Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi

Thursday, October 15th, 2015 - Ekonomi

Kebijakan Fiskal – Pemerintah dapat melakukan campur tangan ekonomi melalui kebijakan fiskal. Kebijakan fiskal juga sering disebut pendapatan nasional sisi pengeluaran, pasar barang, sektor riil, sektor Keynesia. Kebijakan fiskal tersebut pelaksanaannya mengacu pada faktor-faktor yang memengaruhi besarnya pendapatan nasional yaitu konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, ekspor, dan impor.

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal

Kebijakan Fiskal

Pengeluaran pemerintah tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak, maka pajak dan subsidi juga merupakan elemen kebijakan fiskal. Pembahasan kebijakan fiskal kali ini tidak secara keseluruhan, tetapi hanya mengenai pajak dan subsidi, pengeluaran pemerintah, ekspor, dan impor.

1. Pajak dan Subsidi

Pajak (dilambangkan T) merupakan pungutan yang dilakukan oleh pemerintah kepada rakyat tanpa kontra prestasi secara langsung. Sebaliknya, subsidi (dilambangkan F) merupakan pemberian pemerintah kepada rakyat. Oleh karena itu, boleh dikatakan bahwa subsidi merupakan pajak yang negatif. Berangkat dari konsep inilah pembahasan tentang pajak dan subsidi biasanya dijadikan satu. Pajak dan subsidi dapat memengaruhi pendapatan nasional melalui pengurangan/penambahan pendapatan masyarakat yang siap digunakan untuk konsumsi. Pajak mengurangi daya beli sedangkan subsidi menambah daya beli masyarakat.

Di lain pihak, pajak sebagai sumber pendapatan pemerintah. Oleh karena itu, besar kecilnya pajak (maupun subsidi) berpengaruh terhadap besar pendapatan pemerintah, dan pada selanjutnya memengaruhi pengeluaran pemerintah (Government expenditure, disingkat G).

2. Sektor Pemerintah – Kebijakan Fiskal

Pemerintah dapat melakukan campur tangan perekonomian melalui pengeluaran  pemerintahnya (biasanya dilambangkan G). Pengeluaran pemerintah tersebut bersumber antara lain dari penerimaan pajak dan subsidi. Pengeluaran pemerintah tersebut digunakan untuk pembelian barang dan jasa oleh pemerintah, baik berupa pengeluaran rutin maupun pengeluaran pembangunan.

Besarnya pengeluaran pemerintah tidak dipengaruhi oleh besarnya pendapatan nasional, tetapi besarnya pengeluaran pemerintah dapat berpengaruh terhadap pendapatan nasional periode berikutnya. Pengeluaran pemerintah yang diterima oleh masyarakat dapat meningkatkan daya beli konsumen sedangkan pengeluaran pemerintah yang digunakan untuk membeli barang  diterima oleh produsen. Produsen tersebut dapat memperoleh keuntungan dan selanjutnya dapat digunakan untuk ekspansi perusahaannya. Akibatnya, aktivitas perekonomian menjadi meningkat.

3. Ekspor dan Impor

Ekspor (biasanya dilambangkan X) dan impor (biasanya dilambangkan M) merupakan sektor luar negeri yang turut berpengaruh terhadap perekonomian nasional. Ekspor adalah penjualan barang ke luar negeri. Besarnya ekspor ditentukan oleh pembeli di luar negeri sehingga pelaku dalam negeri tidak dapat menentukan besarnya ekspor.

Naiknya ekspor dapat meningkatkan pendapatan nasional karena dapat meningkatkan kegiatan perekonomian dalam negeri. Jika ekspor naik, maka faktor–faktor produksi dapat diberdayakan, lapangan kerja dapat bertambah luas, dan akhirnya dapat meningkatkan pendapatan nasional. Impor adalah pembelian barang dari luar negeri.  Oleh karena itu pada umumnya impor ini untuk konsumsi, maka besarnya impor tergantung pada pendapatan nasional. Berikut rumus mencari besar Impor:

kebijakan-fiskal-1

di mana:

  • M = pengeluaran impor
  • Mo = otonomi impor
  • mY = impor induced
  • m = MPM = Marginal Propensity to Import, besarnya =

kebijakan-fiskal-2

Ekspor dengan impor memiliki hubungan. Jika naiknya impor dapat menurunkan pendapatan nasional. Karena dengan adanya impor menyebabkan produsen dalam negeri menurun pasarnya, dan dengan impor tersebut berarti ada kucuran dana ke luar negeri. Secara tidak langsung, investasi di dalam negeri dapat menurun.

Pemerintah menjalankan kebijakan fiskal adalah dengan maksud untuk mempengaruhi jalannya perekonomian atau dengan perkataan lain, dengan kebijakan fiskal pemerintah berusaha mengarahkan jalannya perekonomian menuju keadaan yang diinginkannya. Dengan melalui kebijakan fiskal, antara lain pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional, dapat mempengaruhi kesempatan kerja, dapat mempengaruhi tinggi rendahnya investasi nasional, dan dapat mempengaruhi distribusi penghasilan nasional.

Demikian penjelasan mengenai kebijakan fiskal yang dapat BelajarBagus.net bagikan kepada sahabat, semoga dapat memberikan manfaat.

Baca juga:

Kata Kunci:

kebijakan fiskal ekspor impor di indonesia,bagaimana kebijakan fiskal ekspor-impor indonesia,kebijakan fiskal ekspor impor,apa hubungan pendekatan pengeluaran dengan anjuran pemerintah untuk mengurangi impor,kenapa jika pendapatan meningkat pajak juga meningkat?,menambah atau mengurangi pajak dan subsidi,menambah subsidi atau mengurangi tingkat pajak,mencari impor juja diketahui mpm,mengapa pajak dan subsidi dapat mempengaruhi pendapatan nasional,pengeluaran pemerintah mempengaruhi pendapatan nasional
Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi | Wawang Armansyah | 4.5