kubus) siswa menerka ada yang bilang berbentuk kotak, seperti kotak kardus, dan kubus.
  6. Belajar konsep (concept learning). Belajar mengklsifikasikan stimulus, atau menempatkan obyek-obyek dalam kelompok tertentu yang membentuk suatu konsep. (konsep : satuan arti yang mewakili kesamaan ciri). Contohnya yaitu memahami sebuah prosedur dalam suatu praktek atau juga teori. Memahami prosedur praktek uji bahan sebelum praktek, atau konsep dalam kuliah mekanika teknik.
  7. Belajar dalil (rule learning). Tipe ini meruoakan tipe belajar untuk menghasilkan aturan atau kaidah yang terdiri dari penggabungan beberapa konsep. Hubungan antara konsep biasanya dituangkan dalam bentuk kalimat. Contohnya yaitu seorang guru memberikan hukuman kepada siswa yang tidak mengerjakan tugas yang merupakan kewajiban siswa, dalam hal itu hukuman diberikan supaya siswa tidak mengulangi kesalahannya.
  8. Belajar memecahkan masalah (problem solving). Tipe ini merupakan tipe belajar yang menggabungkan beberapa kaidah untuk memecahkan masalah, sehingga terbentuk kaedah yang lebih tinggi (higher order rule). Contohnya yaitu seorang guru memberikan kasus atau permasalahan kepada siswa-siswanya untuk memancing otak mereka mencari jawaban atau penyelesaian dari masalah tersebut.

Berikut beberapa faktor pendorong mengapa manusia memiliki keinginan untuk belajar:

  • Adanya dorongan rasa ingin tahu.
  • Adanya keinginan untuk menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi sebagai tuntutan zaman dan lingkungan sekitarnya.
  • Mengutip dari istilah Abraham Maslow bahwa segala aktivitas manusia didasari atas
  • Kebutuhan yang harus dipenuhi dari kebutuhan biologis sampai aktualisasi diri.
  • Untuk melakukan penyempurnaan dari apa yang telah diketahuinya.
  • Agar mampu bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungannya.
  • Untuk meningkatkan intelektualitas dan mengembangkan potensi diri.
  • Untuk mencapai cita-cita yang diinginkan.
  • Untuk mengisi waktu luang.

2. Pembelajaran

Istilah pembelajaran berhubungan erat dengan pengertian belajar dan mengajar. Belajar, mengajar dan pembelajaran terjadi bersama-sama. Belajar dapat terjadi tanpa guru atau tanpa kegiatan mengajar dan pembelajaran formal lain. Sedangkan mengajar meliputi segala hal yang guru lakukan di dalam kelas. Pengertian pembelajaran menurut kamus bahasa Indonesia yaitu proses, cara menjadikan orang atau makhluk hidup belajar.

Pengertian pembelajaran menurut beberapa ahli:

  1. Duffy dan Roehler (1989). Pembelajaran adalah suatu usaha yang sengaja melibatkan dan menggunakan pengetahuan profesional yang dimiliki guru untuk mencapai tujuan kurikulum.
  2. Gagne dan Briggs (1979:3). Mengartikan instruction atau pembelajaran ini adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa yang bersifat internal.
  3. Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 Tentang SISDIKNAS Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar.

Ciri-Ciri Pembelajaran

Ciri-ciri pembelajaran sebagai berikut :

  • Merupakan upaya sadar dan disengaja
  • Pembelajaran harus membuat siswa belajar
  • Tujuan harus ditetapkan terlebih dahulu sebelum proses dilaksanakan
  • Pelaksanaannya terkendali, baik isinya, waktu, proses maupun hasilnya

Perbedaan Pembelajaran, Pengajaran, Pemelajar, dan Pembelajar

Pembelajaran adalah separangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar siswa, dengan memperhitungkan kejadia-kejadian ekstrim yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian intern yang berlangsung dialami siswa Pengajaran adalah proses, perbuatan, cara mengajar atau mengajarkan perihal mengajar, segala sesuatu mengenai mengajar, peringatan (tentang pengalaman, peristiwa yang dialami atau dilihatnya). – belajar dan pembelajaran.

Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu roses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa. Pemelajar adalah orang yang melakukan pengajaran. Pembelajar adalah orang yang melakukan pembelajaran.

Demikian penjelasan mengenai arti serta ciri belajar dan pembelajaran, semoga bermanfaat.

(Baca juga Dasar Belajar Menggambar dengan Benar, dan Teori Belajar Menurut Para Ahli).

Kata Kunci:

ciri-ciri belajar dan contohnya,ciri belajar pembelajaran,ciri ciri belajar dan pembelajaran,konsep atau ciri belajar,ciri-ciri belajar dan pembelajaran,Ciri ciri belajar dan penjelasannya,pengertian belajar membedakan,pengertian belajar dan ciri cirinya,pengertian belajar dan ciri ciri pembelajaran,Orang dalam belajar pembelajaran
Arti serta Ciri Belajar dan Pembelajaran | Wawang Armansyah | 4.5