Akibat Revolusi Bumi

Friday, July 17th, 2015 - Fisika, Geografi

Akibat Revolusi Bumi – Setelah sebelumnya telah dijelaskan mengenai akibat rotasi bumi, sekarang akan dijelaskan  mengenai akibat revolusi bumi. Revolusi Bumi adalah peredaran bumi mengelilingi matahari. Revolusi bumi merupakan akibat tarik menarik antara gaya gravitasi matahari dengan gaya gravitasi bumi, selain perputaran bumi pada porosnya atau disebut rotasi bumi.

Akibat Revolusi Bumi

Akibat Revolusi Bumi

Akibat Revolusi Bumi

Gerakan melingkar mengelilingi Matahari terjadi selama setahun, yakni 365,2425 hari. Sehingga, revolusi Bumi mengelilingi Matahari tidak pas dengan gerakan Bumi pada sumbunya. Dari sini kita memiliki tahun kabisat yang terjadi setiap 4 tahun sekali (kecuali pada hitungan seratus yang tidak dapat dibagi 400).

Kala revolusi bumi dalam satu kali mengelilingi matahari adalah 365¼ hari. Sepanjang Bumi berevolusi, rotasi bumi tidak selalu tegak lurus terhadap bidang ekliptika melainkan berosilasi dengan kemiringan yang membentuk sudut hingga 23,50 derajat terhadap matahari. Sudut ini diukur dari garis imajiner yang membelah kutub utara dan kutub selatan yang disebut dengan garis khatulistiwa.

1. Adanya perubahan musim – Akibat Revolusi Bumi

Akibat revolusi bumi yang pertama yakni terjadinya perubahan musim. Perubahan musim yang terdiri dari 4 musim yakni dingin,semi,gugur, dan panas hanya terjadi di belahan bumi utara dan selatan. Sayang, indonesia tidak memiliki keempat musim itu karena indonesia berada di daerah katulstiwa.

2. Adanya perubahan lamanya waktu siang dan malam

Negara-negara di belahan bumi utara dan selatan memiliki perbedaan lamanya waktu siang dan malam. Selain diakibatkan oleh sudut kemiringan poros bumi, juga diakibatkan oleh revolusi bumi. Karena dalam berevolusi, bumi dapat terletak di apotema atau hipotema. Apotema adalah titik terjauh bumi dengan matahari sedangkan hipotema kebalikannya yakni titik terdekat bumi dengan matahari

3. Adanya gerak semu tahunan matahari

Gerak semu tahunan yakni gerak berubahnya posisi matahari. Nah pada bulan Januari, matahari hari terbit di samping gunung yang pertama. Pada bulan april, matahari terbit diantara kedua gunung. Pada bulan juli ada disamping gunung kedua. Lalu pada oktober kembali berada di antara gunung itu. Kemudian pada bulan desember ada pada samping gunung pertama. Dan seterusnya. Gerak semu tahunan matahari juga merupakan salah satu akibat revolusi bumi.

4. Ditetapkannya kalender masehi

Kalender masehi ditetapkan dengan memperhitungkan waktu akibat revolusi bumi.

[Baca juga Jadwal Puasa]

5. Adanya perubahan rasi bintang

Akibat revolusi pada bumi yang terakhir yakni adanya perubahan rasi bintang. Coba sahabat lihat langit malam pada bulan yang berbeda-beda. Pada bulan ini di langit ada rasi bintang waluku, pada bulan berikutnya ada rasi bintang scorpio, dan seterusnya. Nah hal ini disebabkan oleh revolusi bumi juga.

Penjelasan Orbit Bumi – Akibat Revolusi Bumi

Sebenarnya kedua istilah orbit dengan revolusi merupakan dua istilah yang memiliki makna yang sama. Bumi mengorbit Matahari pada jarak rata-rata sekitar 150 juta kilometer setiap 365,2564 hari Matahari rata-rata, atau satu tahun sideris. Dari Bumi, akan terlihat jelas gerakan Matahari ke arah timur dengan laju sekitar 1°/hari, yang memperjelas diameter Bulan atau Bumi setiap 12 jam. Karena pergerakan ini, Bumi membutuhkan waktu rata-rata 24 jam (atau hari Matahari) untuk menyelesaikan putaran penuh pada porosnya sehingga Matahari bisa kembali ke meridian.

Orbit atau Revolusi Bumi Terhadap Matahari

Orbit atau Revolusi Bumi Terhadap Matahari

Rata-rata kecepatan orbit Bumi adalah 29,8 km/s (107.000 km/h), cukup cepat untuk menempuh jarak yang sama dengan diameter planet, atau sekitar 12.742 km dalam waktu tujuh menit, dan jarak ke Bulan, 384.000 km dalam waktu 3,5 jam.

Bulan berputar dengan Bumi mengelilingi barisentrum setiap 27,32 hari. Saat dipadukan dengan sistem revolusi Bumi-Bulan mengelilingi Matahari, periode Bulan sinodik dari bulan baru ke bulan baru adalah 29,53 hari. Jika dilihat dari kutub utara langit, gerakan Bumi, Bulan, dan rotasi sumbu mereka berlawanan dengan jarum jam. Sedangkan jika dilihat dari sudut pandang di atas kutub utara, baik Matahari dan Bumi, Bumi berputar dengan arah berlawanan mengelilingi Matahari. – Akibat revolusi bumi.

Bidang orbit dan sumbu Bumi tidak teratur, sumbu Bumi miring sekitar 23,4 derajat dari serenjang bidang orbit Bumi-Matahari (ekliptika), dan bidang orbit Bumi-Bulan miring sekitar ±5,1 derajat dari bidang orbit Bumi-Matahari. Tanpa kemiringan ini, akan muncul gerhana setiap dua minggu, bergantian antara gerhana bulan dan gerhana matahari.

Bukit sfer, atau lingkup pengaruh gravitasi Bumi, adalah sekitar 1,5 Gm atau 1.500.000 km di radius. Ini adalah jarak maksimum saat pengaruh gravitasi Bumi lebih kuat daripada Matahari dan planet-planet jauh. Objek harus mengorbit Bumi dalam radius ini, atau mereka akan terkena dampak perturbasi gravitasi Matahari. Bumi, bersama dengan Tata Surya, terletak di galaksi Bima Sakti dan mengorbit sekitar 28.000 tahun cahaya dari pusat galaksi. Saat ini, Bumi berada sekitar 20 tahun cahaya di atas bidang galaktik di lengan spiral Orion.

Lihat juga: Ciri ciri Venus.

Demikian penjelasan mengenai Akibat Revolusi Bumi yang bisa BelajarBagus.net bagikan kepada sahabat, semoga memberikan manfaat.

Kata Kunci:

Perturbasi Gravitasi Matahari,posisi apotema dan hipotema di bumi,revolusi bumi gambar
Akibat Revolusi Bumi | Wawang Armansyah | 4.5