Pengertian Asertif Beserta Ciri-ciri dan Manfaatnya

Friday, June 2nd, 2017 - Bahasa Indonesia

Pengertian Asertif – Di era keterbukaan ini, setiap orang rasanya tidak perlu takut lagi untuk mengemukakan atau mengekspresikan pendapat. Kebebasan berekspresi ini, bahkan telah dijamin oleh negara secara konstitusional. Sayangnya orang masih merasa takut mengemukakan keinginan atau pendapatnya secara terbuka. Perasaan malu dan takut semacam ini juga sering ditemui di dalam diri siswa di sekolah, khususnya mereka yang masih di usia remaja. Akibat rasa malu dan takut untuk mengekspresikan keinginan dan pendapatnya, proses belajar mengajar yang interaktif sulit dicapai. Siswa cenderung diam daripada membuka perdebatan atau dialog atau diskusi dengan guru maupun dengan sesama siswa. Kondisi semacam ini tentu saja sangat tidak kondusif bagi upaya pembelajaran yang bersifat dialogis dan interaktif. Oleh sebab itu, kemampuan asertif perlu ditanamkan dalam diri siswa sedini mungkin.

Asertif

Pengertian Asertif

Pengertian Asertif

  • Asertif adalah kemampuan seseorang untuk mengemukakan pendapat, saran, dan keinginannya secara langsung, jujur, dan terbuka pada orang lain.
  • Menurut Rathus (1982) bahwa orang yang asertif adalah orang yang memiliki keberanian untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya, mempertahankan hak-hak pribadinya, serta menolak permintaan-permintaan yang tidak beralasan.

Asertivitas bukan hanya berarti seseorang dapat bebas berbuat sesuatu yang diinginkannya, tetapi di dalam asertif terkandung berbagai pertimbangan mengenai baik-buruknya suatu sikap dan perilaku yang akan muncul.

Ciri-ciri Asertif

Ciri orang yang memiliki kemampuan asertif, antara lain:

  1. Bebas berpendapat, baik melalui kata-kata maupun tindakan.
  2. Dapat berkomunikasi secara langsung dan terbuka.
  3. Mampu memulai, melanjutkan, dan mengakhiri pembicaraan secara baik.
  4. Mampu menolak dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap pendapat orang lain, atau menolak segala sesuatu yang tidak beralasan dan cenderung bersifat negatif.
  5. Mampu mengajukan permintaan dan bantuan kepada orang lain ketika membutuhkan.
  6. Mampu menyatakan perasaan, baik yang menyenangkan maupun yang tidak menyenangkan.
  7. Memiliki sikap dan pandangan yang aktif terhadap kehidupan.
  8. Menerima keterbatasan yang ada dalam dirinya dengan tetap berusaha untuk mencapai keinginannya sebaik mungkin, sehingga baik berhasil maupun tidak berhasil ia akan tetap memiliki harga diri dan kepercayaan diri (Fensterheim dan Baer, 1980: Lazuarus, 1991)

Usia remaja merupakan masa di mana seseorang mulai banyak berinteraksi secara intensif dengan lingkungan di luar keluarganya. Pada usia remaja semacam itu, sikap dan perilaku asertif akan sangat bermanfaat terutama ketika bergaul dengan orang lain, baik yang sama usia dan status sosialnya maupun yang berbeda.

Manfaat dari Asertif

Manfaat yang bisa dipetik oleh seorang remaja yang memiliki kemampuan asertif antara lain:

  • Pertama, sikap dan perilaku yang asertif akan memudahkan remaja dalam bersosialisasi, menjalin hubungan interpersonal secara efektif, untuk berinteraksi dengan siapapun.
  • Kedua, dengan kemampuan mengungkapkan apa yang dirasakan dan diinginkan secara langsung, dapat menghindari munculnya ketegangan, perasaan tidak nyaman akibat menahan dan menyimpan sesuatu yang ingin diutarakannya.
  • Ketiga, asertivitas akan membuat remaja mampu mencari solusi dari berbagai kesulitan yang dihadapinya, sehingga permasalahan tidak menjadi beban yang berlarut-larut.
  • Keempat, asertivitas akan membantu remaja untuk meningkatkan kemampuan kognitifnya, memperluas wawasan tentang lingkungan, dan tidak berhenti pada sesuatu yang tidak diketahuinya.
  • Kelima, asertif terhadap orang lain yang bersikap atau berperilaku yang kurang tepat, bisa membantu remaja bersangkutan untuk lebih memahami kekurangannya sendiri dan bersedia memperbaiki kekurangannya itu.

Peran Orang Tua dan Guru

Untuk menanamkan asertivitas pada diri remaja, ada dua komponen utama yang sangat berperan, yaitu orang tua dan guru di sekolah.

Pengertian Asertif

Peran Orang Tua dan Guru

Orang tua harus mampu mengembangkan iklim keterbukaan dalam keluarga, dialogis, dan demokratis. Siap mendengarkan, memotivasi berbagai permasalahan yang dihadapi anak dalam kehidupannya.

Guru di sekolah harus memberi pengertian apa yang dimaksud asertivitas dengan memberikan contoh perilaku yang nyata. Membiasakan siswa untuk berdiskusi dengan memberikan stimulasi secara kontinu. Memberi reward pada siswa yang aktif serta memberi kesempatan untuk siswa yang pasif, dengan tetap menghargai meskipun pendapat itu kurang tepat. Menciptakan suasana yang menyenangkan selama proses belajar-mengajar agar siswa tidak merasa tegang dalam mengikuti pelajaran.

Demikian penjelasan mengenai Asertif baik pengertian asertif beserta ciri-ciri dan manfaat bagi seseorang yang memiliki sifat asertif itu sendiri. Jadi kemampuan seseorang untuk mengemukakan pendapat ataukah saran serta keinginan secara langsung dengan sikap jujur dan terbuka pada orang lain inilah yang disebut dengan asertif. Semoga bermanfaat.

Pustaka: [Asertif dalam Belajar Bagus; Asertivitas oleh Kastam Syamsi, Anwar Efendi Penyusun Bahasa dan Sastra Indonesia di SMA dan MA Terbitan Tahun 2010]

Pengertian Asertif Beserta Ciri-ciri dan Manfaatnya | Belajar Bagus | 4.5
Leave a Reply