Teori Motivasi Belajar dan Fungsi Motivasi Belajar

Sunday, April 12th, 2015 - Motivasi Belajar, Teori Belajar

Teori motivasi belajar berkenaan dengan bagaimana proses belajar dilakukan agar tujuan dari belajar itu dapat terwujud sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan sebelum belajar itu ditempuh. Sebelum mengetahui teori motivasi belajar, terlebih dahulu mengerti defenisi dari motivasi belajar yang dikemukakan oleh beberapa tokoh pendidikan dunia.

Teori Motivasi Belajar

Teori Motivasi Belajar

Teori Motivasi Belajar

Definisi Motivasi belajar menurut Abdorrahman Gintings adalah “Sesuatu yang menggerakkan atau mendorong siswa untuk belajar atau menguasai materi pelajaran yang sedang diikutinya”.

Dimyati  dan Mudjiono mengemukakan definisi motivasi belajar sebagai “kekuatan mental yang mendorong terjadinya belajar atau dorongan mental yang menggerakkan dan mengarahkan perilaku manusia (perilaku belajar).” Jadi motivasi belajar merupakan motivasi (dorongan) internal dan eksternal siswa untuk belajar guna memperoleh prestasi yang baik.

Hilgard dan Russel mengemukakan “motivasi merupakan bagian dari learning”. Dalam kegiatan pembelajaran pemberian motivasi sangat penting untuk diperhatikan, karena tidak semua pengajaran di sekolah dapat menarik minat siswa.

Uno  mengemukakan bahwa “motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling mempengaruhi”. Motivasi belajar dapat timbul karena faktor intrinsik, berupa hasrat dan keinginan berhasil dan dorongan kebutuhan belajar, harapan akan cita-cita. Sedangkan faktor ekstrinsiknya adalah adanya penghargaan, lingkungan belajar yang kondusif, dan kegiatan belajar yang menarik.

Setelah memahami defenisi dari motivasi belajar, berikutnya dijelaskan teori motivasi belajar yang juga dikemukakan oleh tokoh pendidikan dunia.

E.L. Thorndike, dengan penemuannya yang dikenal dengan hukum efeknya, mengatakan jika hubungan S-R memberikan kepuasan maka pada hubungan S-R pada kesempatan lain dengan situasi yang sama akan mengulang dan memperkuat hubungan S-R tadi. Sebaliknya, jika hubungan S-R menghasilkan ketidak puasan, maka hubungan S-R menjadi diperlemah atau ditinggalkan. Berkaitan dengan hal ini, Thorndike memperkenalkan konsep hadiah dengan prinsip hukum efek, yakni semakin besar kepuasan yang diperoleh pada suatu hubungan S-R maka hubungan S-R tersebut akan semakin diperkuat. Kepuasan itu sendiri pada akhirnya berperan sebagai suatu hadiah.

Berbagai macam penerapan teori motivasi belajar, baik di lingkungan sekolah, di rumah, maupun di masyarakat dikemukakan oleh RBS. Fudyartanto sebagai berikut:

  1. Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
  2. Guru memberikan hadiah dan hukuman kepada siswa.
  3. Guru menciptakan level aspirasi berupa performasi yang mendorong kelevel berikutnya.
  4. Guru melakukan kompetisi dan kerjasama pada siswa.
  5. Guru menggunakan hasil belajar sebagai umpan balik.
  6. Guru melakukan pujian kepada peserta didik.
  7. Guru mengusahakan selalu ada yang baru ketika melakukan pembelajaran di kelas.
  8. Guru perlu menyiapkan tujuan yang jelas.
  9. Guru dalam mengajar tidak menggunakan prosedur yang menekan.
  10. Guru menggunakan contoh-contoh hidup sebagaimodel-model yang menarik bagi siswa.
  11. Guru melibatkan siswa secara aktif.

Fungsi Motivasi dalam Belajar 

Teori motivasi belajar perlu diikuti oleh fungsi yang nantinya akan memperkuat teori yang hendak diterapkan dalam proses belajar. Berikut fungsi dari motivasi dalam belajar:

  • Mendorong manusia untuk berbuat, jadi sebagai penggerak atau motor yang melepaskan energi. Motivasi dalam hal ini merupakan motor penggerak dari setiap kegiatan yang akan dikerjakan.
  • Menentukan arah perbuatan, yakni kearah tujuan yang hendakdicapai. Dengan demikian motivasi dapat memberikan arah dan kegiatan yang harus dikerjakan sesuai dengan rumusan tujuannya. 
  • Menyeleksi perbuatan, yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dikerjakan yang serasi guna mencapai tujuan, dengan menyisihkan perbuatan-perbuatan yang tidak bermanfaat bagi tujuan tersebut.

Misalnya saja seorang siswa yang akan menghadapi ujian dengan harapan dapat lulus, tentu akan melakukan kegiatan belajar dan tidak akan menghabiskan waktunya untuk bermain kartu, membaca komik, sebab tidak serasi dengan tujuan. Disamping itu terdapat fungsi lain dari motivasi yaitu sebagai pendorong usaha dan pencapaian prestasi. Seseorang melakukan suatu usaha karena adanya motivasi. Adanya motivasi yang baik dalam belajar akan menunjukkan hasil yang baik pula, atau dengan kata lain itensitas motivasi seorang siswa akan sangat menentukan tingkat pencapaian prestasinya.

Demikian penjelasan mengenai Teori Motivasi Belajar, semoga bermanfaat.

[Lihat juga Teori Belajar dan Pembelajaran, dan Apa arti Belajar dan Pembelajaran].

Kata Kunci:

teori motivasi belajar,fungsi motivasi belajar,contoh dari fungsi motipasi dalam belajar,teori motivasi dalam belajar,Teori motivasi blajar,teori motivasi belajar siswa,teori dalam motivasi belajar,pengertian fungsi dan teori motivasi,fungsi teori motivasi,fungsi motivasi dalam belajar
Teori Motivasi Belajar dan Fungsi Motivasi Belajar | Wawang Armansyah | 4.5