Perbedaan Sosialisasi Primer dan Sekunder

Tuesday, March 14th, 2017 - Sosiologi

Perbedaan Sosialisasi Primer dan Sekunder – Sosialisasi dapat dilakukan sejak dimulai dari lingkungan yang paling dekat hingga berkembang ke lingkungan sosial yang lebih luas. Tahapan proses sosialisasi tersebut dapat dikelompokkan ke dalam dua jenis. Berdasarkan jenisnya, sosialisasi dibagi menjadi dua yaitu sosialisasi primer (dalam keluarga) dan sosialisasi sekunder (dalam masyarakat). Menurut Goffman kedua proses tersebut berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu kurun tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkukung, dan diatur secara formal.

Perbedaan Sosialisasi Primer dan Sekunder

Perbedaan Sosialisasi Primer dan Sekunder

Perbedaan Sosialisasi Primer dan Sekunder

Untuk perbedaan antara sosialisasi primer dengan sosialisasi sekunder yaitu:

Sosialisasi primer sebagai sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil dengan belajar menjadi anggota masyarakat (lingkup Keluarga), sedangkan Sosialisasi sekunder sebagai suatu proses sosialisasi lanjutan setelah sosialisasi primer yang memperkenalkan individu ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat (lingkup Masyarakat)”.

Nach untuk mengetahui lebih jauh perbedaan sosialisasi primer dan sekunder, berikut ulasannya:

1. Sosialisasi Primer (Primary Socialization)

Sosialisasi primer merupakan sosialisasi pertama yang dijalani individu semasa kecil sampai ia menjadi anggota masyarakat. Sosialisasi primer berlangsung mulai balita, anak-anak, dalam teman sepermainan, dan memasuki masa sekolah.

Gambaran Perbedaan Sosialisasi Primer

Gambaran Perbedaan Sosialisasi Primer

Dalam tahap tersebut, peran orang-orang yang terdekat dengan anak menjadi sangat penting sebab seorang anak melakukan pola interaksi secara terbatas. Corak kepribadian anak akan sangat ditentukan oleh corak kepribadian dan interaksi yang terjadi antara anak dan anggota keluarga terdekat, teman-temannya, dan sekolah. Dengan demikian, sosialisasi primer mengacu bukan saja pada masa awal anak mulai menjalani sosialisasi, tetapi lebih dari itu. Alasannya, apapun yang diserap anak di masa tersebut akan menjadi ciri mendasar kepribadian anak setelah dewasa.

2. Sosialisasi Sekunder (Secondary Socialization)

Sosialisasi sekunder merupakan proses sosialisasi kelanjutan dari sosialisasi primer. Proses ini terjadi ketika individu dimasukkan ke dalam kelompok tertentu dalam masyarakat. Sosialisasi ini diawali dengan istilah “desosialisasi”, dan “resosialisasi.” Dalam proses “desosialisasi”, seseorang mengalami “pencabutan” identitas diri yang lama. Adapun dalam “resosialisasi”, seseorang diberi suatu identitas diri yang baru. Misalnya, seorang murid yang sudah lulus sekolah, kemudian memasuki jenjang Perguruan Tinggi.

Gambaran Perbedaan Sosialisasi Sekunder

Gambaran Perbedaan Sosialisasi Sekunder

Menurut Goffman (1961), kedua proses tersebut biasanya berlangsung dalam institusi total, yaitu tempat tinggal dan tempat bekerja. Dalam kedua institusi tersebut, terdapat sejumlah individu dalam situasi yang sama, terpisah dari masyarakat luas dalam jangka waktu tertentu, bersama-sama menjalani hidup yang terkungkung, dan diatur secara formal. Institusi total tersebut contohnya lembaga pemasyarakatan, rumah sakit jiwa, atau lembaga pendidikan militer.

Untuk memahami lebih jauh mengenai sosialisasi, sahabat bisa membaca:

Demikianlah perbedaan sosialisasi primer dan sekunder yang dapat kami bagikan penjelasannya pada kesempatan kali ini. Semoga penjelasan di atas dapat dengan mudah dipahami dan dapat menjadi salah satu sumber belajar yang baik dan relevan terhadap materi pelajaran yang hendak sahabat kuasai.

[Pustaka: Perbedaan Sosialisasi Primer dan Sekunder dalam Belajar Bagus]

Perbedaan Sosialisasi Primer dan Sekunder | Belajar Bagus | 4.5
Leave a Reply