Pengertian dan Metode Menyusun Kertas Kerja

Saturday, September 5th, 2015 - Ekonomi

Pengertian dan Metode Menyusun Kertas Kerja – Kertas kerja merupakan sarana untuk memudahkan bagi suatu perusahaan dalam membuat laporan keuangan selanjutnya. Kertas kerja pada perusahaan dagang sama dengan pada perusahaan jasa. Kertas kerja tersebut terdiri atas sebagai berikut.

  1. Neraca saldo yang berisi rekening-rekening buku besar setelah adanya pempostingan terhadap rekening tersebut.
  2. Penyesuaian yang berisi ayat-ayat penyesuaian yang memengaruhi rekening buku besar.
  3. Neraca saldo disesuaikan berisi rekening-rekening buku besar yang telah terpengaruh ayat penyesuaian.
  4. Perhitungan laba rugi berisi rekening-rekening nominal, yaitu terdiri atas pendapatan dan beban yang menunjukkan hasil operasi perusahaan selama periode tertentu.
  5. Perhitungan neraca berisi rekening-rekening riil, yaitu terdiri atas harta, utang, dan modal yang menunjukkan posisi perusahaan pada waktu tertentu.

Pengertian dan Metode Menyusun Kertas Kerja

Metode pencatatan persediaan yang digunakan oleh perusahaan akan memengaruhi pembuatan penyusunan di akhir periode. Jika perusahaan menerapkan metode perpetual maka pada akhir periode akuntansi tidak perlu dibuatkan.

Dalam menyusun kertas kerja perusahaan dapat dilakukan dengan metode antara lain sebagai berikut.

  • Metode ikhtisar laba rugi, digunakan jika pada saat menyesuaikan persediaan barang dagangan menggunakan rekening ikhtisar laba rugi.
  • Metode harga pokok penjualan, digunakan jika pada saat menyesuaikan persediaan barang dagangan menggunakan rekening harga pokok penjualan.

Selanjutnya dari daftar saldo tersebut dapat disusun laporan keuangan jika semua data sudah sesuai dengan keadaan yang sebenarnya. Namun, dapat diketahui bahwa untuk aktiva tetap belum diperhitungkan beban penyusutannya, demikian pula dengan perlengkapan ternyata masih ada persediaan (belum terpakai). Oleh karena itu, masih perlu data penyesuaian agar transaksi menunjukkan keadaan yang sesungguhnya.

Data yang ada di Toko Rejeki telah diinformasikan bahwa perusahaan menggunakan metode pencatatan persediaan metode fisik dengan rekening penyesuaian harga pokok penjualan dengan data penyesuaiannya adalah sebagai berikut.

  1. Penyusutan aktiva tetap sebesar 5% setiap tahun (beban untuk bulan Desember belum diperhitungkan). Beban penyusutannya dibebankan untuk bagian toko sebesar 60% dan bagian kantor 40%.
  2. Perlengkapan yang masih tersisa sebesar Rp760.000,00 pemakaian perlengkapan digunakan untuk bagian toko 75% dan bagian kantor 25%.
  3. Bunga pinjaman di bank yang masih harus dibayar sebesar Rp75.000,00.
  4. Persediaan barang dagangan akhir periode senilai Rp2.886.000,00.

Berdasarkan data penyesuaian tersebut maka dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut.

Jurnal Umum

pengertian-dan-metode-menyusun-kertas-kerja

Tetapi jika Toko Rejeki telah menggunakan metode pencatatan persediaan metode fisik dengan rekening penyesuaian Ikhtisar Laba Rugi dengan data penyesuaiannya atas persediaan barang dagangan pada akhir periode sebesar Rp2.886.000, maka jurnal penyesuaian atas persediaan tersebut adalah:

Jurnal Umum

pengertian-dan-metode-menyusun-kertas-kerja-1

Demikian mengenai Pengertian dan Metode Menyusun Kertas Kerja yang bisa Belajarbagus.net bagikan kepada sahabat, semoga bermanfaat.

Kata Kunci:

kertas kerja perusahaan dagang,contoh kertas kerja dengan metode hpp,kertas kerja perusahaan dagang ikhtisar laba rugi,contoh kertas kerja dari toko rejeki,bagaimana cara menyusun jurnal penyesuaian persediaan barang dagangan dengan pendekatan harga pokok pee,menyusun kertas kerja,menyusun kertas kerja perusahaan dagang,menyusun laporan laba rugi jika diketahui hpp dan ikhtisar laba rugi,metode HPP dalam kertas kerja,Metode Ikhtisar Laba/Rugi
Pengertian dan Metode Menyusun Kertas Kerja | Wawang Armansyah | 4.5