Pengertian dan Macam-macam Sistem Ekonomi

Sunday, May 21st, 2017 - Ekonomi

Pengertian dan Macam-macam Sistem Ekonomi – Ekonomi Pancasila merupakan prinsip-prinsip moral (ideologi) ekonomi yang diderivasikan dari etika dan falsafah Pancasila. Oleh karena itu, selain berisi cita-cita visioner terwujudnya keadilan sosial, ia juga mengangkat realitas sosiokultur ekonomi rakyat Indonesia, sekaligus ’ramburambu’ yang bernilai sejarah untuk tidak terjerumus pada paham liberalisme dan kapitalisme. Gagasan Ekonomi Pancasila mulai dikembangkan Profesor Mubyarto sejak tahun 1981 dalam suatu polemik tentang sistem ekonomi nasional sampai saat ini. Inilah platform ekonomi yang lebih awal lahir daripada gagasan Amitai Etzioni tentang ’ekonomi baru’ yang berdimensi moral dalam bukunya The Moral Dimension: Toward a New of Economics (Free Press 1988).

Pengertian dan Macam-macam Sistem Ekonomi

Pengertian dan Macam-macam Sistem Ekonomi

Pengertian dan Macam-macam Sistem Ekonomi

Untuk pengertian dari sistem ekonomi sendiri diungkapkan oleh beberapa ilmuan, diantaranya:

Menurut McEachern (2000 : 35)

Sistem ekonomi dapat diartikan sebagai seperangkat mekanisme dan institusi untuk menjawab pertanyaan apa, bagaimana, dan untuk siapa barang dan jasa diproduksi (what, how, dan for whom).

Menurut Gilarso (1992 : 486)

Sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara untuk mengoordinasikan perilaku masyarakat (para konsumen, produsen, pemerintah, bank, dan sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi, investasi, dan sebagainya) sehingga menjadi satu kesatuan yang teratur dan dinamis, dan kekacauan dapat dihindari.

Macam-macam Sistem Ekonomi

Ada beberapa macam sistem ekonomi, untuk lebih jelasnya berikut ulasannya:

Macam-macam Sistem Ekonomi

Macam-macam Sistem Ekonomi

1. Sistem Ekonomi Komando/Terpusat (Komunisme/Kolektivisme)

Kita sering mendengar istilah komunisme dan sosialisme. Semula kedua kata tersebut memiliki pengertian yang sama. Akan tetapi kemudian komunisme dipakai untuk menyebutkan sosialisme paling radikal, yang menuntut penghapusan total terhadap hak-hak pribadi. Sementara itu, sosialisme adalah ajaran dan gerakan yang menganutnya bahwa keadilan sosial tercapai melalui penghapusan hak milik pribadi atas alat-alat produksi atau suatu keadaan masyarakat yang hak milik pribadi atas alat-alat produksinya telah dihapus. (Suseno, 1999 : 270).

Sistem ekonomi komando/terpusat/komunisme/kolektivisme atau dalam pembelajaran ini kita gunakan istilah Sistem Ekonomi Komando diartikan sebagai suatu sistem dengan kendali yang ketat berada di pihak pemerintahan dalam menentukan kepemilikan bisnis, laba, dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Ciri-ciri sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut.

  • Semua sumber daya ekonomi dikuasai negara atas nama rakyat.
  • Seluruh kegiatan produksi diusahakan bersama. Tidak ada perusahaan swasta yang ada perusahaan negara.
  • Harga dan penyaluran barang ditentukan dan dikendalikan oleh negara.
  • Jenis pekerjaan dan pembagian kerja diatur oleh pemerintah.

Kebaikan sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut.

  • Pemerintah bertanggung jawab sepenuhnya terhadap perekonomian.
  • Pemerintah dapat menentukan jenis-jenis industri/produksi.
  • Pemerintah mengatur distribusi barang-barang.
  • Pemerintah mudah melaksanakan pengendalian dan pengawasan.

Keburukan sistem ekonomi komando adalah sebagai berikut.

  • Hak milik perseorangan tidak ada.
  • Potensi dan kreativitas masyarakat tidak berkembang.

2. Sistem Ekonomi Pasar (Kapitalisme Murni)

Sistem kapitalisme, menurut Ebenstein (1990), mulai berkembang di Inggris pada abad 18 M kemudian menyebar luas ke kawasan Eropa Barat Laut dan Amerika Utara. Risalah terkenal Adam Smith, yaitu The Wealth of Nations (1776), diakui sebagai tonggak utama kapitalisme klasik yang mengekspresikan gagasan ”laissez faire” dalam ekonomi. Ini bertentangan sekali dengan merkantilisme, yaitu adanya intervensi pemerintah dalam urusan negara. Smith berpendapat bahwa jalan yang terbaik untuk memperoleh kemakmuran adalah dengan membiarkan individu-individu mengejar kepentingan-kepentingan mereka sendiri tanpa keterlibatan perusahaan-perusahaan negara (Robert Lerner, 1988). Lahirnya Revolusi Prancis (1789) semakin memperkuat paham kapitalisme tersebut.

Kapital (pasar murni) sebagai sistem ekonomi semata-mata mementingkan capital untuk mendapatkan kapital yang lebih besar lagi. Adapun ciri-ciri sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai berikut.

  • Semua alat dan sumber produksi dikuasai oleh perseorangan.
  • Orang bebas memilih lapangan pekerjaan dan bidang usaha sendiri.
  • Para produsen bebas menentukan apa dan berapa yang akan diproduksi dengan harapan mendapatkan laba yang sebesar-besarnya.
  • Campur tangan negara ditiadakan/dibatasi.
  • Ada persaingan antarpengusaha.

Kebaikan sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai berikut.

  • Setiap individu bebas mengatur perekonomian.
  • Setiap individu bebas memiliki alat-alat produksi.
  • Adanya persaingan mengarah ke kemajuan.
  • Produksi berdasarkan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Keburukan sistem ekonomi pasar bebas adalah sebagai berikut.

  • Menimbulkan eksploitasi.
  • Menimbulkan monopoli.
  • Tidak ada pemerataan pendapatan.
  • Terjadinya ketidakstabilan ekonomi.

3. Sistem Ekonomi Campuran

Dalam sistem ekonomi ini, pemerintah dan swasta mempunyai peranan yang berimbang dalam kegiatan ekonomi.

Ciri-ciri sistem ekonomi campuran adalah sebagai berikut.

  • Gabungan dari sistem ekonomi komando dan sistem pasar.
  • Barang modal dan sumber daya yang vital dikuasai langsung oleh pemerintah.
  • Pemerintah melakukan intervensi dengan cara membuat peraturan, menetapkan kebijakan fiskal, moneter, membantu dan mengawasi kegiatan sektor swasta.
  • Peran pemerintah dan swasta berimbang.

Dalam sistem ini pemerintah dapat mengatur, mengawasi, menstabilkan, dan memajukan ekonomi nasional secara keseluruhan dengan cara mendorong dan membimbing inisiatif swasta dan prakarsa rakyat. Pada umumnya campur tangan pemerintah dalam perekonomian melalui kebijakan fiskal dan moneter.

Pada saat ini dapat dipastikan tidak ada satu negara pun yang menganut sistem ekonomi komando ataupun sistem ekonomi pasar secara murni. Amerika Serikat yang mengikrarkan diri sebagai Negara paling kapitalis tetap saja pemerintahnya ikut mengatur sektor swasta, seperti Lembaga Federal mengatur keselamatan kerja, kualitas lingkungan, persaingan, dan kegiatan-kegiatan lainnya. Dan juga seperti negara RRC (Republik Rakyat Cina), yang semula menerapkan sistem komando, sekarang menggunakan pendekatan pasar bebas yang semakin meningkat setiap saat. Maka tidak heran kita akan sangat mudah menemukan produkproduk Cina di negara kita.

Demikian penjelasan mengenai pengertian dan macam-macam sistem ekonomi yang dapat kami bagikan pada ksempatan kali ini. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua dalam memahami lebih jauh tentang sistem ekonomi. Semoga bermanfaat.

Pustaka:
[Pengertian dan Macam-macam Sistem Ekonomi – Belajar Bagus]
[Ekonomi 1 SMA Kelas 10 Sri Nur Mulyati, Agus Mahfudz, & Leni Permana]
[Gambar – Google Images]

Pengertian dan Macam-macam Sistem Ekonomi | Belajar Bagus | 4.5
Leave a Reply