Kesulitan Belajar dan Cara Memahaminya pada Seorang Anak

Friday, April 3rd, 2015 - Belajar, Cara

Kesulitan Belajar dan Cara Memahaminya pada Seorang Anak – Kesulitan belajar merupakan bidang  yang sangat luas, dan sangat komplek untuk dipelajari, karena menyangkut sekurang-kurangnya aspek psikologis, neurologis, pendidikan dan aspek kehidupan sosial anak dalam keluarga/ masyarakat. Setiap disiplin ilmu memiliki cara pandang yang berebeda dalam memahami dan menjelaskan fenomena kesulitan belajar yang dialami oleh seorang anak.

Kesulitan Belajar

Kesulitan Belajar

Kesulitan Belajar

Tulisan singkat ini berusaha untuk melihat fenomena kesulitan belajar yang dialami oleh seorang anak dari sudut pandang pendidikan. Ilmu pendidikan berpendirian  bahwa semua anak miliki perbedaan dalam perkembangan yang dialami, kemampuan yang dimiliki, dan hambatan yang dihadapi. Akan tetapi ilmu pendidikan juga berpendirian bahwa meskipun setiap anak  mempunyai perpedaan-perbedaan, mereka tetap sama yaitu sebagai seorang anak. Oleh karena itu jika kita berhadapan dengan seorang arang anak, yang pertama harus dilihat,  ia adalah seorang anak, bukan label kesulitannya semata-mata.

yang dilihat. Dengan kata lain pendidikan  melihat anak dari sudut pandang yang positif, dan  selalu melihat adanya harapan bahwa anak akan dapat berkembang secara optimal sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Sudut pandang seperti inilah yang mendorong para pendidik untuk bersikap optimis dan tidak pernah menyerah.

Pendidikan memposisikan anak sebagai pusat aktivitas dalam pembelajaran. Ketika pembelajaran dilakukan maka pertimbangan pertama yang diperhitungkan adalah apa yang menjadi hambatan belajar dan kebuhan anak. Apabila hal itu dapat diketahui maka aktivitas pendidikan akan dipusatkan kepada apa yang dibutuhkan oleh seorang anak, bukan pada apa yang diingikan  oleh orang lain. Pendirian seperti itu menganggap bahwa fungsi pendidikan antara lain untuk memfasitilasi agar anak berkembang menjadi dirinya sendiri secara  optimal sejalan dengan potensi yang dimilikinya.

Setiap anak yang mengalami kesulitan belajar, akan menunjukkan fenomena yang beragam (heterogen), akan tetapi untuk memudahkan dalam memahami keragaman fenomenan itu, kesulitan belajar dapat dikategorikan menjadi dua bagian yaitu kesulitan belajar yang bersifat internal yang disebut learning disability dan kesulitan belajar yang bersifat eksternal berkaitan dengan factor lingkungan yang disebut dengan learning problem.

Memahami Kesulitan Belajar Seorang Anak

1. Kesulitan Belajar Internal (Learning Disabilities)

Kesulitan belajar yang bersifat internal berkaitan dengan kelainan sentral pada fungsi otak. Disiplin ilmu pendidikan tidak mempunyai kompentensi untuk menjelaskan bagaimana kelianan fungsi otak terjadi. Hal yang penting untuk dipahami adalah fenomena-fenomena apa yang muncul dan berhubungan langsung dengan aktivitas belajar sorang anak.

Ketika seorang anak belajar memerlukan kemampuan dalam persepsi (perception), baik pendengaran, penglihatan, taktual dan kinestetik, kemampuan mengingat (memory), proses kognitf (cognitive prcsess)  dan perhatian (attention). Kemampuan-kemampuan tersebut bersifat internal di dalam otak. Proses belajar akan mengalami hambatan/kesulitan apabila kemampuan-kemampuan tersebut mengalami gangguan. Apabila ada seorang anak yang mengalami kesulitan pada keempat aspek seperti itu ada kemungkinan anak tersebut mengalai kesulitan belajar yang bersifat internal (learning disability).

  • Mengingat (Memory)

Mengingat (memory) adalah kemampuan untuk menyimpan informasi dan pengalaman yang pernah dipelajari pada masa lalu dan dapat dimunculkan kembali jika diperlukan. Kemampuan mengingat ini mempunyai dua tingkatan yaitu ingatan jangka pendek (short term memory) dan ingatan jangka panjang (long term memory).

  • Persepsi

Persepsi diperlukan dalam belajar utuk menganalisis informasi yang diterima. Misalnya, seorang anak diperlihatkan bentuk /h/ dan /n/. atau angka /6/ dengan /9/. Anak yang persepsi penglihatannya baik, akan dapat membedakannya. Sedangkan anak yang mengalami ganguan persepsi akan sangat sulit untuk menemukan karakter yang membedakan kedua  bentuk tersebut. Dapat dibayangkan betapa sulitnya bagi seorang anak yang mengalami hambatan seperti ini untuk belajar membaca.

  • Perhatian (Attention)

Perhatian (attention) adalah kemampuan seorang anak dalam memilih stimulus (perangsang) tertentu,  mana yang menurutnya penting dan mana yang tidak penting. Apabila seorang anak berhadapan dengan beberapa stimulus secara bersamaan, ia memilih salah satu diantaranya, sehingga ia memusatkan perhatian hanya kepada stimulus yang dililihnya.

  • Proses Kognitif (Cognitive Process)

Ketika seorang anak sedang belajar, misalnya belajar konsep bilangan maka diperlukan kemampuan untuk menghubungkan pengertian antara lambang (simbul) bilangan dengan kuantitas objek. Misalnya lima rumah mempunyai hubungan dengan simbul bilangan /5/. Dua buah rumah mempunyai hubungan dengan simbul /2/. Apabila dua rumah  dikelompokkan dengan lima rumah, anak dapat memahami bahwa  akan menjadi lebih banyak rumah, yaitu tujuh /7/ rumah.

2. Kesulitan Belajar Berkenaan dengan Faktor Lingkungan (Eksternal)

Kesulitan belajar yang bersifat eksternal (learning problem), sangat terkait dengan dua situasi. Pertama, situasi di luar dan sebelum sekolah. Kedua, terkait dengan situasi di sekolah.

  • Situasi di Sekolah 

Proses belajar di sekolah terkait dengan elemen kurikulum, dan  metode pembelajaran. Sekolah-sekolah kita pada umumnya sangat kuat perpatokan pada pencapaian target kurikulum dengan muatan yang sangat banyak. Oleh karena itu ada kecenderungan bagi guru untuk selalu mengukur keberhasilan program pembelajaran itu dilihat dari tercapainya target kurikulum.

Namun ada kenyataan lain, yang hampir luput dari perhatian guru yaitu kurangnya kesempatan untuk mengecek apakah setiap anak sudah sampai pada tingkat pemahaman konsep? Data inilah yang tidak banyak diketahui oleh guru, sehingga jika ada anak yang  ternyata belum tuntas dalam memahami satu konsep pada topic tertentu  sementara  pembelajaran  terus melangkah ke topik berikutnya  yang lebih tinggi, maka sudah dapat dipastikan anak akan mengalami kesulitan untuk memhami topik yang baru itu.

  • Situasi di Luar dan Sebelum Sekolah

Aktivitas anak di rumah berpengaruh terhadap  perkembangannya. Apabila  lingkungan rumah memberi peluang yang cukup bagi seorang   anak untuk mendapatkan pengalaman belajar  seperti mendengarkan orang tuanya membacakan  dongeng, terbiasa menjawab pertanyaan dari ceritera yang telah didengarnya, mulai  mengenal buku, dibiasakan untuk mengemukakan secara lisan  apa yang diinginkan kepada orang tuanya, dan ada kesempatan untuk melakukan eksplorasi lingkungan, sehingga memungkinkan seorang anak memiliki keteampilan pra-akademik.

Demikian ulasan mengenai Kesulitan Belajar yang mungkin dialami oleh peserta didik di lingkungan anda, semoga bermanfaat.

(Lihat juga Strategi Belajar Mengajar yang Benar untuk Diterapkan, dan Tips Cara Belajar Efektif dengan Benar).

Kata Kunci:

kesulitan belajar
Kesulitan Belajar dan Cara Memahaminya pada Seorang Anak | Wawang Armansyah | 4.5