Pengertian Pencemaran Udara

Tuesday, May 19th, 2015 - Pengertian

Pengertian Pencemaran UdaraPengertian pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia.

Pengertian Pencemaran Udara

Pengertian Pencemaran Udara

Pengertian Pencemaran Udara

Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan lokal, regional, maupun global. Dilihat dari pengertian pencemaran udara, pencemaran udara di dalam ruangan dapat mempengaruhi kesehatan manusia sama buruknya dengan pencemaran udara di ruang terbuka.

Sumber Polusi Udara

Dari penjelasan pengertian pencemaran udara, pencemar udara dibedakan menjadi dua yaitu, pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. Karbon monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.

Belakangan ini tumbuh keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global yg memengaruhi oleh aktivitas manusia, Transportasi, Industri, Pembangkit listrik, Pembakaran (perapian, kompor, furnace, insinerator dengan berbagai jenis bahan bakar) termasuk pembakaran biomassa secara tradisional, dan Gas buang pabrik yang menghasilkan gas berbahaya seperti CFC.

Beberapa sumber alami yang mencemari udara seperti Gunung berapi, Rawa-rawa, Kebakaran hutan, dan Denitrifikasi. Dalam kondisi tertentu, vegetasi dapat menghasilkan senyawa organik volatil yang signifikan yang mampu bereaksi dengan polutan antropogenik membentuk polutan sekunder.

Dan juga ada sumber-sumber lain yang juga sangat berperan dalam mencemari udara yakni Transportasi, Kebocoran tangki gas, Gas metana dari tempat pembuangan akhir sampah, serta Uap pelarut organic. Dari beberapa sumber pencemar udara, tentunya ada faktor lain yang menjadikan udara tercemar yang merupakan hasil dari sumber pencemar. Yaitu jenis-jenis bahan pencemar udara (polutan) bisa berupa Karbon monoksida, Oksida nitrogen, Oksida sulfur, CFC, Hidrokarbon, Senyawa organik volatile, Partikulat, dan Radikal bebas.

Dampak Pencemaran Udara – Pengertian Pencemaran Udara

1. Dampak kesehatan

Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas, sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.

Dampak kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernafasan atas), termasuk di antaranya, asma, bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat pencemar dikategorikan sebagai toksik dan karsinogenik.

Diperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISNA pada tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah pada tahun 2015.

2. Dampak terhadap tanaman

Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik hitam. Partikulat yang terdeposisi di permukaan tanaman dapat menghambat proses fotosintesis.

3. Hujan asam

pH biasa air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan. Dampak dari hujan asam ini antara lain:

  • Mempengaruhi kualitas air permukaan
  • Merusak tanaman
  • Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga memengaruhi kualitas air tanah dan air permukaan
  • Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan
  • Efek rumah kaca
  • Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di lapisan troposfer yang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena pemanasan global.

Dan juga adapun dampak dari pemanasan global adalah:

  • Peningkatan suhu rata-rata bumi
  • Pencairan es di kutub
  • Perubahan iklim regional dan global
  • Perubahan siklus hidup flora dan fauna
  • Kerusakan lapisan ozon
  • Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan ozon.

Ok, itulah sedikit penjelasan mengenai pengertian pencemaran udara dan kaitannya dengan pencemaran udara baik itu sumber pencemar sampai dengan dampak yang ditimbulkan, semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan yang terpenting juga, mari bersama kita jaga kebersihan lingkungan.

Untuk lebih lengkapnya baca juga Pengertian Pencemaran Lingkungan.

Kata Kunci:

Pendapat Ahli Tentang polusi udara,Pendapat Ahli Tentang dampak polusi udara,pengertian pencemaran udara menurut para ahli,pengertian pencemaran udara,pengertian pencemaran primer dan sekunder,pendapat para ahli ttg polusi udara,dampak pencemaran udara menurut para ahli,pencemaran udara menurut para ahli,pencemaran udara menurut pakar,definisi untuk pencemaran udara
Pengertian Pencemaran Udara | Wawang Armansyah | 4.5