Pengertian Primordialisme Beserta Contoh Primordialisme Dalam Kehidupan Sehari Hari

Wednesday, March 1st, 2017 - Pengertian, Sosiologi

Pengertian Primordialisme – Sahabat, kali ini kami akan berbagi sedikit ulasan mengenai Pengertian Primordialisme. Setelah beberapa saat lalu kami telah membagikan kepada sahabat penjelasan khusus pengertian psikopat beserta tahap diagnosa serta ciri-ciri psikopat. Nach langsung saja berikut ulasan mengenai pengertian primordialisme beserta beberapa ulasan yang berkaitan dengan primordialisme itu sendiri.

Pengertian Primordialisme

Pengertian Primordialisme

Pengertian Primordialisme

Primordialisme adalah sebuah pandangan atau paham yang memegang teguh hal-hal yang dibawa sejak kecil, baik mengenai tradisi, adat-istiadat, kepercayaan, maupun segala sesuatu yang ada di dalam lingkungan pertamanya.

Arti Primordialisme Secara Etimologi

Primordil atau Primordialisme berasal dari kata bahasa Latin primus yang artinya pertama dan ordiri yang artinya tenunan atau ikatan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Primordialisme adalah perasaan kesukuan yang berlebihan.

Baca Juga:

Penjelasan mengenai Primordialisme dapat ditelusuri secara filosofis dengan ide-ide dari Romantisisme Jerman, terutama dalam karya-karya Johann Gottlieb Fichte dan Johann Gottfried Herder. Untuk Herder, bangsa itu identik dengan kelompok bahasa. Dalam pemikiran Herder itu, bahasa adalah identik dengan pemikiran, dan karena setiap bahasa yang telah dipelajari di masyarakat, maka setiap masyarakat harus berpikir secara berbeda. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat tetap menahan sifatnya dari waktu ke waktu.

Ikatan seseorang pada kelompok yang pertama dengan segala nilai yang diperolehnya melalui sosialisasi akan berperan dalam membentuk sikap primordial. Di satu sisi, sikap primordial memiliki fungsi untuk melestarikan budaya kelompoknya. Namun, di sisi lain sikap ini dapat membuat individu atau kelompok memiliki sikap etnosentrisme, yaitu suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya orang lain.

Mereka akan selalu memandang budaya orang lain dari kacamata budayanya. Hal ini terjadi karena nilai-nilai yang telah tersosialisasi sejak kecil sudah menjadi nilai yang mendarah daging (internalized value) dan sangatlah susah untuk berubah dan cenderung dipertahankan bila nilai itu sangat menguntungkan bagi dirinya.

Jenis-jenis sikap Etnosentrisme

Terdapat 2 jenis etnosentris yaitu:

  1. Etnosentris infleksibel yakni suatu sikap yang cenderung bersifat subyektif dalam memandang budaya atau tingkah laku orang lain.
  2. Etnosentris fleksibel yakni suatu sikap yang cenderung menilai tingkah laku orang lain tidak hanya berdasarkan sudut pandang budaya sendiri tetapi juga sudut pandang budaya lain.

Tidak selamanya primordial merupakan tindakan salah. Akan tetapi bisa saja dinilai sebagai sesuatu yang mesti dipertahankan. Dalam sudut pandang ajaran (ritual) misalnya. Perilaku primordialisne merupakan unsur terpenting, saat memberlakukan ajaran intinya.

Primordialisme di Rwanda

Primordialisme, dalam kaitannya dengan etnis, berpendapat bahwa [kelompok-kelompok etnis dan kebangsaan ada karena adanya tradisi keyakinan dan tindakan terhadap objek primordial seperti faktor biologis dan lokasi terutama teritorial].

Argumen ini bergantung pada konsep kekeluargaan, di mana anggota kelompok etnis merasa mereka memiliki karakteristik, asal-usul atau bahkan kadang-kadang hubungan darah. Terlihat melalui suku Igbo dari Nigeria, setelah apa yang mereka rasakan. “Primordialisme mengasumsikan identitas etnik sebagai sesuatu yang tetap, setelah dibangun”. Sekarang akan diperlukan untuk membahas Primordialisme sebagai paradigma dalam studi etnis, dalam konteks Rwanda.

Genosida Rwanda pada tahun 1994 menampilkan pembunuhan sekitar 800.000 Rwanda dalam rentang tiga bulan. Kekerasan ini, seperti juga dialami dalam Perang Saudara Nigeria pada tahun 1967, bisa dibilang karena etnis dan persaingan antara kelompok-kelompok etnis. Kelompok etnis Hutu yang dominan di Rwanda merasa mereka harus membunuh tetangga etnis Tutsi, karena perbedaan didirikan pada identitas etnis yang membedakan mereka. Sebagai sejarawan Sandra Joireman berpendapat, ‘jenis dari penjelasan tentang genosida Rwanda ini dan kekerasan yang mengerikan, dengan penekanan penyebab karena perbedaan kekerabatan dan kepercayaan dari kedua kelompok etnis, adalah pandangan primordialis.

Untuk sebagian besar adalah keyakinan pada argumen primordialis kekerabatan, tradisi sejarah dan tanah air, dari kelompok-kelompok etnis, yang mendorong Hutu merasa tindakan mereka dibenarkan. Meskipun banyak kritik akademik Primordialisme, dan pengembangan teori-teori etnis lainnya seperti konstruktivisme dan instrumentalisme, Primordialisme adalah “berpengaruh dalam mengidentifikasi kekuatan abadi ikatan etnis dan komitmen anggotanya untuk itu”. Sebagai contoh, beberapa sarjana berpendapat bahwa perang dingin mempengaruhi dan menghasut kepercayaan ini dalam etnis dan konflik etnis. Namun, Primordialisme tidak setuju dan berpendapat bahwa etnis ada historis, jauh sebelum Perang Dingin, yang hanya memberi jalan untuk isu-isu ideologis.

Selain itu, argumen primordialis menunjukkan bahwa “perbedaan yang tak terdamaikan karena kesenjangan budaya menyebabkan ketakutan dan konflik yang melahirkan kekerasan”. Meskipun studi sejarah yang lebih baru telah diakui bahwa genosida 1994 di Rwanda adalah hasil dari perbedaan dalam kekuasaan dan kekayaan antara Tutsi dan Hutu, primordialists menegaskan bahwa Hutu dan Tutsi dikembangkan sepenuhnya dalam budaya yang terpisah dan yang demikian pasti masuk ke dalam konflik dengan satu sama lain. Sebagai etnis primordial adalah kuno, “tetap dan tidak berubah”, kemungkinan untuk asimilasi budaya dalam Rwanda ditampilkan sebagai kemustahilan.

Contoh Primordialisme Dalam Kehidupan Sehari Hari

Berikut beberapa contoh dari Primordialisme sederhana yang mungkin sahabat sering jumpai atau dengar di kalangan masyarakat:

  • Budaya sungkem di Jawa.
  • Lewat didepan orang tua dengan merundukkan badan.
  • Di daerah Sulawesi Selatan ada tradisi “Mellau Tabe” dengan meluruskan tangan ke arah bawah.

Nach demikian penjelasan mengenai Pengertian Primordialisme yang dapat kami share pada kesempatan kali ini, semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua dalam memahami lebih jauh apa sebenarnya paham Primordialisme itu.

Pengertian Primordialisme Beserta Contoh Primordialisme Dalam Kehidupan Sehari Hari | Belajar Bagus | 4.5
Leave a Reply