Pengertian Kepribadian dalam Belajar Sosiologi

Wednesday, March 15th, 2017 - Sosiologi

Pengertian Kepribadian – Perhatikan teman-teman di kelas sahabat. Apakah mereka menunjukkan tingkah laku yang sama dengan sahabat atau teman-teman lainnya? Pasti sahabat akan mendapatkan keragaman tingkah laku yang diperlihatkan oleh teman-teman sahabat. Bagaimana pula dengan tingkah laku yang diperlihatkan oleh individu-individu dalam kehidupan sosial? Tentunya akan lebih kompleks daripada di kelas, bukan? Dari sekian banyak perilaku yang diperlihatkan individu-individu tersebut, biasanya ada perilaku menonjol yang diperlihatkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-harinya sehingga menjadi ciri khas yang identik dengan individu-individu tersebut. Oleh karena itu, mungkin kita sering mendengar seseorang berkata “Tuan x sangat kasar dan pemarah, dan Tuan Y lemah lembut dan baik hati”. Itulah gambaran keragaman kepribadian yang dimiliki setiap orang dilihat dari perilakunya.

Pengertian Kepribadian

Pengertian Kepribadian

Setelah melalui berbagai proses yang diterima individu, akan terbentuk kepribadian dalam dirinya. Pada dasarnya, semua manusia yang dilahirkan mempunyai sifat yang sama. Semua bayi yang baru lahir di belahan dunia manapun mempunyai sifat sama. Perubahan sifat kepribadian orang yang berbeda-beda terjadi karena pengalaman yang diperoleh pada waktu proses sosialisasi yang bebeda pula.

Setiap individu memiliki kepribadian sebagai hasil sosialisasi sejak ia dilahirkan. Kepribadian menunjuk pada pengaturan sikapsikap seseorang untuk berbuat, berpikir, dan merasakan, khususnya apabila dia berhubungan dengan orang lain atau menanggapi suatu keadaan. Untuk itulah, pembahasan kepribadian sangat menarik dan penting dalam sosiologi. Hal ini disebabkan menyangkut karakteristik dari tingkah laku sosial seseorang dan erat kaitannya dengan proses sosialisasi.

Pengertian Kepribadian

Konsep kepribadian merupakan konsep yang luas, tetapi secara sederhana istilah kepribadian mencakup karakteristik perilaku individu. Setiap individu memiliki kepribadian unik yang dapat dibedakan dari individu lain. Hal yang tidak mungkin apabila seseorang dapat memiliki banyak kepribadian. Agar lebih memahami konsep dan pengertian kepribadian yang luas tersebut, marilah kita simak batasan yang telah diberikan oleh beberapa ahli berikut ini:

  1. Theodore R. Newcombe, menjelaskan bahwa kepribadian adalah organisasi sikap-sikap (predispositions) yang dimiliki seseorang sebagai latar belakang terhadap perilaku.
  2. Roucek dan Warren, menjelaskan bahwa kepribadian adalah organisasi faktor-faktor biologis, psikologis, dan sosiologis yang mendasari perilaku individu.
  3. Yinger, berpendapat bahwa kepribadian adalah keseluruhan perilaku dari seorang individu dengan sistem kecenderungan tertentu yang berinteraksi dengan serangkaian situasi.
  4. Koentjaraningrat, berpandangan bahwa kepribadian adalah ciri-ciri watak yang diperlihatkan secara konsisten dan konsekuen sehingga seorang individu memiliki suatu identitas yang khas dan berbeda dari individu-individu lainnya.
  5. Robert Sutherland (dkk), menganggap bahwa kepribadian merupakan abstraksi individu dan kelakuannya sebagaimana halnya dengan masyarakat dan kebudayaan. Dengan demikian kepribadian digambarkan sebagai hubungan saling memengaruhi antara tiga aspek tersebut.

Baca Juga:

Kesimpulan Pengertian Kepribadian

Kesimpulan dari berbagai definisi tersebut dapat dikatakan bahwa kepribadian adalah integrasi dari kecenderungan seseorang untuk berperasaan, bersikap, bertindak, dan berperilaku sosial tertentu. Dengan demikian, kepribadian memberi watak yang khas bagi individu dalam kehidupan seharihari. Kepribadian bukanlah perilaku, namun kepribadianlah yang membentuk perilaku manusia, sehingga dapat dilihat dari cara berpikir, berbicara, atau berperilaku. Kepribadian lebih berada dalam alam psikis (jiwa) seseorang yang diperlihatkan melalui perilaku.

pengertian-kepribadian-1

Contohnya, jika seseorang harus menyelesaikan perselisihan yang terjadi antara dua orang. Keinginannya untuk menyelesaikan perselisihan merupakan kepribadiannya. Adapun tindakannya untuk mewujudkan keinginan tersebut merupakan perilakunya. Kepribadian mencakup kebiasaan, sikap, dan sifat seseorang yang khas dan berkembang apabila berhubungan dengan orang lain.

Susunan Kepribadian

Ada kalanya seseorang melihat perilaku yang membabi buta, yakni perilaku manusia yang didasarkan pada naluri, dorongandorongan, refleks, atau kelakuan manusia yang tidak lagi dipengaruhi dan ditentukan oleh akal dan jiwanya. Unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan perilaku setiap individu merupakan susunan kepribadian yang meliputi sebagai berikut.

a. Pengetahuan

Pengetahuan individu terisi dengan fantasi, pemahaman, dan konsep yang lahir dari pengamatan dan pengalaman mengenai bermacam-macam hal yang berbeda dalam lingkungan individu tersebut. Semua itu direkam dalam otak dan diungkapkan dalam bentuk perilaku.

b. Perasaan

Perasaan adalah suatu keadaan dalam kesadaran manusia yang menghasilkan penilaian positif atau negatif terhadap sesuatu. Bentuk penilaiannya selalu bersifat subjektif karena lebih didasarkan pada pertimbangan manusiawi daripada rasional. Perasaan mengisi penuh kesadaran manusia tiap saat dalam
hidupnya.

c. Dorongan Naluri

Dorongan Naluri adalah kemauan yang sudah merupakan naluri pada setiap manusia. Sedikitnya ada enam macam dorongan naluri, yaitu:

  1. dorongan mempertahankan hidup;
  2. dorongan untuk berinteraksi;
  3. dorongan untuk meniru;
  4. dorongan untuk berbakti;
  5. dorongan seksual;
  6. dorongan akan keindahan.

Demikian penjelasan mengenai pengertian kepribadian baik berupa batasan dari beberapa ahli dan juga kesimpulan dari beberapa pengertian tersebut. Kepribadian dalam cakupan Sosiologi erat kaitannya dengan proses bersosialisasi. Semoga penjelasan tersebut dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

[Pustaka: Pengertian Kepribadian dalam Belajar Bagus; Google Images; Sosiologi Kelas XI SMA/MA]

Pengertian Kepribadian dalam Belajar Sosiologi | Belajar Bagus | 4.5
Leave a Reply