Tipe-tipe Budaya Politik

Tuesday, August 4th, 2015 - Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

Tipe-tipe Budaya Politik – Budaya politik menunjuk pada orientasi dari tingkah laku individu atau masyarakat terhadap sistem politik. Tipe-tipe budaya politik digolongkan ke dalam tiga tipe, yakni sebagai berikut.

[Lihat Pengertian Budaya Politik]

Tipe-tipe Budaya Politik

Tipe-tipe Budaya Politik

1. Budaya Politik Parokial – Tipe-tipe Budaya Politik

Budaya politik ini terbatas pada satu wilayah atau lingkup yang kecil. Dalam budaya politik parokial, orientasi politik warga terhadap keseluruhan objek politik dapat dikatakan rendah karena anggota masyarakat cenderung tidak menaruh minat terhadap objek-objek politik yang luas, kecuali dalam batas tertentu di tempat mereka tinggal.

Ciri-ciri budaya politik parokial adalah sebagai berikut.

  1. Budaya politik ini berlangsung dalam masyarakat yang masih tradisional dan sederhana.
  2. Belum terlihat peran-peran politik yang khusus; peran politik dilakukan serempak bersamaan dengan peran ekonomi, keagamaan, dan lain-lain.
  3. Kesadaran anggota masyarakat akan adanya pusat kewenangan atau kekuasaan dalam masyarakatnya cenderung rendah.
  4. Warga cenderung tidak menaruh minat terhadap objek-objek politik yang luas, kecuali yang ada di sekitarnya.
  5. Warga tidak banyak berharap atau tidak memiliki harapan-harapan tertentu dari sistem politik tempat ia berada.

2. Budaya Politik Subjek

Menurut Mochtar Masoed dan Colin Mac Andrews (2000), budaya politik subjek menunjuk pada orang-orang yang secara pasif patuh pada pejabat-pejabat pemerintahan dan undang-undang, tetapi tidak melibatkan diri dalam politik ataupun memberikan suara dalam pemilihan.

Ciri-ciri budaya politik subjek adalah sebagai berikut.

  1. Warga menyadari sepenuhnya akan otoritasi pemerintah.
  2. Tidak banyak warga yang memberi masukan dan tuntutan kepada pemerintah, tetapi mereka cukup puas untuk menerima apa yang berasal dari pemerintah.
  3. Warga bersikap menerima saja putusan yang dianggapnya sebagai sesuatu yang tidak boleh dikoreksi, apalagi ditentang.
  4. Sikap warga sebagai aktor politik adalah pasif; artinya warga tidak mampu berbuat banyak untuk berpartisipasi dalam kehidupan politik.
  5. Warga menaruh kesadaran, minat, dan perhatian terhadap sistem politik pada umumnya dan terutama terhadap objek politik output, sedangkan kesadarannya terhadap inputdan kesadarannya sebagai aktor politik masih rendah.

3. Budaya Politik Partisipan – Tipe-tipe Budaya Politik

Menurut pendapat Almond dan Verba (1966), budaya politik partisipan adalah suatu bentuk budaya yang berprinsip bahwa anggota masyarakat diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai keseluruhan dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif.

Dalam budaya politik partisipan, orientasi politik warga terhadap keseluruhan objek politik, baik umum, inputdan output, maupun pribadinya dapat dikatakan tinggi. Ciri-ciri dari budaya politik partisipan adalah sebagai berikut.

  1. Warga menyadari akan hak dan tanggung jawabnya dan mampu mempergunakan hak itu serta menanggung kewajibannya.
  2. Warga tidak menerima begitu saja keadaan, tunduk pada keadaan, berdisiplin tetapi dapat menilai dengan penuh kesadaran semua objek politik, baik keseluruhan, input, outputmaupun posisi dirinya sendiri.
  3. Anggota masyarakat sangat partisipatif terhadap semua objek politik, baik menerima maupun menolak suatu objek politik.
  4. Masyarakat menyadari bahwa ia adalah warga negara yang aktif dan berperan sebagai aktivis.
  5. Kehidupan politik dianggap sebagai sarana transaksi, seperti halnya penjual dan pembeli. Warga dapat menerima berdasarkan kesadaran, tetapi juga mampu menolak berdasarkan penilaiannya sendiri.

Bagaimana dengan budaya politik di Indonesia? Ada beragam pandangan mengenai budaya politik Indonesia. Keragaman pendapat ini dimungkinkan karena persoalan budaya politik itu dilihat dari sudut pandang yang berbeda. Rusadi Kartaprawira dalam bukunya Sistem Politik di Indonesiamenyatakan adanya beberapa ciri dari budaya politik Indonesia, antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Sifat ikatan primordial masih kuat yang dikenali melalui indikator yang berupa sentimen kedaerahan, kesukuan, dan keagamaan.
  2. Budaya politik Indonesia bersifat parokial subjek di satu pihak dan partisipasi di lain pihak.
  3. Ada subbudaya yang banyak dan beraneka ragam. Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki banyak suku yang masing-masing memiliki budaya sendiri-sendiri.
  4. Kecenderungan budaya politik Indonesia masih mengukuhi sifat paternalisme dan sifat patrimonial. Sebagai indikator, misalnya adalah perilaku menyenangkan atasan.

Sekian penjelasan mengenai Tipe-tipe Budaya Politik yang bisa BelajarBagus.net, semoga bermanfaat.

Baca juga Dasar Hukum HAM di Indonesia.

Kata Kunci:

kelebihan dan kekurangan budaya politik parokial,ciri ciri kelebihan dan kekurangan budaya politik parokial,kelebihan dan kekurangan budaya politik subjek,berikut ini tipe tipe partisipan yang benar kecuali,ciri budaya politik parokial kelebihan kekurangan,ciri ciri kelebihan dan kekurangan budaya parokial,ciri-ciri kelebihan dan kekurangan budaya politik parokial,kelebihan dan kekurangan tipe budaya politik,Suatu bentuk budaya dimana anggota masyarakat cenderung diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem sebagai keseluruhan dan terhadap struktur dan proses politik secara administratif disebut budaya politik
Tipe-tipe Budaya Politik | Wawang Armansyah | 4.5