Klasifikasi Capung dan Jenis-jenis Capung

Monday, June 29th, 2015 - Biologi

Klasifikasi Capung – Capung adalah kelompok serangga yang tergolong ke dalam bangsa Odonata. Kedua macam serangga ini jarang berada jauh-jauh dari air, tempat mereka bertelur dan menghabiskan masa pra-dewasa anak-anaknya. Namanya dalam bahasa daerah adalah papatong (Sd.), kinjeng (Jw.), coblang (Jw.), kasasiur (bjn), tjapung, dan kantolleng (bugis).

Klasifikasi Capung

Berikut ini klasifikasi capung:

Kerajaan: Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Odonata

Upaordo: Epiprocta

Infraordo: Anisoptera

Famili:

  • Aeshnidae
  • Austropetaliidae
  • Cordulegastridae
  • Corduliidae
  • Gomphidae
  • Libellulidae
  • Macromiidae
  • Neopetaliidae
  • Petaluridae

Untuk genus dari capung itu sendiri cukup banyak mengingat banyaknya spesies dari capung itu sendiri. Capung (subordo Anisoptera) relatif mudah dibedakan dari capung jarum (subordo Zygoptera). Capung umumnya bertubuh relatif besar dan hinggap dengan sayap terbuka atau terbentang ke samping. Sedangkan capung jarum umumnya bertubuh kecil (meskipun ada beberapa jenis yang agak besar), memiliki abdomen yang kurus ramping mirip jarum, dan hinggap dengan sayap-sayap tertutup, tegak menyatu di atas punggungnya.

Capung dan capung jarum menyebar luas, di hutan-hutan, kebun, sawah, sungai dan danau, hingga ke pekarangan rumah dan lingkungan perkotaan. Ditemukan mulai dari tepi pantai hingga ketinggian lebih dari 3.000 m dpl. Beberapa jenisnya, umumnya jenis capung, merupakan penerbang yang kuat dan luas wilayah jelajahnya. Beberapa jenis yang lain memiliki habitat yang spesifik dan wilayah hidup yang sempit. Capung jarum biasanya terbang dengan lemah, dan jarang menjelajah jauh.

Daur Hidup atau Metamorfosis Capung - Klasifikasi Capung

Daur Hidup atau Metamorfosis Capung – Klasifikasi Capung

Siklus hidup capung, dari telur hingga mati setelah dewasa, bervariasi antara enam bulan hingga maksimal enam atau tujuh tahun. Capung meletakkan telurnya pada tetumbuhan yang berada di air. Ada jenis yang senang dengan air menggenang, namun ada pula jenis yang senang menaruh telurnya di air yang agak deras. Setelah menetas, tempayak (larva) capung hidup dan berkembang di dasar perairan, mengalami metamorfosis menjadi nimfa, dan akhirnya keluar dari air sebagai capung dewasa.

Sebagian besar siklus hidup capung dihabiskan dalam bentuk nimfa, di bawah permukaan air, dengan menggunakan insang internal untuk bernapas. Tempayak dan nimfa capung hidup sebagai hewan karnivora yang ganas. Nimfa capung yang berukuran besar bahkan dapat memburu dan memangsa berudu dan anak ikan. Setelah dewasa, capung hanya mampu hidup maksimal selama empat bulan.

Jenis-jenis Capung Berdasarkan Bentuk Tubuhnya

Ada dua jenis capung jika dilihat dari bentuk tubuhnya, yaitu capung jarum dan capung ciwet.

1. Capung Jarum

Capung jarum adalah serangga yang termasuk ke dalam ordo Odonata, subordo Zygoptera. Jenis-jenis capung biasanya dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu capung atau sibar-sibar dan capung jarum. Capung jarum memiliki ciri-ciri unik yang membuatnya mudah dibedakan dari jenis capung lainnya, yaitu bentuk tubuh yang ramping seperti jarum dan posisi sayap tegak ke atas saat istirahat. Capung jarum sering ditemukan di sekitar kolam, rawa, hutan, dan sawah.

Capung Jarum

Capung Jarum

Berikut klasifikasi capung jarum.

Kerajaan: Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Odonata

Upaordo: Zygoptera

Families:

  • Amphipterygidae
  • Calopterygidae
  • Chlorocyphidae
  • Coenagrionidae
  • Dicteriadidae
  • Diphlebiidae
  • Euphaeidae
  • Hemiphlebiidae
  • Isostictidae
  • Lestidae
  • Lestoideidae
  • Megapodagrionidae
  • Perilestidae
  • Platycnemididae
  • Platystictidae
  • Polythoridae
  • Protoneuridae
  • Pseudostigmatidae
  • Synlestidae

Ciri-ciri umum

Capung jarum memiliki bentuk tubuh yang panjang dan kurus ramping seperti jarum. Sayap capung jarum selalu dalam posisi tegak menyatu di atas punggungnya saat beristirahat atau hinggap pada ranting tanaman.

Siklus hidup capung jarum bermula dari telur. Umumnya setelah 2 hari, telur akan menetas dan larva keluar meninggalakn cangkangnya. Kemudian larva akan bertumbuh menjadi nimfa dan pada akhirnya menjadi capung arum dewasa. Capung jarum dewasa memiliki warna tubuh hijau kekuningan dan hitam.

Habitat

Habitat capung jarum tersebar luas mulai dari sepanjang aliran air, kolam, rawa, hutan, sawah, hingga pekarangan rumah. Capung jarum dapat ditemukan di pantai ataupun daerah dengan ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut.

2. Capung Ciwet

Capung ciwet (nama latin: Pantala flavescens) adalah capung yang termasuk dalam keluarga Libellulidae. Spesies ini dari Pantala hymenaea, yang “spot-bersayap glider”, adalah satu-satunya anggota dari genus Pantala dari subfamili Pantalinae. dan capung ini merupakan spesies terbanyak di bumi ini. Capung ini memiliki panjang hingga 4,5 cm, sayap membentang antara 7,2 cm dan 8,4 cm, sisi depan kepala berwarna kekuningan kemerahan. Thorax biasanya berwarna kuning keemasan diwarnai dengan garis gelap dan berbulu. Ada juga spesies dengan cokelat atau thorax zaitun. Perut memiliki warna yang sama seperti dada. Capung ini memiliki panjang hingga 4,5 cm, sayap membentang antara 7,2 cm dan 8,4 cm, sisi depan kepala kekuningan kemerahan.

Capung Ciwet

Capung Ciwet

Berikut klasifikasi capung ciwet.

Kerajaan: Animalia

Filum: Arthropoda

Kelas: Insecta

Ordo: Odonata

Upaordo: Anisoptera

Famili: Libellulidae

Genus: Pantala

Spesies: P. flavescens

 

Setelah kawin, capung jantan terbang berdampingan, di mana capung betina bertelur sementara jantan tetap mendampinginya. Umumnya capung betina menghasilkan sekitar 500-2.000 telur. Telur berbentuk bulat lonjong sekitar 0,5 mm dan 0,4 mm pada titik-titik terkecil. Larva berkembang dalam 38-65 hari.

Capung ciwet memiliki larva sebesar 24 dan 26 mm dengan warna hijau muda dengan cahaya, dan bintik coklat. Mata bulat menyamping di bawah kepala, perut dan ekor tumpul. Namun, larva sangat sensitif terhadap suhu. Harapan hidup tidak dapat diperkirakan dan karena mobilitas yang tinggi hampir tidak mungkin untuk menentukannya. Larva sangat aktif mencari makan larva serangga dan udang kecil, nyamuk yang terbang berkerumun, semut dan bahkan rayap.

Kecepatan penerbangan capung ini hingga 5 m/s. Terutama di musim gugur ketika kawanan lalat dalam jumlah besar berkeliaran, sehingga mereka menggunakan termal ini untuk memperoleh keuntungan. Mereka lebih memilih angin lembab. Dalam penerbangan normal, populasi capung ini terbang 2,5 meter di atas tanah.

Demikian penjelasan mengenai klasifikasi capung yang bisa kami bagikan oleh Belajar Bagus, semoga bisa menambah pengetahuan anda dan bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga penjelasan mengenai Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup, dan Pengertian kalsifikasi.

Kata Kunci:

klasifikasi capung,taksonomi capung,klasifikasi hewan capung,capung jarum,Daur hidup capung,jenis jenis capung,nama spisies dari capung hijau,jenis capung,nama ilmiah capung,pengertian capung
Klasifikasi Capung dan Jenis-jenis Capung | Wawang Armansyah | 4.5