Belajar Adobe Illustrator serta Mengetahui Fungsi Setiap Tool dalam Tool Box

Sunday, April 26th, 2015 - Belajar, Belajar Adobe

Belajar Adobe Illustrator – Dalam belajar adobe illustrator ada beberapa hal mendasar yang saya anggap sangat penting untuk dipahami, yakni kita harus tahu perbedaan antara grafik vektor dan grafik bitmap. Grafik vektor tidak akan mengalami penurunan kualitas bila dimensi gambarnya diperbesar karena tidak bergantung dengan resolusi. Sedangkan grafik bitmap atau  raster akan mengalami penurunan kualitas bila ukurannya dibesarkan.

PhotoShop adalah ‘surga’ untuk menyunting file bitmap, sedangkan Illustrator sebaliknya tempat nongkrong yang cool untuk membuat grafik vektor. Resolusi minimal untuk gambar bitmap yang akan dicetak adalah 300 dot per inch (dpi). Sedangkan untuk keperluan tampilan di monitor (untuk web atau presentasi on-line) resolusi yang dibutuhkan bisa sekitar 75 dpi atau 150 dpi.

Belajar Adobe Illustrator

Belajar Adobe Illustrator

Belajar Adobe Illustrator

Mana yang paling bagus? Tidak ada yang paling bagus ataupun yang paling jelek, semua tergantung kebutuhan pekerjaan kita (dan kreatifitas kita) nantinya bila akan bekerja dengan artwork yang akan kita geluti. Seperti tertulis di atas, saya sendiri terkadang menggunakan grafik vektor dan bitmap dalam satu program.

Untuk memudahkan Anda dalam belajar Illustrator, pelajari dahulu interface program, menu dan tool-tool-nya. Proses pembelajaran dapat beriringan dimulai dengan membuat objek-objek sederhana terlebih dahulu yang melibatkan menu dan tool-tool yang dibutuhkan. Setelah terbiasa dengan itu semua baru mulai membiasakan diri membuat artwork dengan menggunakan shortcut. Setelah itu mulailah mengasah kreatifitas Anda dan tuangkan semuanya ke dalam Illustrator.

Setelah mengetahui perbedaan antara grafik vektor dan grafik bitmap, sudah saatnya kita mulai mengakrabkan diri dan sense kita ke dalam interface program Illustrator. Interface Illustrator mirip dengan interface produk-produk Adobe lainnya. Interface dari produk Adobe sebagian besar terdiri dari menu-menu yang berada dalam tab. Tabtab tersebut masih bisa di-expand atau minimize dengan cara mengklik tanda panah yang tepat berada di samping nama tab atau dengan mengklik ganda nama masing-masing tab. Cara ini memudahkan kita untuk memanage ruang kerja kita sesuai dengan tingkat kenyamanan.

Belajar Adobe Illustrator dengan Memahami Fungsi Tools pada Tool Box

Tool Box Adobe Illustrator

Tool Box Adobe Illustrator

Keterangan dari setiap icon Tool Box Adobe Illustrator:

Selection Tool (V) untuk memilih atau menyeleksi objek.

Direct-Select Tool (A) untuk memilih atau menyeleksi objek yang lebih mendalam, misalnya memilih objek yang berada dalam suatu grup. Bisa juga untuk memilih objek rumit yang sudah tergabung dalam sebuah grup secara detail.

Dua tool di atas (harus) selalu digunakan setiap ingin mengedit atau memanipulasi suatu objek seperti menggeser, mewarnai, memotong dan lain sebagainya. 

TIPS: Untuk memilih lebih dari satu objek, pergunakan tombol Shift.

Drag +  Alt untuk membuat duplikat objek.

Tekan icon agak lama bila ada segitiga kecil di masing-masing icon Tool Box. 

Selain dua tool utama tersebut, masih ada deretan tool-tool di bawahnya yang mempunyai fungsi spesifik.

Magic Wand Tool (W), untuk memilih objek lebih dari satu yang mempunyai atribut sama, seperti warna, ketebalan garis atau gradasi.

Lasso Tool (Q), untuk memilih objek dengan analogi tali laso, yaitu mengelilingi objek yang akan dipilih menggunakan tool ini.

Pen Tool (P), tool vital untuk membuat objek secara detail titik per titik atau anchor point sehingga membentuk sebuah kurva. Kurva dapat berbentuk kurva terbuka maupun kurva tertutup. Tiap titik atau anchor point mempunyai 2 handle yang menentukan bentuk kurva tersebut bila digeser dengan mouse.

Type Tool (T), tool untuk membuat dan mengedit text. Sama seperti Pen Tool, ada beberapa icon tambahan bila Type Tool ditekan agak lama.

Line Tool (), tool untuk membuat garis lurus. Sama seperti tool-tool sebelumnya, ada beberapa icon tambahan bila tool ini ditekan agak lama. Indikasinya adalah segitiga kecil di masing-masing icon Tool Box.

Rectangle Tool (M), tool untuk membuat gambar kotak. Sama seperti tool-tool sebelumnya, ada beberapa tool tambahan bila icon ini ditekan agak lama.

Paintbrush Tool (B), tool untuk menggambar dengan efek kuas.

Pencil Tool (N), tool untuk menggambar bebas/freehand. Cocok digunakan dengan tablet. Tool ini kurang lebih mirip dengan Pen Tool. TIPS: Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi parameter tambahan.

Rotate Tool (R), tool untuk memutar objek. TIPS: Tekan Shift untuk memutar dengan sudut putaran 45 derajat. Jika objek ingin diputar sambil dibuatkan duplikatnya, tekan Alt. Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi nilai pemutaran objek.

Reflect Tool (O), tool untuk membuat refleksi atau kebalikan dari objek.  TIPS: Jika objek sudah terefleksi, tekan Alt untuk membuat duplikat objek. Klik dua kali pada icon akan ada opsi untuk mengisi nilai refleksi objek.

Scale Tool (S), tool untuk merubah ukuran objek. TIPS: Jika objek sudah terefleksi, tekan Alt untuk membuat duplikat objek. Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi nilai pembesaran objek.

Shear Tool, tool untuk memiringkan objek. TIPS: Jika objek sudah terefleksi, tekan Alt untuk membuat duplikat objek. Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi nilai kemiringan objek.

Warp Tool (Shift+R), tool untuk mendistorsi objek.  TIPS: Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi parameter perubahan objek.

Free Transform Tool (E), tool untuk mentransformasi objek.

Symbol Sprayer Tool (Shift+S), tool untuk “menyemprotkan” objek yang berada di tab Symbol ke dalam artwork. TIPS: Klik dua kali pada icon akan ada opsi-opsi untuk mengisi parameter “semprotan”. Klik terlebih dahulu gambar di tab Symbol lalu tinggal semprotkan pada area kerja.

Column Graph Tool (J), tool untuk membuat grafik batang.

Mesh Tool (U), salah satu Power Tools-nya Illustrator. Berguna untuk mengedit gradient mesh, seperti mengurangi dan menambah kolom & baris pada mesh. Tekan “U” lalu klik pada pada baris/kolom mesh yang akan ditambah. Untuk mengurangi baris/kolom, tekan “-“ sambil klik pada baris/kolom. Untuk membuat gradient mesh pilih objek yang akan dibuatkan mesh-nya lalu akses ke menu Object -> Create Gradient Mesh… masukkan jumlah baris dan kolom yang diinginkan. TIPS: Klik warna foreground dari tab Swatches lalu pilih   Eyedropper Tool (I) kemudian klik+Alt pada anchor atau edge yang diinginkan. Pembahasan mendalam mengenai gradient mesh akan dibahas tersendiri.

Gradient Tool (G), tool untuk mengedit arah gradasi pada objek.  Pilih objek yang sudah diaplikasikan gradasinya lalu drag kursor gradasi melintasi objek tersebut. Untuk membuat gradasi, pilih kurva/path tertutup lalu tekan “>” kemudian parameter gradasi dapat diakses pada tab Gradient.

Eyedropper Tool (I), tool untuk mengambil atribut pada suatu objek.  Dimana atribut itu nantinya akan diaplikasikan pada objek yang lain.  TIPS: Klik warna pada suatu objek, lalu Alt+klik pada objek yang lain. Cara ini  berlaku juga untuk atribut lain seperti text, gradasi, stroke dan lain-lain.

Blend Tool (W), tool untuk mengubah atribut blending objek.  Klik ganda pada icon ini akan menampilkan menu Blend Options.

Live Paint Bucket (K), tool express untuk mengisi warna pada sekumpulan path. Tool ini biasa dipakai untuk mewarnai objek yang sudah terusun lebih dari satu path tertutup, dengan cara “menuangkan” warna yang sudah dipilih. Cocok untuk mewarnai komik atau mewarnai (colouring) dengan teknik ngeblok. TIPS: Klik sekumpulan path, tekan K lalu arahkan sehingga path yang dimaksud akan tersorot (highlight outline merah) oleh kursor bergambat ember cat. Lalu dengan sekali klik untuk mengisi warna/gradasi pada path yang tersorot.

Live Paint Selection (Shift+L), dari namanya berarti tool ini untuk memilih path yang akan diwarnai dengan Live Paint Bucket.

Slice Tool (Shift+K), tool untuk memotong gambar untuk keperluan pembuatan web site. Saya tidak pernah menggunakan tool ini. Mungkin bila Anda berkecimpung  dalam web design akan memanfaatkan tool ini.

Scissors Tool (C), tool yang bermanfaat untuk “menggunting” atau membelah suatu kurva atau path. TIPS: Klik pada isi objek yang akan dipotong dan sisi satunya lagi.

Knife Tool, tool untuk memotong suatu objek. Prinsipnya sama dengan Scissors Tool, namun dengan pendekatan yang berbeda.  TIPS: Pilih objek lalu klik+Alt bersamaan sambil drag mouse terhadap bagian objek yang akan dipotong.

Hand Tool (H), berguna untuk menggeser bidang kerja sehingga lebih leluasa dalam menjelajah design yang kita buat. TIPS: Tekan spasi / space bar untuk menggeser bidang kerja.

Zoom Tool (Z), tool untuk memperbesar atau memperkecil area kerja. TIPS: Klik untuk zoom out dan Alt klik untuk zoom in.

Sebenarnya masih banyak lagi yang harus dipahami dalam Belajar Adobe Illustrator, semoga apa yang telah saya bagikan bermanfaat bagi kita semua.

[Mari Belajar Pascal juga dengan Kesulitan dalam Belajar].

Kata Kunci:

tool tool yg ada di ilusrraror,tools pada adobe illustrator,tool adobe illustrator dan fungsinya,tool dalam adobe ilustrator,tools untuk gambar ilustrator dan icon,macam macam shortcut di adobe illustrator,macam-macam tool pada grafis vektor dan bitmap,materi adobe illustrator,materi adobe ilustrator,materi mengenai menu illustration
Belajar Adobe Illustrator serta Mengetahui Fungsi Setiap Tool dalam Tool Box | Wawang Armansyah | 4.5