Macam-macam Gempa

Thursday, July 23rd, 2015 - Geografi

Macam-macam Gempa – Berikut akan dijelaskan mengenai macam-macam gempa yang secaraumum terbagi menjadi dua pembagian yaitu macam gempa dilihat dari intensitasnya, dan macam gempa berdasarkan sebab terjadinya.

Macam-macam Gempa

1. Gempa Dilihat dari Intensitasnya

Ada dua macam gempa dilihat dari intensitasnya, yaitu:

  • Makroseisme, yaitu gempa yang dapat diketahui tanpa alat karena intensitasnya yang besar.
  • Mikroseisme, yaitu gempa yang hanya dapat diketahui dengan menggunakan alat karena intensitasnya yang kecil sekali.

2. Macam-macam Gempa Berdasarkan Sebab Terjadinya

Ada tiga macam gempa berdasarkan sebab terjadinya, yaitu sebagai berikut:

a. Gempa runtuhan (terban)

Gempa Runtuhan - Macam-macam Gempa

Gempa Runtuhan – Macam-macam Gempa

Gempa runtuhan terjadi karena turunnya atau runtuhnya tanah, dan biasa terjadi pada daerah tambang yang berbentuk terowongan, pegunungan kapur, atau lubang. Di dalam pegunungan kapur terdapat gua-gua dan ponor-ponor (luweng) yang terjadi proses karena pelarutan (solusional). Jika atap gua atau lubang itu gugur, timbullah gempa runtuhan meskipun bahaya yang ditimbulkan relatif kecil dan getaran hanya terjadi di sekitar lokasi runtuhan.

b. Gempa vulkanis

Macam-macam gempa berikutnya yakni gempa vulkanis terjadi karena pengaruh yang ditimbulkan oleh meletusnya gunung api. Jika gunung api akan meletus, timbullah tekanan gas dari dalam sumbat kawahnya yang menyebabkan terjadinya getaran yang disebut gempa vulkanis. Gempa tersebut hanya terasa di sekitar daerah gunung api yang meletus sehingga bahaya gempa ini juga relatif kecil.

Contoh gempa vulkanis adalah gempa yang disebabkan oleh letusan Gunung Tambora. Gunung Tambora pada tahun 1815 meletus dengan dahsyat hingga menewaskan 92.000 orang. Karena kedahsyatannya tercatat dalam sejarah dunia. Kehebatan letusannya tercatat sekitar 6 juta kali kekuatan bom atom. 

Gunung ini memiliki garis tengah 60 km pada ketinggian permukaan air laut. Letusan yang mahadahsyat tersebut telah membentuk kawah dengan lebar sekitar 6 km, dan kedalaman 1.110 meter, menyebarkan sekitar 150 km kubik debu hingga mencapai jarak sejauh 1.300 km. Jawa Tengah dan Kalimantan dalam jarak sekitar 900 km dari tempat letusan, kejatuhan debu setebal 1 cm. Bongkahan letusan melayang hingga mencapai 44 km. Letusan Gunung Tambora mengakibatkan gempa vulkanik yang besar.

c. Gempa tektonik

Gempa tektonik terjadi karena gerak ortogenetik. Daerah yang sering kali mengalami gempa ini adalah daerah pegunungan lipatan muda, yaitu daerah Sirkum Mediterania dan rangkaian Sirkum Pasifik. Gempa ini sering mengakibatkan perpindahan tanah, sehingga gempa ini disebut gempa dislokasi. Bahaya gempa ini relatif besar karena tanah dapat terjadi pelipatan atau bergeser.

Akibat Adanya Gempa

Akibat Adanya Gempa

Daerah-daerah yang rawan gempa bumi disebabkan oleh kondisi labil dari suatu daerah karena daerah tersebut dilalui oleh jalur pertemuan lempeng. Daerah itu, antara lain Balkan, Iran, India, dan Indonesia yang merupakan Rangkaian Sirkum Mediterania. Jepang, Filipina, Cile, dan Amerika Tengah yang merupakan Rangkaian Sirkum Pasifik.

Lihat juga:

Demikian penjelasan mengenai materi geografi dalam hal ini tentang macam-macam gempa, semoga memberikan manfaat bagi kita semua.

Kata Kunci:

daerah rawan gempa dari rangkaian sirkum pasifik
Macam-macam Gempa | Wawang Armansyah | 4.5