Sunnah sebelum Mengerjakan Sholat Idul Fitri dan Cara Mengerjakannya

Sunday, June 28th, 2015 - Idul Fitri, Ramadhan

Sholat Idul FitriSholat idul Fitri merupakan sholat sunnah yang dikerjakan pada tanggal 1 Syawal atau setelah bulan suci Ramadhan. Waktu shalat ‘Id dimulai dari terbit matahari sampai tergelincirnya. Sholat idul fitri hukumnya sunat muakkad bagi laki-laki dan perempuan, mukim atau musafir. Boleh dikerjakan sendirian dan sebaiknya dilakukan berjamaah.

Sholat Idul Fitri

Sholat Idul Fitri

Beberapa Sunnah sebelum melaksanakan Sholat Idul Fitri

Berikut ini sunnah yang bisa dikerjakan sebelum ke masjid untuk sholat id secara berjamaah.

1. Mandi atau membersihkan badan

Menyadari pentingnya mandi tersebut, Nabi Muhammad saw telah mengajarkan kepada kita tata cara dan alasan-alasannya. Termasuk dari ajaran tersebut adalah mandi sebelum melaksanakan shalat Idul Fitri. Mandi dalam hal ini dilakukan untuk membersihkan diri dari hadas kecil maupun besar dengan niat untuk melakukan shalat Idul Fitri. Riwayat Musa bin Uqbah dari Nafi bahwa Umar mandi dan memakai wewangian pada hari raya Idul Fitri.

2. Berhias dengan memakai pakaian terbaik

Hadits yang mendasari amalan ini adalah “berhiaslah dengan pakain yang terbaik” (HR. Bukhari). Pakain yang terbaik dalam hal ini bukan berarti mahal. Pakain terbaik adalah pakain yang bersih dari hadas besar dan hadas kecil serta memiliki makna yang dalam atau paling disukai oleh pemakainya. Nabi saw bianya mengenakan pakain yang putih atau dominan putih, namun bukan berarti yang berwarna lain tidak boleh dikenakan pada Idul Fitri. Asal memenuhi syarat dan ketentuan sesuai syariah, pakaian warna apapun diperbolehkan.

3. Memakai wewangian

Memakai wewagian juga sangat familiar dalam masyarakat kita terutama setelah mandi dan hendak keluar rumah. Hal ini juga dianjurkan oleh Nabi saw terutama ketika hendak shalat Idul Fitri. Dalam ajaran Islam, memakai wewangian juga punya aturan sendiri, yakni wewangian yang kita pakai tidak boleh mengandung unsur yang haram atau makruh seperti alkohol sejenisnya. Wewangian yang dibenarkan dalam Islam adalah wewangian yang berasal dari bunga-bungaan yang unsur wanginya murni tanpa tambahan alkohol sejenisnya. Memakai wewangian juga memberi kesegaran tersendiri dan tidak menimbulkan bau yang tidak enak meskipun berlama-lama mendengarkan khutbah Idul Fitri atau bersalaman dengan orang lain. Ketika bersilaturahmi dengan sanak famili pun hal ini dianjurkan.

4. Makan/sarapan terlebih dahulu

Makan atau sarapan terlebih dahulu inilah yang membedakan Idul Fitri dengan Idul Adha. Jika Idul Fitri disunahkan untuk makan/sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat shalat Id, maka pada Idul Adha disunahkan untuk berpuasa atau tidak makan sebelum berangkat shalat Id.

Hal ini didasarkan pada kebiasaan yang dilakukan Nabi saw sebagaimana hadits dari Malik ibn Anas yang menyebutkan bahwa rasulullah saw tidak keluar pada Hari Idul Fitri sebelum Beliau makan beberapa biji buah kurma. Selain sebagai pertanda bahwa puasa telah berakhir, sarapan sebelum shalat Id juga membantu kita untuk dapat melakukan shalat Id dengan baik dan khusu’. Selain itu, sarapan juga memberi tambahan tenaga buat kita untuk dapat langsung bersilaturahmi dengan teman, keluarga dan sanak famili setelah shalat Id dilakukan.

5. Menempuh jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang

Dalam perjalanan ke tempat shalat atau masjid, disunnahkan untuk menempuh jalan yang berbeda antara sewaktu berangkat dengan pulang. Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan dari Jabir ra ia berkata “Bahwasanya Rasulullah saw pada hari Idul Fitri mengambil jalan lain, selain jalan yang dilalui sewaktu berangkat” (HR. Bukhari). Menempuh jalan yang berbeda dimaksudkan untuk melewati jalan yang lebih jauh menuju rumah. Dalam perjalanan pulang tersebut bisa dilakukan sambil bersilaturahmi dengan orang lain dan sesekali mampir jika melewati rumah teman, kenalan atau keluarga. Makin banyak Anda bertemu dengan orang lain makin banyak pula Anda akan bersalaman dan bertegur sapa. Demikian juga dengan Idul Fitri Anda semakin bermakna.

Bertemu dengan Banyak Orang dan Saling Memaafkan

Bertemu dengan Banyak Orang dan Saling Memaafkan

6. Bertakbir saat berangkat ke masjid

Nabi saw keluar rumah pada hari raya Idul Fitri lalu Beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai setelah shalat. Apabila setelah selesai shalat, Beliau berhenti takbir. Takbir diptraktekkan oleh masyarakat kita dengan mengumandangkannya lewat pengeras suara sebelum, selama dan bahkan setelah beberapa hari melaksanakan shalat Id. Hal ini tidak mengapa sepajang tidak mengganggu rasa aman warga sekitar masjid. Bagaimana pun, kita tetap harus menghargai jika disekeliling kita ada umat non Muslim.

Cara Mengerjakan Sholat Idul Fitri

  • Pada pagi hari tanggal 1 Syawal, sesudah kita menunaikan shalat subuh dan sesudah kita mandi sunah Hari Raya, lalu berangkatlah menuju masjid atau tanah lapang dengan memperbanyak mengucapkan takbir.
  • Setelah tiba di masjid, maka sebelum duduk shalat tahiyatul-masjid dua rakaat. Kalau ditanah lapangan tidak ada tahiyatul-masjid, hanya duduklah dengan ikut mengulang-ulang bacaan takbir, sampai mulai shalat Id itu.
  • Lafazh atau Niatnya ialah sebagai berikut :

->Jika shalat ‘Idul Fitri :

“Ushallii sunnatal-li’iidil-fitri rak’ataini lillahi ta’aalaa.

Artinya:

”Aku niat shalat sunah ‘Idul Fitri dua raka’at karena Allah Ta’ala.”

  • Pada rakaat pertama : Sesudah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca doa iftitah, selanjutnya takbir 7 kali dan setiap habis takbir disunahkan membaca:

Subhaanallahi wal-hamdu lillaah wa laa ilaaha illallah wallaahu akbar.

Artinya :

Maha Suci Allah, dan segala puji bagi Allah, tiada Tuhan melainkan Allah dan Allah Maha Besar

Setelah takbir 7 kali dan membaca tasbih tersebut. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan disambung dengan membaca surat yang disukai, dan lebih utama membaca surat Qaf atau surat Al-A’la (Sabbihisma Rabbikal-a’laa).

  • Pada raka’at kedua, sesudah berdiri untuk raka’at kedua membaca takbir 5 kali, dan setiap takbir disunahkan membaca tasbih seperti pada raka’at pertama. Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan diteruskan dengan bacaan surat yang kita kehendaki, tetapi lebih utama membaca surat Al-Ghayiah. Bacaan itu dengan suara yang nyaring. Imam menyaringkan yakni mengeraskan suaranya pada waktu membaca surat Al-FATIHAH dan surat-surat lainnya, sedangkan makmum tidak nyaring.
  • Shalat ini dikerjakan dua raka’at dan dilakukan sebagaimana shalat-shalat lainnya.
  • Khutbah dilakukan sesudah shalat ‘Id dua kali, yaitu pada khutbah pertama membaca takbir 9 kali dan pada khutbah kedua membaca takbir 7 kali dan pembacaannya harus berturut-turut.

Demikian penjelasan mengenai Sunnah sebelum Mengerjakan Sholat Idul Fitri dan Cara Mengerjakannya yang bisa kami bagikan kepada sahabat, dan kami berharap semoga bermanfaat bagi kita semua, dan apabila ada kekeliruan dalam penjelasan di atas mohon sarannya yang bersifat membangaun.

Baca juga Manfaat Puasa Ramadhan bagi Anak-anak dan Orang Dewasa, dan Ucapan Idul Fitri

Kata Kunci:

jika kita akan melaksanakan solat idul fitri apakah harus makan terlebih dahulu,#######################################################,sunah sunah shplat idain,sholat sunat sebelum shalat idul fitri,sholat sebelum sholat id,sholat 2 rakaat sebelum sholat id,shalat sunat sebelum ahalat idul fitri,sebelum melakukan sholat idul fitri dianjurkan makan terlebih dahulu atau tidak,pada salat idain dianjurkan memperbanyak bacaan,Oke Google niat sholat sunnah sebelum subuh
Sunnah sebelum Mengerjakan Sholat Idul Fitri dan Cara Mengerjakannya | Wawang Armansyah | 4.5