Sistem Regulasi pada Manusia

Thursday, September 17th, 2015 - Biologi

Sistem Regulasi pada Manusia – Sistem Regulasi merupakan suatu sistem yang mengkoordinasi segala aktivitas tubuh, sehingga sistem regulasi pada manusia atau yang sering disebut dengan sistem saraf dapat dikatakan suatu sistem yang sangat penting bagi keberlangsungan hidup manusia. Sistem regulasi ini juga merupakan sistem koordinasi yang mengatur agar semua sistem organ dapat bekerja secara serasi. Jadi secara umum sistem regulasi adalah sistem organ yang meregulasi atau mengatur sistem-sistem organ tubuh lain. Sistem ini juga bertanggung jawab atas pengetahuan dan daya ingat yang dimiliki manusia.

Sistem Regulasi pada Manusia

Sistem Regulasi pada Manusia

Sistem Regulasi pada Manusia

Sistem saraf dan sistem hormon (sistem endoktrin) adalah sistem koordinasi fungsi organ-organ seluruh tubuh. Sistem saraf berperandalam iritabilitas, yaitu daya untuk menanggapi rangsang. Oleh karena itu, segala aktivitas tubuh tidak dapat dilakukan tanpa adanya bantuan oleh sistem regulasi. Sistem koordinasi pada hewan tingkat tinggi seperti manusia dilakukan oleh sistem saraf (sistem koordinasi neural dan sistem hormon/endoktrin (sistem koordinasi hormonal).

Sistem regulasi atau sistem saraf sangat berperan dalam iritabilitas tubuh. Iritabilitas memungkinkan makhluk hidup dapat menyesuaikan diri dan menanggapi perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungannya. Jadi, iritabilitas adalah kemampuan menanggapi rangsangan.

Sistem saraf mempunyai tiga fungsi utama, yaitu menerima informasi dalam bentuk rangsangan atau stimulus; memproses informasi yang diterima; serta memberi tanggapan (respon) terhadap rangsangan.

[Coba Lihat Sistem Koordinasi pada Manusia]

Sel Saraf (Neuron) – Sistem Regulasi pada Manusia

Unit terkecil penyusun sistem saraf adalah sel saraf disebut neuron. Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri atas bagian utama yang berupa badan sel saraf, dendrit, dan akson.

Bagian-bagian Sel Saraf

Bagian-bagian Sel Saraf

Badan sel saraf adalah bagian sel saraf yang paling besar. Di dalamnya terdapat nukleus dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma terdapat mitokondria yang berfungsi membangkitkan energi untuk membawa rangsangan.

  1. Dendrit adalah serabut-serabut yang merupakan tonjolan sitoplasma dan berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf menuju ke badan sel saraf. Dendrit merupakan percabangan dari badan sel saraf yang biasanya berjumlah lebih dari satu pada setiap neuron.
  2. Akson atau neurit merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang (lebih panjang daripada dendrit), berfungsi untuk menjalarkan impuls saraf meninggalkan badan sel saraf ke neuron atau jaringan lainnya. Jumlah akson biasanya hanya satu pada setiap neuron. Di dalamnya terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Di bagian ujung yang jauh dari badan sel saraf terdapat cabang-cabang yang berhubungan dengan dendrit dari sel saraf yang lain. Akson terbungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang banyak mengandung lemak. Selaput mielin disusun oleh Sel-sel Schwann. Lapisan mielin yang paling luar disebut neurilema. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi akson dari kerusakan.
  3. Sel Schwann membentuk jaringan yang membantu menyediakan makanan untuk neurit dan membantu regenerasi neurit. Selubung mielin bersegmen-segmen. Lekukan di antara dua segmen disebut nodus ranvier. Nodus ranvier berfungsi mempercepat transmisi impuls saraf. Adanya nodus ranvier tersebut memungkinkan saraf meloncat dari satu nodus ke nodus yang lain, sehingga impuls lebih cepat sampai pada tujuan.

Pertemuan antara serabut saraf dari sel saraf yang satu dengan serabut saraf dari sel saraf yang lain disebut sinapsis. Pada setiap sinapsis terdapat celah sinapsis. Sinapsis juga sebagai penghubung antara ujung akson salah satu sel saraf dengan ujung dendrit sel saraf yang lain. Pada bagian ujung akson terdapat kantong yang disebut bulbus akson. Kantong tersebut berisi zat kimia yang disebut neurotransmiter. Neurotransmiter dapat berupa asetilkolin dan kolinesterase yang berfungsi dalam penyampaian impuls saraf pada sinapsis.

Macam-macam Neuron – Sistem Regulasi pada Manusia

Menurut fungsinya, neuron dibedakan menjadi tiga macam yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan neuron asosiasi. Neuron sensorik juga disebut sel saraf indra, karena berfungsi meneruskan rangsang dari peneri-ma (indra) ke saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Badan sel saraf ini bergerombol membentuk ganglia, akson pendek, dan dendritnya panjang. Neuron motorik (sel saraf penggerak) berfungsi membawa impuls dari pusat saraf (otak) dan sumsum tulang belakang ke otot. Sel saraf ini mempunyai dendrit yang pendek dan akson yang panjang. Neuron asosiasi atau sel saraf penghubung banyak terdapat di dalam otak dan sumsum tulang belakang. Neuron tersebut berfungsi menghubungkan atau meneruskan impuls dari sel saraf sensorik ke sel saraf motorik.

Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat meliputi otak (ensefalon) dan sumsum tulang belakang (Medula spinalis). Keduanya merupakan organ yang sangat lunak, dengan fungsi yang sangat penting maka perlu perlindungan.

Otak dan Sumsum Tulang Belakang - Sistem Saraf Pusat

Otak dan Sumsum Tulang Belakang – Sistem Saraf Pusat

1. Otak

Otak mempunyai lima bagian utama, yaitu: otak besar (serebrum), otak tengah (mesensefalon), otak kecil (serebelum), sumsum sambung (medulla oblongata), dan jembatan varol.

2. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang tampak bagian luar berwarna putih, sedangkan bagian dalam berbentuk kupu-kupu dan berwarna kelabu.

Pada penampang melintang sumsum tulang belakang ada bagian seperti sayap yang terbagi atas sayap atas disebut tanduk dorsal dan sayap bawah disebut tanduk ventral. Impuls sensori dari reseptor dihantar masuk ke sumsum tulang belakang melalui tanduk dorsal dan impuls motor keluar dari sumsum tulang belakang melalui tanduk ventral menuju efektor. Pada tanduk dorsal terdapat badan sel saraf penghubung (asosiasi konektor) yang akan menerima impuls dari sel saraf sensori dan akan menghantarkannya ke saraf motor. Pada bagian putih terdapat serabut saraf asosiasi. Kumpulan serabut saraf membentuk saraf (urat saraf). Urat saraf yang membawa impuls ke otak merupakan saluran asenden dan yang membawa impuls yang berupa perintah dari otak merupakan saluran desenden.

Sumsum tulang belakang mempunyai fungsi :

  • Menyampaikan impuls sensorik dari system saraf tepi menuju otak.
  • Menyampaikan impuls motorik dari otak ke berbagai efektor.
  • Sebagai pusat gerak reflex

Sistem Saraf Tepi

Sistem saraf tepi terdiri dari sistem saraf sadar dan sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom). Sistem saraf sadar mengontrol aktivitas yang kerjanya diatur oleh otak, sedangkan saraf otonom mengontrol aktivitas yang tidak dapat diatur otak antara lain denyut jantung, gerak saluran pencernaan, dan sekresi keringat.

Demikian beberapa penjelasan mengenai Sistem Regulasi pada Manusia yang dapat BelajarBagus.net bagikan kepada sahabat, semoga bermanfaat bagi kita semua dalam pengembangan ilmu Biologi kedepannya.

Baca juga penjelasan mengenai:

Kata Kunci:

sistem regulasi,pengertian regulasi dalam biologi,organ penyusun sistem regulasi,materi sistem saraf dan regulasi sumsum,Jelaskan Regulasi Fungsi System Alat Pencernaan oleh Saraf dan Hormon,organ sistem regulasi/koordinasi,sistem regulasi manusia,pengertian sistem regulasi,pengertian sistem regulasi dan sistem koordinasi,sistem regulasi pada manusia beserta gambarnya
Sistem Regulasi pada Manusia | Wawang Armansyah | 4.5