3 Penggolongan Nilai Barang (Pakai, Tukar, Paradoks)

Friday, September 15th, 2017 - Ekonomi

Penggolongan Nilai Barang – Dalam pelajaran Ekonomi dikenal manfaat dan nilai barang. Terdapat penggolongan nilai barang mulai dari nilai pakai, nilai tukar, serta paradoks nilai. Perlu juga sahabat pahami bahwa pengertian atau yang dimaksud dengan nilai barang adalah kemampuan barang untuk memenuhi kebutuhan manusia. Dalam hali ini baik yang bersifat objektif maupun yang bersifat subjektif. Nach untuk lebih jelasnya, berikut Belajar Bagus bagikan ulasannya khusus sahabat mengenai penggolongan nilai barang.

Nilai Barang

Penggolongan Nilai Barang

Penggolongan Nilai Barang

Nilai barang dapat digolongkan sebagai berikut.

a. Value in Use (Nilai Pakai)

Suatu barang dikategorikan memiliki nilai pakai apabila barang tersebut dapat memenuhi kebutuhan pemiliknya secara langsung. Nilai pakai dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Nilai pakai objektif

Yang dimaksud dengan nilai pakai objektif yaitu kemampuan suatu barang dalam memenuhi kebutuhan setiap orang. Misalnya, air memiliki nilai pakai yang tinggi bagi setiap orang.

2. Nilai pakai subjektif

Yang dimaksud dengan nilai pakai subjektif yaitu nilai yang diberikan seseorang karena barang tersebut dapat memenuhi kebutuhannya. Misalnya, kursi roda bagi orang yang tidak dapat berjalan memiliki nilai pakai yang tinggi, tetapi bernilai pakai rendah bagi orang yang sehat.

b. Value in Exchange (Nilai Tukar)

Suatu barang dapat dikatagorikan memiliki nilai tukar apabila mempunyai kemampuan untuk ditukarkan dengan barang lain. Nilai tukar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.

1. Nilai tukar objektif

Nilai tukar objektif adalah kemampuan suatu barang apabila ditukarkan dengan barang lain (sering disebut harga). Misalnya, semua orang mengakui bahwa berlian memiliki nilai tukar yang tinggi maka berlian akan memiliki harga yang tinggi di setiap tempat.

2. Nilai tukar subjektif

Sedangkan nilai tukar subjektif adalah nilai tukar yang diberikan oleh seseorang terhadap suatu barang. Misalnya, bagi seseorang nilai tukar sebuah lukisan tertentu lebih tinggi dari nilai tukar sebuah mobil baru, tetapi tidak demikian bagi yang lain.

Baca juga: Teori Nilai Objektif dan Teori Nilai Subjektif.

c. Paradoks Nilai

Barang yang memiliki nilai tukar yang tinggi seharusnya memiliki nilai pakai yang tinggi pula, begitu juga sebaliknya, akan tetapi pada kenyataannya tidak demikian. Dua nilai yang telah diuraikan di atas berbeda sudut pandangnya sehingga hal ini dapat menyebabkan pertentangan penilaian pada suatu barang yang sama disebut Paradoks Nilai.

Bisa jadi nilai guna suatu barang sangat tinggi, tetapi nilai tukarnya rendah, atau sebaliknya. Seperti pada contoh di atas, air memiliki nilai guna yang sangat tinggi, tetapi nilai tukarnya rendah. Begitu juga dengan berlian yang memiliki nilai guna rendah, tetapi memiliki nilai tukar yang sangat tinggi.

Demikian penjelasan singkat mengenai penggolongan nilai barang yang dapat kami bagikan ulasannya kali ini, semoga bermanfaat.

3 Penggolongan Nilai Barang (Pakai, Tukar, Paradoks) | Belajar Bagus | 4.5
Leave a Reply