Belajar Efektif Siswa atau Santri serta Mahasiswa

Sunday, April 5th, 2015 - Belajar

Belajar Efektif Siswa atau Santri serta Mahasiswa – Ada beberapa metode yang bisa diterapkan dalam belajar efektif dan kesemuanya ini diungkapkan oleh para ilmuan atau guru besar di sebuah universitas yang bisa diterapkan bagi semua peserta didik baik itu siswa atau santri serta mahasiswa.

Belajar Efektif

Belajar Efektif

1. Belajar Efektif Menurut Van Bemmelen

Metode belajar efektif pada dasarnya merupakan upaya untuk mencapai prestasi akademik yang optimal. Secara empiris mencapai hasil yang optimal bukanlah pekerjaan yang mudah karena apabila sampai keliru dalam menentukan strategi maka bukan saja hasil yang baik yang tidak akan tercapai, akan tetapi waktu belajarpun menjadi “molor”.

2. Menurut Wrenn And Bell

Kegagalan seseorang dalam mempertahankan hasil yang baik, menunjukkan bahwa siswa atau santri, serta sampai mahasiswa tersebut tidak mampu mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi. Memang sebagai siswa atau santri, serta sampai mahasiswa seseorang harus berani menghadapi berbagai permasalahan secara mandiri,  dalam artian tidak dapat lagi menggantungkan selalu kepada orang lain.

penelitian yang dilaksanakan oleh C.C. Wrenn and Reginald Bell di Amerika Serikat (AS) menyebutkan bahwa terdapat tiga permasalahan pokok yang  dihadapi:

  1. Kesulitan mengatur waktu belajar.
  2. Ketidaktahuan tentang ukuran-ukuran baku yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan tugas-tugas.
  3. Kebiasaan membaca yang lambat.

Sehingga untuk mencapai belajar efektif, diperlukan cara atau metode yag efektif pula dalam mengatasi permasalah yang dihadapi seperti dijelaskan di atas.

3. Belajar efektif Menurut Henry Clay Lindgree

Belajar efektif setidak-tidaknya akan menyangkut dua komponen, ialah waktu dan konsentrasi. Belajar yang efektif adalah bagaimana seseorang dengan konsentrasi yang penuh dapat menggunakan waktu untuk belajar secara baik.

Untuk dapat belajar secara efektif maka konsentrasi merupakan persyaratan yang mutlak, tetapi dibalik itu ada pula faktor-faktor lain yang dapat mendukung tercapainya efektivitas belajar, di antaranya:

  • Kondisi jasmani
  • Sarana dan fasilitas
  • Strategi
  • Disiplin
  • Lingkungan

Disiplin belajar juga merupakan faktor yang sangat mendukung tercapainya efisiensi belajar. Sebaiknya setiap peserta didik setiap malam kecuali ada hal-hal istimewa membiasakan diri untuk belajar. Andaikata hal ini dapat dilakukan secara berdisiplin maka tentu hasilnya sangat memuaskan.

Penelitian yang dilakukan oleh Prof. Henry Clay Lindgreen terhadap sejumlah peserta didik berprestasi atau sukses di “San Fransisco State College” mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan studi para mereka adalah sebagai berikut:

  • Belajar secara efektif (33%)
  • M i n a t  (interest) (25%)
  • Kecerdasan (IQ) (15%)
  • Pengaruh keluarga (5%)
  • Lain-lain (22%)

4. Belajar Efektif Menurut Froe And Lee

Dari hasil pengamatan terhadap kebiasaan belajar efektif yang sukses dan didukung dengan analisis asas-asas belajar (principles of learning) yang mapan maka Otis D. Froe and Maurice A. Lee  di dalam karyanya “How to Become a Succesful Student” mengemukakan saran-saran sebagai berikut:

1. Do all of your studying in the same place,  in your  own room if possible.

Lakukan semua kegiatan belajar anda di dalam tempat yang sama, bila mungkin di dalam kamar anda sendiri. Dengan  cara ini gangguan-gangguan yang timbul akan dikurangi.

2. Don’t attempt to study in the same room you use for recreation.

Jangan melakukan kegiatan belajar pada ruang yang sama yang anda pergunakan untuk rekreasi. Misalnya belajar di ruang televisi atau di ruang keluarga, dsb, karena dengan cara ini hanya akan menambah datangnya gangguan saja.

3. Study for particular course or lesson the same time each day if possible.

Lakukan studi terhadap suatu mata kuliah atau bahan pelajaran pada waktu yang sama setiap hari, apabila mungkin, hal ini dapat dianggap sebagai “tabungan ilmu” yang sewaktu-waktu dapat dipetik hasilnya.

4. Don’t attempt to study while in a too relaxed po-sition.

Jangan  belajar sewaktu keadaannya terlalu  santai, untuk studi yang serius maka ketegangan fisik justru sering diperlukan.

5. Avoid serious study immediately after a heavy meal.

Hindarkan studi yang serius setelah kenyang makan,makan terlalu kenyang akan mengakibatkan peredaran darah lebih banyak ke perut dan mengurangi peredar-an ke syaraf otak, akibatnya konsentrasi menurun.

6. Do something while studying.

Berbuatlah sesuatu ketika belajar, misalnya menulis, membuat catatan-catatan, dan ringkasan-ringkasan.

7. Spend enough time for study.

Pergunakan waktu yang cukup untuk belajar, jangan terlalu membatas waktu untuk belajar, sebab hal ini Justru akan menurunkan konsentrasi.

8. Begin studying immediately after you sit down on your desk.

Setelah duduk di kursi belajar segeralah pelajaran Anda dimulai, hal ini akan mempercepat terbentuknya konsentrasi belajar.

9. Don’t attempt to participate in too many out-of-class activities.

Jangan terlampau banyak mengikuti kegiatan “di luar kelas”,  seleksilah kegiatan yang konstruktif, agar tidak menyita waktu belajar anda.

10. When in class pay attention to what is going on.

Sewaktu berada di dalam kelas maka curahkan perhatian terhadap apa yang berlangsung, jangan terjadi pikiran melayang-layang di luar kelas.

11. Recite often in class and to yourself while study-ing.

Ujilah kemampuan anda diri sendiri, sampai di manakah  pengetahuan dan pemahaman anda tentang sesuatu masalah.

12. Make up illustrations.

Buatlah contoh-contoh, apabila anda sungguh-sungguh memahami segala sesuatu pasti mampu membuat contoh-contoh terapannya.

13. Find some practical use for your newly acquired knowledge.

Carilah kasus-kasus praktis bagi pengetahuan anda yang baru didapat,  misalnya diterapkan pada kasus apa saja formula-formula yang baru saja dipelajari.

14. Early in each you are pursuing, get an overall view of its content.

Usahakan mempunyai gambaran utuh pada setiap topik, hal ini akan  memudahkan anda mengikuti penjelasan-penjelasan lebih lanjut.

15. Write down and prepare all assignments.

Catatlah dan persiapkan semua tugas belajar.

16. Get the habit of intending to learn.

Capailah kebiasaan berkeinginan belajar, motivasi adalah dasar untuk mencapai prestasi.

17. Relate new learning to past experiences.

Hubungkan pengetahuan baru dengan pengalaman-pengalaman terdahulu, Apakah ada relevansinya?

18. Whenever feasible,  do important study just before sleep or recreation.

Belajar tentang masalah-masalah yang lebih penting sebaiknya didahulukan sebelum tidur atau berekreasi.

19. Practice the habits of mastery learning.

Latihlah kebiasaan belajar tuntas, dalam arti belajarlah sampai paham betul tentang materi apa yang dipelajari, dan ini harap dibiasakan.

Demikian bagaimana cara agar dalam proses belajar bisa mencapai tindakan belajar efektif agar tujuan dapat dicapai sesuai dengan yang diharapkan, semoga bermanfaat.

(Baca juga tentang Teori Belajar Humanistis Lengkap Model Pembelajarannya, dan Cara Belajar yang Baik dan Benar).

Belajar Efektif Siswa atau Santri serta Mahasiswa | Wawang Armansyah | 4.5