Jenis-jenis Tulang Rawan dan Lapisannya

Friday, September 22nd, 2017 - Biologi

Jenis-jenis Tulang Rawan – Pengertian tulang rawan sendiri adalah jaringan ikat khusus yang terdiri dari sel-sel yang disebut kondrosit dan matriks ekstrasel. Sel-sel kondrosit berada di dalam rongga-rongga yang disebut lakuna. Tulang rawan merupakan tulang yang penyusunnya memiliki kandungan zat perekat (kolagen) lebih banyak daripada kandungan kalsiumnya sehingga sifatnya kenyal dan lentur. Misalnya tulang hidung dan tulang telinga pada tulang manusia. Terdapat beberapa fungsi utama dari tulang rawan, diantaranya sebagai berikut:

  • Penyokong jaringan lunak.
  • Untuk pertumbuhan tulang panjang sebelum atau sesudah lahir.
  • Berdasarkan permukaan yang halus utk memberikan suatu daerah bagi persendian shg mempermudah pergerakan tulang.

Jenis-jenis Tulang Rawan

Tulang rawan terbagi menjadi tiga tipe yaitu tulang rawan berjenis hialin, elastis, dan fibrosa/fibrokartilago. Untuk lebih jelasnya mengenai ketiga jenis-jenis tulang rawan di atas, berikut ulasannya:

Tulang Rawan

Struktur Jenis-jenis Tulang Rawan

1. Tulang Rawan Hialin

Tulang rawan hialin, merupakan bentuk yang paling umum dijumpai, kolagen II merupakan tipe kolagen utamanya. Tulang rawan yang paling banyak dijumpai pada orang dewasa. Lokasi :

  • Ujung ventral iga
  • Larynx,trachea, bronchus
  • Permukaan sendi tulang
  • Pada janin & anak yg sedang tumbuh pada lempeng epifisis

Matriks tulang rawan hilain mengandung kolagen tipe II, meskipun terdapat juga sejumlah kecil kolagen tipe IX, X, XI dan tipe lainnya. Proteoglikan mengandung kondroitin 4-sulfat, kondroitin 6-sulfat dan keratan sulfat.

2. Tulang Rawan Elastis

Tulang rawan elastis, yang lebih lentur, memiliki banyak serat elastis dalam matriksnya selain kolagen tipe II. Paling banyak ditemukan pada daun telinga, dinding meatus akustikus eksternus, tuba auditori eustachia, epiglotis, dan sebagian larynx. Tulang rawan elastis pada dasarnya sama dengan tulang rawan hialin kecuali memiliki banyak serat elastis selain serat kolagen tipe II.

Sel-sel kondroblas dan sel-sel kondrosit pada tulang rawan elastis ini mempunyai sifat seperti tulang rawan hialin, pada sel-sel ini memproduksi juga serat elastis.

3. Tulang Rawan Fibrosa / Fibrokartilago

Fibrokartilago, dijumpai di bagian-bagian tubuh yang mengalami tarikan atau tekanan ditandai matriks yang mengandung anyaman padat serat kolagen tipe-I yang kasar. Distribusi fibrokartilago dapat ditemukan pada anulus fibrosus diskus intervertebralis, symphisis pubis, tempat melekatnya tendo pada tulang rawan.. Fibrokartilago mengandung kondrosit yang tersusun dalam barisan panjang dan dipisahkan oleh serat kolagen tipe I kasar. Kolagen tipe I membuat matriks fibrokartilago bersifat asidofilik. Fibrokartilago tidak memiliki perikondrium.

Ketiga tulang rawan tersebut bersifat avaskuler sehingga nutrisi diperoleh melalui difusi dari kapiler jaringan ikat di dekatnya atau melalui cairan sinovial dari kavum sendi. Selain itu tulang rawan juga tidak memiliki serabut saraf dan pembuluh limfe.

Lapisan-lapisan Tulang Rawan

Terdapat dua lapisan utama pada tulang rawan yaitu Perikondrium dan Kondrium. Untuk memahami keduanya, berikut penjelasannya:

1. Perikondrium

Perikondrium merupakan lapisan luar yang mengelilingi tulang rawan yang terdiri dari jaringan ikat padat. Perikondrium ini memiliki pembuluh darah yang memasok nutrisi ke kartilago. Perikondrium terdiri dari dua lapisan

  • Lapisan luar (lapisan fibrosa)

Pada lapisan ini sel-sel mesenkim berdifferensiasi menjadi sel fibroblas yang akan membentuk serta-serat kolagen

  • Lapisan dalam (lapisan kondrogenik)

Pada lapisan ini sel mesenkim berdiferensiasi menjadi sel kondroblas yang akan menghasilkan matriks tulang rawan

2. Kondrium

Kondrium merupakan lapisan paling dalam. Lapisan ini dapat dijumpai sel-sel kondroblas dan kondrosit serta matriks ekstrasel.

  • Sel Kondroblas dan Kondrosit

Kondroblas yang menghasilkan matriks sehingga akhirnya terpendam dalam matriks dan dan sekarang disebut kondrosit yang terdapat dalam rongga lakuna. Kondrosit dalam lakuna mampu membelah beberapa kali sehingga sel anak menetap di lakuna yang sama. Lakuna yang berisi empat sel disebut sel isogen “cell nest”.

  • Matriks Ekstrasel

Matriks merupakan gel amorf yang mengandung glikosaminoglikans dan serta kolagen tipe II. Selain itu terdapat kondronektin yang merupakan protein yang melekatkan kondrosit pada serat kolagen dan kondrokalsin yang berperan proses pengapuran tulang rawan.

Demikian penjelasan mengenai jenis-jenis tulang rawan beserta lapisan-lapisan tulang rawan. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kita semua, serta menjadi salah satu referensi yang baik.

Jenis-jenis Tulang Rawan dan Lapisannya | Belajar Bagus | 4.5
Leave a Reply