Konsep Cagar Biosfer

Monday, August 17th, 2015 - Geografi

Konsep Cagar Biosfer – Kali ini BelajarBagus.net akan dijelaskan salah satu materi Geografi yaitu konsep cagar biosfer. Cagar biosfer adalah ekosistem daratan dan pesisir/ laut atau kombinasi daripadanya, yang secara internasional diakui berada di dalam kerangka Program Manusia atau Biosfer dari UNESCO (Statutory Framework of The World Network, of Biosphere Reserves – Kerangka Hukum Jaringan Cagar Biosfer Dunia).

Konsep Cagar Biosfer

Konsep Cagar Biosfer

Penetapan Cagar Biosfer Pemerintah – Konsep Cagar Biosfer

Usulan penetapan cagar biosfer diajukan oleh pemerintah nasional:

  1. Setiap calon cagar harus memenuhi  kriteria tertentu dan sesuai dengan persyaratan minimum sebelum dimasukkan ke dalam Jaringan Dunia.
  2. Setiap cagar biosfer diharuskan memenuhi tiga fungsi yang saling menunjang, yaitu fungsi konservasi; untuk melestarikan sumber daya genetik, jenis, ekosistem dan lansekap; fungsi pembangunan, untuk memacu pembangunan ekonomi dan kesejahteraan manusia, dan fungsi pendukung logistik, untuk mendukung proyek percontohan, pendidikan dan pelatihan lingkungan, serta penelitian dan pemantauan yang berhubungan dengan masalah-masalah konservasi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal, nasional, dan dunia.

Elemen-elemen atau Zona Cagar Biosfer

Secara fisik, setiap cagar biosfer harus terdiri atas tiga elemen, yaitu:

  • Satu atau lebih zona inti, yang merupakan kawasan dilindungi bagi konservasi keanekaragaman hayati, pemantauan ekosistem yang mengalami gangguan, dan melakukan kegiatan penelitian yang tidak merusak serta kegiatan lainnya yang berdampak rendah (seperti pendidikan);
  • Zona penyangga yang ditentukan dengan jelas, yang biasanya mengelilingi atau berdampingan dengan zona inti, dan dimanfaatkan bagi kegiatan-kegiatan kerja sama yang tidak bertentangan secara ekologis, termasuk pendidikan lingkungan, rekreasi, ekoturisme dan penelitian terapan dan dasar;
  • Zona transisi, atau zona pelatihan, yang mungkin berisi kegiatan pertanian, pemukiman dan pemanfaatan lain dan di mana masyarakat lokal, lembaga manajemen, ilmuwan, lembaga swadaya masyarakat, masyarakat adat, pemerhati ekonomi dan pemangku kepentingan lain bekerja sama untuk mengelola dan mengembangkan sumber daya secara berkelanjutan.

Walaupun semula dilihat sebagai rangkaian lingkaran konsentris, ketiga zona tersebut diterapkan ke dalam berbagai pendekatan yang berbedabeda untuk memenuhi kebutuhan dan kondisi setempat.

Sesungguhnya, salah satu kekuatan terbesar dari konsep cagar biosfer adalah fleksibilitas dan kreativitasnya yang telah dibakukan dalam berbagai situasi. Beberapa negara telah menetapkan undang-undang khusus bagi pembentukan cagar biosfer. Di banyak negara lainnya, zona inti dan zona penyangga ditetapkan (seluruhnya atau sebagian) sebagai zona yang dilindungi menurut undang-undang nasional.

Sejumlah cagar biosfer sekaligus memiliki kawasan dilindungi yang dikelola dengan sistem lain (seperti taman nasional atau cagar alam) dan situs lain yang diakui secara internasional (seperti situs Warisan Dunia dan Ramsar). Pengaturan kepemilikan juga bermacam-macam. Zona inti cagar biosfer kebanyakan merupakan tanah negara, tetapi dapat juga dimiliki secara pribadi atau milik organisasi nonpemerintah. Dalam banyak hal, zona penyangga merupakan milik perseorangan atau masyarakat tertentu, dan kondisi ini pada umumnya ditemukan pula pada daerah transisi. Strategi Seville bagi cagar biosfer merefleksikan kondisi ini secara luas.

Demikian penjelasan mengenai Konsep Cagar Biosfer yang bisa dibagikan sebagai salah satu sumber belajar yang bagus bagi sahabat dan nantinya bisa sahabat manfaatkan dan bermanfaat bagi kita semua.

Baca juga materi lainnya:

Kata Kunci:

kriteria cagar biosfer
Konsep Cagar Biosfer | Wawang Armansyah | 4.5