Teori Belajar Humanistis Lengkap Model Pembelajarannya

Sunday, April 5th, 2015 - Belajar, Teori

Teori Belajar Humanistis Lengkap Model Pembelajarannya – Teori belajar humanistis memiliki beberapa metode yang diterapkan di dalamnya yakni berupa metode-metode pembelajaran. Sebelum mengetahui penjelasan dari masing-masing metode tersebut, kita harus mengerti arti dari teori belajar humanistis itu sendiri. Teori belajar humanistik merupakan aliran dalam psikologi yang muncul tahun 1950an sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan psikoanalisis. Aliran ini secara eksplisit memberikan perhatian pada dimensi manusia dari psikologi dan konteks manusia dalam pengembangan teori psikologis.

Teori Belajar Humanistis

Teori Belajar Humanistis

Teori Belajar Humanistis

Dari beberapa literatur pendidikan, ditemukan beberapa model pembelajaran yang humanistik ini yakni humanizing of the classroom, active learning, quantum learning, quantum teaching, dan the accelerated learning.

1. Humanizing of the Classroom

Model ini dilatarbelakangi oleh kondisi sekolah yang otoriter, tidak manusiawi, sehingga banyak menyebabkan peserta didik putus asa, yang akhirnya mengakhiri hidupnya alias bunuh diri. Kasus ini banyak terjadi di Amerika Serikat dan Jepang. Humanizing of the Classroom ini dicetuskan oleh John P. Miller yang terfokus pada pengembangan model pendidikan afektif. 

Pendidikan model ini bertumpu pada tiga hal: menyadari diri sebagai suatu proses pertumbuhan yang sedang dan akan terus berubah, mengenali konsep dan identitas diri, dan menyatupadukan kesadaran hati dan pikiran. Perubahan yang dilakukan tidak terbatas pada substansi materi saja, tetapi yang lebih penting pada aspek metodologis yang dipandang sangat manusiawi.

[Baca juga Teori Belajar Behavioristik Terhadap Pembelajar Siswa].

Metode yang sesuai dengan model pembelajaran Humanizing of the Classroom adalah metode metode humaniora, metode tarhib wattarghib, metode Tanya jawab, dan metode sosiodrama.

2. Active Learning

Active Learning dicetuskan oleh Melvin L. Silberman. Asumsi dasar yang dibangun dari model pembelajaran ini adalah bahwa belajar bukan merupakan konsekuensi otomatis dari penyampaian informasi kepada siswa. Belajar membutuhkan keterlibatan mental dan tindakan sekaligus. Pada saat kegiatan belajar itu aktif, siswa melakukan sebagian besar pekerjaan belajar. Mereka mempelajari gagasan-gagasan, memecahkan berbagai masalah dan menerapkan apa yang mereka pelajari.

Dalam Active Learning sebagai salah satu metode pembelajaran dalam teori belajar humanistis, memiliki cara belajar dengan mendengarkan saja akan cepat lupa, dengan cara mendengarkan dan melihat akan ingat sedikit, dengan cara mendengarkan, melihat, dan mendiskusikan dengan siswa lain akan paham, dengan cara mendengar, melihat, diskusi, dan melakukan akan memperoleh pengetahuan dan ketrampilan, dan cara untuk menguasai pelajaran yang terbagus adalah dengan mengajarkan.

Belajar aktif merupakan langkah cepat, menyenangkan, dan menarik. Active Learning menyajikan 101 strategi pembelajaran aktif yang dapat diterapkan hampir untuk semua materi pembelajaran. Metode yang sesuai dengan model pembelajaran active learning adalah metode diskusi, metode karya wisata, metode eksperimen, metode demonstrasi, dan metode simulasi.

3. Quantum Learning – Teori Belajar Humanistis

Kata quantum sebenarnya merupakan terma yang dipinjam dari istilah fisika yang berarti paket energi yang dipancarkan oleh benda panas. Quantum Learning adalah seperangkat falsafah dan metode belajar yang efektif untuk semua tipe orang dan segala usia yang menghasilkan semacam kemampuan atau kompetensi yang berlipat ganda. Quantum Learning bertujuan agar pembelajaran menjadi efektif dengan kondisi belajar yang menyenangkan.

Quantum Learning sebagai bagian dari teori belajar humanistis, mengasumsikan bahwa jika siswa mampu menggunakan potensi nalar dan emosinya secara jitu akan mampu membuat loncatan prestasi yang tidak bisa terduga sebelumnya. Dengan metode belajar yang tepat siswa bisa meraih prestasi belajar secara berlipatganda. Salah satu konsep dasar dari metode ini adalah belajar itu harus mengasyikkan dan berlangsung dalam suasana gembira, sehingga pintu masuk untuk informasi baru akan lebih besar dan terekam dengan baik.

Sedang Quantum Teaching berusaha mengubah suasana belajar yang monoton dan membosankan ke dalam suasana belajar yang meriah dan gembira dengan memadukan potensi fisik, psikis, dan emosi siswa menjadi suatu kesatuan kekuatan yang integral. Quantum Teaching berisi prinsip-prinsip sistem perancangan pengajaran yang efektif, efisien, dan progresif berikut metode penyajiannya untuk mendapatkan hasil belajar yang mengagumkan dengan waktu yang sedikit.

Dalam prakteknya, model pembelajaran ini bersandar pada asas utama, yaitu bawalah dunia mereka ke dunia kita, dan antarkanlah dunia kita ke dunia mereka. Pembelajaran, dengan demikian merupakan kegiatan full content yang melibatkan semua aspek kepribadian siswa (pikiran, perasaan, dan bahasa tubuh) di samping pengetahuan, sikap, dan keyakinan sebelumnya, serta persepsi masa mendatang. Semua ini harus dikelola sebaik-baiknya, diselaraskan hingga mencapai harmoni (diorkestrasi).

Metode yang sesuai dengan model pembelajaran Quantum Learning metode studi masyarkat, metode learning by doing, metode penemuan/discovery, dan metode latihan/Drill.

4. The Accelerated Learnnig 

The Accelerated Learnnig juga model pembelajaran dalam ruang lingkup teori belajar Humanistis yang merupakan pembelajaran yang dipercepat. Konsep dasar dari pembelajaran ini adalah bahwa pembelajaran itu berlangsung secara cepat, menyenangkan, dan memuaskan. Pemilik konsep ini, Dave Meier menyarankan kepada guru agar dalam mengelola kelas menggunakan pendekatan Somatic, Auditory, Visual, dan Intellectual (SAVI). Somatic dimaksudkan sebagai learning by moving and doing (belajar dengan bergerak dan berbuat).

Auditory adalalah learning by talking and hearing (belajar dengan berbicara dan mendengarkan). Visual diartikan learning by observing and picturing (belajar dengan mengamati dan menggambarkan). Intellectual maksudnya adalah learning by problem solving and reflecting (belajar dengan pemecahan masalah dan melakukan refleksi).

Demikian penjelasan mengenai Teori Belajar Humanistis beserta Model Pembelajarannya, semoga bermanfaat.

(Baca juga penjelasan dari Sumber Belajar di Masa Modern, dan Cara Belajar yang Baik dan Benar).

Kata Kunci:

model pembelajaran humanizing the classroom,arti humanizing classroom,teori humanisme john p miller,teori belajar yang bagus untuk pembelajaran,teori belajar humanistik dari miller,teori belajar dan model-model pembelajaran,prinsip dan orang menurut melvin d miller,pengertian model humanizing the classroom,pengertian humanizing the classroom,pembelajaran humanizing the classroom
Teori Belajar Humanistis Lengkap Model Pembelajarannya | Wawang Armansyah | 4.5