Klasifikasi Tumbuhan Paku dan Ciri-cirinya

Sunday, September 6th, 2015 - Biologi

Klasifikasi Tumbuhan Paku – Kali ini BelajarBagus.net akan berbagi penjelasan mengenai klasifikasi tumbuhan paku. Tumbuhan paku atau paku-pakuan atau pakis-pakisan adalah sekelompok tumbuhan dengan sistem pembuluh sejati (Tracheophyta) tetapi tidak pernah menghasilkan biji untuk reproduksi seksualnya. Alih-alih biji, kelompok tumbuhan ini melepaskan spora sebagai alat penyebarluasan dan perbanyakannya, menyerupai kelompok organisme seperti lumut dan fungi.

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Klasifikasi Tumbuhan Paku

Tumbuhan paku tersebar di seluruh bagian dunia, kecuali daerah bersalju abadi dan lautan, dengan kecenderungan ditemukan tumbuh di tempat-tempat yang tidak subur untuk pertanian. Total spesies yang diketahui sekitar 12.000, dengan perkiraan 1.300 sampai 3000 lebih spesies di antaranya tumbuh di kawasan Malesia (yang mencakup Indonesia).

Pengelompokan klasik anggota tumbuhan paku (Pteridophyta, dalam arti luas, mis. menurut Haeckel (1866)) pada pengetahuan terkini dianggap bersifat parafiletik. Dari kelompok-kelompok cabang utama tumbuhan berpembuluh, satu kelompok yang mencakup paku kawat, kumpai, serta rane, ternyata memisah paling awal dari kelompok lainnya. Kelompok tersebut sekarang dimasukkan dalam divisio Lycopodiophyta. Ini menyebabkan “Pteridophyta” sekarang memiliki dua pengertian: arti luas (sebagaimana arti klasik, mencakup Lycopodiophyta) dan arti sempit (arti klasik minus Lycopodiophyta). Kelompok tumbuhan paku arti sempit bersifat holofiletik atau monofiletik, dan sekarang disebut Pteridophyta atau, untuk menghindari kebingungan, disebut Polypodiophyta atau Monilophyta.

Fosil paku tertua berasal dari kala Devon, sekitar 360 juta tahun yang lalu  tetapi suku-suku dan jenis-jenis modern baru muncul sekitar 145 juta tahun yang lalu, di awal kala Kapur, di saat tumbuhan berbunga sudah mendominasi vegetasi bumi.

Pemanfaatan tumbuhan paku oleh manusia terbatas. Kebanyakan menjadi tanaman hias, sebagian kecil dimakan, sebagai tumbuhan obat, atau bahan baku untuk alat bantu kegiatan sehari-hari.

Tumbuhan Paku Sebagai Tanaman Hias (Selaginella sp.)

Tumbuhan Paku Sebagai Tanaman Hias (Selaginella sp.)

Klasifikasi Tumbuhan Paku Secara Ilmiah

Kingdom / Kerajaan: Plantae

Divisi: Lycopodiophyta dan Pteridophyta/Monilophyta/Polypodiophyta

Kelas (sensu Smith et al. 2006)

Divisio Lycopodiophyta

Lycopodiopsida

Isoëtopsida

 

Divisio Pteridophyta

Psilotopsida

Equisetopsida

Marattiopsida

Polypodiopsida

 

Ciri-ciri Tumbuhan Paku

Bentuk luar (morfologi) tumbuhan paku bermacam-macam, sesuai dengan hasil evolusi adaptasinya. Secara umum, pakis dikenal karena daunnya tumbuh dari tunas secara “gulungan membuka” (bahasa Jawa: mlungker) atau circinate vernation dalam bahasa Inggris. Namun demikian, ciri ini sebenarnya hanya berlaku untuk paku leptosporangiatae dan anggota Marattiales.

Penampilan luar paku ada yang berupa pohon (paku pohon, biasanya tidak bercabang), semak, epifit, tumbuhan merambat, mengapung di air, hidrofit, tetapi biasanya berupa terna dengan rimpang yang menjalar di tanah atau humus. Organ fotosintetik dan reproduktif paku disebut ental (bahasa Inggris frond) dengan ukuran yang bervariasi, dari beberapa milimeter sampai enam meter. Ental paku sejati yang masih muda selalu menggulung seperti gagang biola dan menjadi satu ciri khas.

Sebagian besar anggota paku-pakuan tumbuh di daerah tropika basah. Paku-pakuan cenderung ditemukan pada kondisi tumbuh marginal, seperti lantai hutan yang lembab, tebing perbukitan, menempel atau merayap pada batang pohon atau bebatuan, di dalam airkolam/danau, daerah sekitar kawah vulkanik, serta sela-sela bangunan yang tidak terawat. Ketersediaan air yang mencukupi pada rentang waktu tertentu diperlukan karena salah satu tahap hidupnya tergantung pada keberadaan air, yaitu sebagai media bergeraknya sel sperma menuju sel telur. Karena itulah, tumbuhan ini juga lebih banyak dijumpai di kawasan pegunungan yang basah dan teduh.

Cakupan Anggota dari Klasifikasi Tumbuhan Paku

Secara tradisional, sebagaimana diajarkan di sekolah menengah, tumbuhan paku (Pteridophyta, arti luas) mencakup semua tumbuhan berpembuluh (Tracheophyta) berspora, atau kormofita berspora selain lumut hati (Hepatophyta), lumut tanduk (Anthocerophyta), dan tumbuhan lumut sejati (Musci). Pteridophyta ditempatkan pada takson divisio dengan lima kelas:

  • Psilotiinae (misalnya paku telanjang Psilotum)
  • Lycopodiinae (misalnya rane, kumpai, dan paku kawat)
  • Isoëtinae
  • Equisetinae (rumput betung atau paku ekor kuda)
  • Filicinae / Filices (paku sejati/benar, mencakup Eusporangiatae (ordo Ophioglossales dan Marattiales) dan Leptosporangiatae).

Semenjak klasifikasi baru ini diterbitkan, ditambah dengan beberapa perbaikan lanjutan, kesepakatan klasifikasi tumbuhan paku sampai 2013, adalah sebagai berikut (hingga takson bangsa/ordo)

klasifikasi-tumbuhan-paku-2

Penggolongan terhadap tumbuhan paku (dengan cakupan menyempit) ini membagi menjadi empat kelas:

  1. Psilotopsida (mencakup bangsa Psilotaless dan ophioglossales), sekitar 92 spesies
  2. Equisetopsida (paku ekor kuda dan termasuk kerabatnya yang sudah punah), dengan sekitar 15 spesies yang masih bertahan di bumi
  3. Marattiopsida, sekitar 150 spesies
  4. Polypodiopsida (mencakup seluruh paku leptosporangiataea), lebih dari 9000 spesies.

Demikian Klasifikasi Tumbuhan Paku, semoga bermanfaat. Dan sahabat juga bisa menambah pengetahuan sahabat dengan mempelajarai beberapa materi Biologi berikut:

Kata Kunci:

klasifikasi tumbuhan pakis,klasifikasi tanaman pakis,klasifikasi tumbuhan paku pakis,klasifikasi tumbuhan paku,mengidentifikasi tumbuhan baru(paku pakuan)ditemukan,paku pakuan cenderung ditemukan pada kondisi tumbuh marginal makna marginal,paku pakis,klasifikasi tumbuhan paku pakuan,klasifikasi tunbuhan paku,klasifiksi tumbuhanpakis
Klasifikasi Tumbuhan Paku dan Ciri-cirinya | Wawang Armansyah | 4.5