Ini Pengertian Puasa atau Saum

Friday, June 19th, 2015 - Pengertian, Puasa

Pengertian Puasa – Sebenarnya pengertian puasa tergantung siapa yang melaksanankannya. Kenapa dijelaskan demikian, karena puasa dikerjakan oleh seluruh umat beragama sesuai dengan kepercayaan dalam agamanya. Namun pada kesempatan ini akan dibahas mengenai pengertian puasa dalam ruang lingkup Islam. Berpuasa (saum) merupakan salah satu dari lima Rukun Islam. Saum secara bahasa artinya menahan atau mencegah.

Pengertian Puasa

Pengertian Puasa

Pengertian Puasa

Pengertian puasa atau dalam Islam disebut juga Shaum adalah menahan diri dari makan dan minum serta segala perbuatan yang bisa membatalkan puasa, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, dengan syarat tertentu, untuk meningkatkan ketakwaan seorang muslim.

Dari pengertian puasa tersebut dimaknai dengan menahan diri dari makan dan minum dan dari segala perbuatan yang boleh membatalkan puasa seperti perbuatan-perbuatan yang tidak baik termasuk dalam perkataan, tidak bertengkar, menjaga pola pikir, hawa nafsu, dan juga untuk melatih kesabaran, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat. Dan kesemuanya itu diharapkan berlanjut ke bulan-bulan berikutnya, dan tidak hanya pada bulan puasa.

JenisPuasa atau Saum – Pengertia Puasa

Saum dibagi menjadi dua hukum, wajib dan sunnah (dianjurkan). Berikut penjelasan lebih rincinya:

1. Puasa atau Saum wajib

Saum yang hukumnya wajib adalah saum yang harus dikerjakan dan akan mendapatkan pahala, kemudian jika tidak dikerjakan akan mendapatkan dosa. Saum-saum wajib adalah sebagai berikut:

  • Puasa/Saum Ramadan,
  • Saum karena nadzar,
  • Saum kifarat atau denda.

2. Puasa atau Saum sunnah

Saum yang hukumnya sunnah adalah saum yang jika dikerjakan mendapatkan pahala dan jika tidak dikerjakan tidak mendapatkan dosa. Saum-saum sunnah adalah sebagai berikut:

  • Puasa 6 hari di bulan Syawal selain hari raya Idul Fitri,
  • Puasa Arafah pada tanggal 9 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji,
  • Puasa Tarwiyah pada tanggal 8 Dzulhijah bagi orang-orang yang tidak menunaikan ibadah haji,
  • Puasa Senin dan Kamis,
  • Puasa Daud (sehari puasa, sehari tidak), bertujuan untuk meneladani puasanya Nabi Daud,
  • Puasa ‘Asyura (pada bulan muharram), dilakukan pada tanggal 10,
  • Puasa 3 hari pada pertengahan bulan (menurut kalender islam)(Yaumul Bidh), tanggal 13, 14, dan 15,
  • Puasa Sya’ban (Nisfu Sya’ban) pada awal pertengahan bulan Sya’ban,
  • Puasa bulan Haram (Asyhurul Hurum) yaitu bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Syarat dan Rukun Puasa atau Saum – Pengertian Puasa

Dalam menjalankan saum ini ada beberapa syarat wajib dan syarat syah yang harus diperhatikan menurut syariat Islam.

1. Syarat wajib puasa atau saum

  • Beragama Islam,
  • Berakal sehat,
  • Baligh (sudah cukup umur),
  • Mampu melaksanakannya.

2. Syarat sah puasa atau saum

  • Islam (tidak murtad),
  • Mummayiz (dapat membedakan yang baik dan yang buruk),
  • Suci dari haid dan nifas (khusus bagi wanita),
  • Mengetahui waktu diterimanya puasa.

3. Rukun puasa atau saum

  • Islam,
  • Niat,
  • Meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari.

4. Waktu haram dan makruh berpuasa

Umat Islam diharamkan berpuasa pada waktu-waktu berikut ini:

  • Hari raya Idul Fitri, yaitu pada (1 Syawal),
  • Tanggal 1 Syawwal telah ditetapkan sebagai hari raya sakral umat Islam. Hari itu adalah hari kemenangan yang harus dirayakan dengan bergembira. Karena itu syariat telah mengatur bahwa di hari itu tidak diperkenankan seseorang untuk bersaum sampai pada tingkat haram. Meski tidak ada yang bisa dimakan, paling tidak harus membatalkan saumnya atau tidak berniat untuk saum.
  • Hari raya Idul Adha, yaitu pada (10 Dzulhijjah),
  • Hal yang sama juga pada tanggal 10 Zulhijjah sebagai hari raya kedua bagi umat Islam. Hari itu diharamkan untuk bersaum dan umat Islam disunnahkan untuk menyembelih hewan Qurban dan membagikannya kepada fakir msikin dan kerabat serta keluarga. Agar semuanya bisa ikut merasakan kegembiraan dengan menyantap hewan qurban itu dan merayakan hari besar.
  • Hari-hari tasyrik, yaitu pada 11, 12, dan 13 Dzulhijjah,
  • Hari syak, yaitu pada 30 Syaban,
  • Saum selamanya,
  • Wanita saat sedang haid atau nifas,
  • Saum sunnah bagi wanita tanpa izin suaminya.
  • Kemudian waktu makruh untuk bersaum adalah ketika saum dikhususkan pada hari Jumat, tanpa diselingi saum sebelumnya atau sesudahnya.

Hal-hal yang membatalkan puasa/saum

Berikut beberapa hal yang bisa membatalkan puasa seseorang:

Hal-hal yang Membatalkan Puasa / Saum

Hal-hal yang Membatalkan Puasa / Saum

Masuknya benda (seperti nasi, air, asap rokok dan sebagainya) ke dalam rongga badan dengan disengaja,

  • Bersetubuh,
  • Muntah dengan disengaja,
  • Keluar mani (istimna’ ) dengan disengaja,
  • Haid (datang bulan) dan Nifas (melahirkan anak),
  • Hilang akal (gila atau pingsan),
  • Murtad (keluar dari agama Islam).

Dari kesemua pembatal saum ada pengecualiannya, yaitu makan, minum dan bersetubuhnya orang yang sedang bersaum tidak akan batal ketika seseorang itu lupa bahwa ia sedang bersaum.

Demikian penjelasan mengenai pengertian puasa dan penjelasan yang terkait dengan puasa. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga:

Kata Kunci:

menahan diri dari segala sesuatu yg membatalkan mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari dengan niat dan beberapa syarat tertentu adalah pengertian puasa menurut,ruang lingkup puasa
Ini Pengertian Puasa atau Saum | Wawang Armansyah | 4.5